Mamuju (Sulawesi Barat), independennews.id — Pemerintah Desa Saludengen, Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menggelar rangkaian kegiatan olahraga dan seni antar-dusun dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Rangkaian kegiatan yang dibuka pada Minggu, 9 Agustus 2026, tersebut berlangsung meriah hingga acara penutupan pada Senin, 17 Agustus 2026. Berbagai perlombaan diikuti dengan antusias oleh masyarakat dari sejumlah dusun di Desa Saludengen.


Selama pelaksanaan, pertandingan berlangsung tertib, sengit dan penuh semangat sportivitas. Selain menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat persatuan, kekompakan dan semangat gotong royong antarwarga.


Namun, ada satu momen yang dinilai paling bersejarah dalam rangkaian perayaan tahun ini. Untuk pertama kalinya sejak Desa Saludengen berdiri, pemerintah desa menggelar upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI secara mandiri di wilayah desa.


Upacara tersebut dilaksanakan pada Senin, 17 Agustus 2026, di lapangan sepak bola Desa Saludengen. Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh aparat serta perangkat desa, para guru dan kepala sekolah dasar, ASN maupun PPPK, tokoh masyarakat serta warga Desa Saludengen.

Kepala Desa Saludengen, Harianto, bertindak sebagai pembina upacara. Sementara pembacaan teks Proklamasi dilakukan Sekretaris Desa, Abd. Said, pembacaan UUD 1945 oleh Retno, dan pembawa acara/panduan upacara oleh Widia Ningsi. Pemimpin upacara dipercayakan kepada Ahmad Sya’fi.


Pasukan pengibar bendera (Paskibra) terdiri atas Ulfayanti, Nusasiah, Amini, Misra, Serli, dan Juliana.
Dalam amanatnya, Harianto mengajak masyarakat untuk memaknai kemerdekaan dengan terus menjaga persatuan, gotong royong dan kerukunan antarwarga.


