PAREPARE, independennews.id Kapolsek Soreang Hadiri Maulid Nabi Muhammad S.A.W di Masjid Al-Barkah, Warga Diajak Teladani Akhlak RasulullahMuhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Al-Barkah, BTN Pondok Indah, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, berlangsung khidmat, Sabtu (29/8/2026) malam.

Mengangkat tema “Teladan dan Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW”, kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 warga dan jemaah. Peringatan Maulid tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga momentum untuk mengajak masyarakat menerapkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Sejumlah unsur pemerintahan, aparat keamanan, tokoh agama, pengurus masjid, serta masyarakat setempat turut hadir. Di antaranya Camat Soreang Hj. Andi Nurpati, Kapolsek Soreang AKP Amir Usman, Danramil 1405-02 Soreang Kapten Inf. H. Syamsul Rijal Akib, Lurah Bukit Harapan Andi Masdiana, pengurus Masjid Al-Barkah, tokoh agama, dan warga.

Hikmah Maulid disampaikan Ustadz Dr. H. Muhammad Iqbal Hasanuddin. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah harus diwujudkan melalui perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Maulid Nabi bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk kembali meneladani akhlak mulia Rasulullah sebagai suri teladan terbaik bagi seluruh umat manusia,” ujar Ustadz Muhammad Iqbal.

Ia menjelaskan, sejumlah sifat Rasulullah yang patut dijadikan pedoman antara lain kejujuran, amanah, kecerdasan, serta keberanian menyampaikan kebenaran.

Nilai-nilai tersebut, kata dia, dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Kejujuran misalnya, tidak hanya berkaitan dengan perkataan, tetapi juga tindakan dan tanggung jawab seseorang terhadap orang lain.

Selain itu, keteladanan Rasulullah tercermin melalui kerendahan hati, kasih sayang, sikap pemaaf, menepati janji, serta kepedulian kepada sesama tanpa membedakan status sosial.

Nilai-nilai tersebut dinilai tetap relevan di tengah perubahan zaman dan kompleksitas kehidupan sosial masyarakat.

Salah satu pesan yang mendapat perhatian dalam tausiyah tersebut adalah pentingnya menerapkan akhlak Rasulullah dalam penggunaan media sosial.

Di tengah arus informasi yang begitu cepat, masyarakat diajak lebih bijak dalam menulis, membagikan, dan menyebarkan informasi di ruang digital.

Sebelum membagikan sebuah informasi, masyarakat diingatkan untuk memastikan kebenarannya serta mempertimbangkan dampaknya terhadap orang lain.

Dengan demikian, menjaga ucapan di era digital tidak hanya berarti menjaga perkataan secara langsung, tetapi juga menjaga setiap tulisan, komentar, maupun informasi yang disebarkan melalui media sosial.

Kapolsek: Maulid Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian Sosial

Kapolsek Soreang AKP Amir Usman yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, kehadiran kepolisian dalam kegiatan keagamaan masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan dengan warga sekaligus menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

“Momentum Maulid Nabi ini hendaknya tidak hanya menjadi peringatan, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk menerapkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga hubungan dengan sesama,” kata Amir.

Menurutnya, kegiatan keagamaan memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Masyarakat, kata Amir, tidak hanya membutuhkan lingkungan yang aman secara fisik, tetapi juga hubungan sosial yang sehat. Karena itu, kebersamaan antara warga, tokoh agama, pemerintah, dan aparat keamanan menjadi bagian penting dalam menjaga ketertiban lingkungan.

Amir juga mengapresiasi pengurus Masjid Al-Barkah dan masyarakat yang telah menyelenggarakan kegiatan secara tertib dan penuh kebersamaan.

Menurutnya, kegiatan seperti Maulid Nabi memiliki nilai positif dalam mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kepedulian sosial antarwarga.

“Kami mengajak seluruh warga untuk terus menjaga kebersamaan, toleransi dan keamanan lingkungan. Sinergi antara masyarakat, tokoh agama, pemerintah dan kepolisian sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman,” ujarnya.

Peringatan Maulid Nabi di Masjid Al-Barkah pada akhirnya tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi masyarakat.

Pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah peringatan keagamaan tidak hanya diukur dari meriahnya acara, tetapi juga dari perubahan perilaku yang lahir setelah kegiatan selesai.

Masjid pun tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi dapat menjadi ruang bertemunya warga, membangun komunikasi, memperkuat silaturahmi, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui momentum Maulid Nabi, masyarakat Parepare diharapkan dapat terus menghidupkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjaga hubungan sosial dan berinteraksi secara bijak di ruang digital. (Usm)

By admin