Mamuju Tengah (Sulbar), independennews.id — SMKS Bina Karya Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, memperoleh bantuan revitalisasi satuan pendidikan melalui dana APBN Tahun Anggaran 2026. Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk merehabilitasi sejumlah sarana dan prasarana sekolah guna menunjang proses pembelajaran guru dan siswa.

Kepala SMKS Bina Karya Pangale, Yusuf, S.Pd.Gr, mengatakan bantuan revitalisasi tersebut digunakan untuk merehabilitasi tiga ruang kelas belajar (RKB), satu Ruang Praktik Siswa (RPS) Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), serta satu ruang praktik untuk jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH).

Menurut Yusuf, rehabilitasi gedung sekolah memberikan dampak positif terhadap semangat guru dan siswa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.

“Dengan adanya bantuan revitalisasi ini, kami berharap semangat kegiatan pembelajaran bagi guru dan siswa semakin tumbuh. Kondisi gedung yang semakin baik setelah direhabilitasi tentu memberikan kenyamanan dalam proses belajar mengajar,” ujarnya, Rabu 26/08/2026.

SMKS Bina Karya Pangale saat ini memiliki dua kompetensi keahlian, yakni Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) serta Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH).

Yusuf sendiri telah mengajar di SMKS Bina Karya Pangale sejak 2019. Ia kemudian dipercaya menjabat sebagai kepala sekolah sejak awal 2025.

Sejak mengemban amanah sebagai kepala sekolah, Yusuf mengaku fokus membangun kedisiplinan yang efektif dan efisien di lingkungan sekolah. Ia mendorong guru untuk disiplin melaksanakan pembelajaran sesuai jadwal serta mengajak siswa menaati tata tertib dan mengikuti pembelajaran secara tertib.

“Saya selalu mengimbau para guru agar disiplin dalam mengajar. Jangan sampai ada jam belajar yang kosong. Begitu juga siswa harus disiplin belajar dan hadir di sekolah sesuai dengan tata tertib yang telah ditetapkan,” katanya.

Selain kedisiplinan, Yusuf juga berupaya membangun kolaborasi dan kebersamaan di antara para guru. Menurutnya, kekompakan tenaga pendidik menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan mutu dan kualitas sekolah.

Ia juga menekankan pentingnya musyawarah dalam mengambil keputusan di sekolah. Meskipun dirinya merupakan kepala sekolah, ia memberikan ruang kepada para guru untuk menyampaikan pendapat dan masukan.

“Saya sampaikan kepada teman-teman guru, memang saya kepala sekolah, tetapi para guru juga harus dekat dan bebas memberikan pendapat maupun masukan. Semua itu untuk bersama-sama mewujudkan mutu dan kualitas sekolah,” jelasnya.

Ia menambahkan, sejak dirinya menjabat sebagai kepala sekolah, berbagai kegiatan di sekolah diupayakan berjalan berdasarkan hasil musyawarah dan kesepakatan bersama.

Dalam proses rehabilitasi yang masih berlangsung, kegiatan pembelajaran siswa untuk sementara dilaksanakan di luar ruang kelas. Siswa tetap mengikuti kegiatan pembelajaran dan praktik dengan menyesuaikan kondisi yang ada hingga proses pengerjaan gedung selesai.

Yusuf berharap, setelah seluruh proses rehabilitasi rampung, sarana pendidikan yang lebih baik dapat semakin mendukung kegiatan belajar mengajar dan praktik siswa, khususnya pada jurusan TKJ dan ATPH.

“Harapan kami, setelah selesai direhabilitasi, fasilitas ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memberikan kenyamanan bagi guru maupun siswa,” pungkasnya.

(Usman Laica)

By admin