PINRANG, independennews.id Kembali ke tanah kelahiran bukan sekadar sebuah perpindahan tempat tugas. Bagi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang, Muhammad Idris Usman, kepulangan ke Bumi Lasinrang merupakan momentum untuk memperkuat pengabdian, merajut sinergi, dan menghadirkan pelayanan kepada masyarakat dengan penuh keikhlasan.

Setelah mengabdikan diri di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidrap selama 2021–2025, Muhammad Idris Usman resmi dimutasi ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang terhitung sejak 1 November 2025. Penugasan tersebut memiliki makna khusus karena Pinrang merupakan tanah kelahirannya.

Di tanah inilah, tepatnya di Punnia, Desa Marannu, Kecamatan Mattiro Bulu, ia menghabiskan masa kecil dan tumbuh dalam kehangatan keluarga. Kenangan tentang rumah sederhana, lingkungan tempat ia dibesarkan, serta setiap sudut Bumi Lasinrang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan hidupnya.

“Kembali ke Kabupaten Pinrang bukan sekadar menjalankan tugas dinas dan melanjutkan pengabdian, melainkan sebuah kepulangan yang sarat akan makna mendalam,” ungkapnya.

Menurutnya, amanah sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang merupakan takdir indah sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan ketulusan. Ia berkomitmen menjadikan jabatan tersebut sebagai wasilah untuk memberikan kemanfaatan bagi masyarakat serta memperkuat hubungan antara umat, ulama, dan umara.

Dalam menjalankan tugas, Muhammad Idris Usman bersama seluruh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Pinrang berkomitmen membangun sinergi dan kolaborasi yang kokoh dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Pinrang, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Pinrang serta seluruh pemangku kepentingan.

Sinergi tersebut diarahkan untuk mendukung visi, misi, dan program Pemerintah Kabupaten Pinrang, khususnya dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan dan memajukan kehidupan beragama di tengah masyarakat.

“Kami beserta seluruh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Pinrang siap mendukung dan menyukseskan visi dan misi serta program Pemerintah Daerah Kabupaten Pinrang, khususnya dalam menguatkan nilai-nilai keagamaan dan memajukan kehidupan beragama di tanah tercinta ini,” tegasnya.

Kemenag Pinrang sebagai Rumah Besar

Bagi Muhammad Idris Usman, membangun organisasi tidak cukup hanya dengan kebijakan dan program kerja. Diperlukan kebersamaan, rasa memiliki, serta kesediaan untuk saling menopang.

Ia memandang seluruh ASN dan keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Pinrang sebagai bagian dari keluarga besar yang memiliki kedudukan dan peranan penting dalam menjalankan roda organisasi.

“Bagi saya, seluruh ASN dan keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Pinrang adalah keluarga sendiri. Tidak ada sekat perbedaan. Semua setara dengan peranan yang sama pentingnya sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing,” ujarnya.

Ia meyakini, Kementerian Agama Kabupaten Pinrang sebagai sebuah rumah besar akan mampu berdiri kokoh apabila seluruh unsur di dalamnya saling mendukung, menghargai, dan berjalan berdampingan.

Melayani dengan Hati

Dalam menjalankan amanah pelayanan publik, Muhammad Idris Usman menempatkan keikhlasan dan ketulusan sebagai prinsip utama. Baginya, pelayanan bukan hanya persoalan administratif, tetapi juga bagaimana menghadirkan rasa nyaman, mudah, dan damai bagi masyarakat.

Prinsip tersebut sejalan dengan pesan Rasulullah Saw. yang senantiasa ia pegang dalam menjalankan tugas:

“Gembirakanlah, jangan membuat takut; permudahlah, jangan mempersulit.”

Pesan tersebut menjadi pengingat agar setiap pelayanan yang diberikan Kementerian Agama senantiasa berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

Ia pun mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Pinrang untuk menjadikan setiap tugas dan pengabdian sebagai bagian dari ibadah.

“Marilah kita menjadikan pengabdian ini sebagai ladang ibadah, membawa ketenangan, kedamaian, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pinrang,” ajaknya.

Kepulangan Muhammad Idris Usman ke tanah kelahiran pada akhirnya bukan hanya tentang kembali ke tempat ia dilahirkan. Lebih dari itu, kepulangan tersebut menjadi perjalanan untuk membalas cinta tanah kelahiran melalui kerja, pengabdian, dan pelayanan yang dilakukan dengan hati.

Di Bumi Lasinrang, tempat kenangan masa kecil bersemayam, ia meneguhkan tekad untuk mengabdikan diri sebaik-baiknya—merajut kebersamaan, menyemai keikhlasan, memperkuat sinergi, dan melayani masyarakat dengan ketulusan.

Pinrang, 30 Agustus 2026

By admin