“Delapan puluh satu tahun sudah bangsa kita merasakan kemerdekaan sejak diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Kemerdekaan ini bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan, pengorbanan, darah dan air mata para pahlawan yang rela gugur demi tanah air tercinta,” ujar Harianto.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan momentum HUT Kemerdekaan sebagai titik tolak untuk membangun Desa Saludengen yang lebih maju, mandiri dan sejahtera.
Kepada generasi muda, Harianto berpesan agar terus belajar dan berkarya serta menjadikan perjuangan para pahlawan sebagai inspirasi untuk melawan kemalasan, kebodohan dan ketertinggalan.
“Semoga desa kita senantiasa diberkahi kedamaian dan kemajuan. Merdeka!” tuturnya.
Beragam Perlombaan Meriahkan HUT RI
Selain upacara, panitia juga menggelar berbagai pertandingan olahraga dan perlombaan seni antar-dusun. Berdasarkan keputusan panitia pelaksana Nomor 006/PPKT-DS/DS-SD/VIII/2026, para pemenang berhak memperoleh hadiah dari panitia dan sponsor.
Untuk cabang sepak bola, juara pertama diraih Tim Dusun Saludengen, juara kedua Tim Pemerintah Desa, dan juara ketiga Tim Dusun Podeang.
Pada voli putri, juara pertama diraih Dusun Saludengen, juara kedua Dusun Kaloa, dan juara ketiga Dusun Podeang.
Sementara voli putra, juara pertama diraih Dusun Salumanarang, juara kedua Dusun Kaloa A, dan juara ketiga Dusun Saludengen.
Untuk sepak takraw, juara pertama diraih Dusun Salumanarang, juara kedua Dusun Malakbi, dan juara ketiga Dusun Kaloa’.
Pada lomba tarik tambang putra, juara pertama diraih Dusun Salupea, juara kedua Dusun Kaloa’, dan juara ketiga Dusun Malakbi. Sedangkan kategori putri, juara pertama diraih Dusun Kaloa’, juara kedua Dusun Saludengen, dan juara ketiga Dusun Salupea.
Lomba stafet balon dimenangkan Dusun Saludengen sebagai juara pertama, Pemerintah Desa sebagai juara kedua, dan Dusun Malakbi sebagai juara ketiga.
Untuk stafet sarung, juara pertama diraih Dusun Saludengen, juara kedua Dusun Kaloa’, dan juara ketiga Dusun Malakbi.
Pada lomba gigit sendok, juara pertama diraih Reza dari Dusun Salupea, juara kedua Aisah dari Dusun Saludengen, dan juara ketiga Alya dari Dusun Salupea.
Sementara lomba karaoke menempatkan Ahmad Safi’i dari Dusun Podeang sebagai juara pertama, disusul Kiplan dari Dusun Podeang di posisi kedua dan Hasriani dari Dusun Podeang di posisi ketiga. Posisi keempat diraih Lili Daniato dari Dusun Salumanarang dan posisi kelima Aidin dari Dusun Kaloa’.
Berdasarkan hasil rekapitulasi perolehan medali, Dusun Saludengeng berhasil meraih Juara Umum I dengan torehan 4 medali emas, 2 medali perak, dan 1 medali perunggu. Sementara itu, Dusun Salupea menempati Juara Umum II dengan perolehan 2 medali emas dan 4 medali perak, sedangkan Dusun Salumanarang meraih Juara Umum III dengan koleksi 2 medali emas.
Menjadi Catatan Sejarah Desa
Desa Saludengen memiliki sejarah panjang yang bermula sekitar 1979–1980. Saat itu wilayah tersebut masih berupa hutan kecil yang berada di bawah naungan Dusun Kalonding, Desa Pangale, Kecamatan Kalukku.
Sejumlah tokoh awal yang membuka kawasan tersebut antara lain Buraera, Abdullah dan Husain. Nama Saludengen kemudian lahir dari kondisi alam setempat, yakni banyaknya sungai dan pohon dengen yang buahnya berwarna kuning serta memiliki rasa kecut.
Kata “salu” berarti sungai, sedangkan “dengen” merujuk pada buah tersebut. Nama Saludengen kemudian dimaknai sebagai simbol kesuburan dan kesejahteraan.
Dalam perkembangannya, wilayah Saludengen menjadi bagian dari Desa Tamemongga sebelum akhirnya dimekarkan menjadi desa tersendiri pada 2009. Sayuti kemudian menjadi penjabat kepala desa (karateker), sebelum pada 2010 dilaksanakan pemilihan kepala desa pertama yang dimenangkan Bais Hambali untuk periode 2010–2015.
Pada pemilihan kepala desa berikutnya, Harianto terpilih menjadi Kepala Desa Saludengen. Setelah masa jabatannya berakhir, pemerintahan desa sempat dipimpin pejabat sementara Abdul Malik. Berdasarkan kebijakan pemerintah terkait perpanjangan masa jabatan kepala desa, Harianto kembali menjabat sebagai Kepala Desa Saludengen pada 2025 hingga saat ini.
Di tengah berbagai tantangan pemerintahan desa, termasuk keterbatasan anggaran, pemerintah desa bersama BPD, perangkat desa, tokoh masyarakat dan seluruh warga terus berupaya menjalankan roda pemerintahan serta pembangunan desa.
Pelaksanaan upacara HUT ke-81 RI tahun ini pun menjadi salah satu bentuk nyata kebersamaan tersebut.
Usai kegiatan penutupan, Harianto menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh masyarakat serta panitia yang telah bekerja sama menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.
“Ini merupakan pertama kalinya upacara HUT RI dilaksanakan di Desa Saludengen sejak desa ini berdiri. Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh warga dan panitia. Berkat kerja sama dan kekompakan semuanya, kegiatan dapat berjalan dengan lancar,” kata Harianto.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah hal yang perlu menjadi evaluasi dan akan diperbaiki pada pelaksanaan tahun berikutnya.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan pada 17 Agustus 2026, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Saludengen tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menorehkan sejarah baru melalui pelaksanaan upacara kemerdekaan untuk pertama kalinya di desa tersebut.
Merdeka!
(Usman Laica)

