Mamuju, independennews.id – Upaya menghidupkan kembali peran masjid sebagai pusat pembinaan umat terus digalakkan di Kecamatan Tapalang Barat. Melalui sinergi antara guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Sarifuddin, S.Pd.I., M.Pd., bersama Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Tapalang Barat, Hardiman, S.Ag., program “Maghrib Mengaji” kembali diaktifkan sebagai langkah strategis dalam memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat.

Program ini menghadirkan kajian keislaman rutin yang dilaksanakan setiap selesai salat Maghrib, dengan frekuensi minimal dua kali dalam sebulan di setiap masjid. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana penyampaian ilmu agama, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan kesadaran spiritual masyarakat.

Pelaksanaan perdana di Desa Pasabu menunjukkan respons positif dari warga. Tingginya kehadiran jamaah dalam setiap sesi kajian menjadi indikator meningkatnya minat masyarakat terhadap kegiatan keagamaan. Materi yang disampaikan pun disusun secara kontekstual, menyentuh persoalan kehidupan sehari-hari sehingga mudah dipahami oleh berbagai kalangan.

Sarifuddin menjelaskan bahwa gerakan ini lahir dari keprihatinan atas menurunnya aktivitas keagamaan di masjid di luar waktu salat wajib. Menurutnya, masjid memiliki fungsi strategis yang lebih luas dari sekadar tempat ibadah ritual.

“Masjid harus kembali menjadi pusat pembinaan umat—tempat lahirnya ilmu, akhlak, dan peradaban. Di sinilah generasi dibentuk, tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam iman dan karakter,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala KUA Tapalang Barat, Hardiman. Ia menegaskan komitmen KUA dalam mendukung keberlanjutan program tersebut dan siap menjadi mitra strategis dalam memperluas implementasinya ke seluruh desa di wilayah Tapalang Barat.

“Kami berharap gerakan ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan,” tegasnya.

Ke depan, program “Maghrib Mengaji” direncanakan akan diperluas secara bertahap ke seluruh desa di Kecamatan Tapalang Barat. Dengan kolaborasi yang kuat antara tenaga pendidik, lembaga keagamaan, dan masyarakat, diharapkan akan lahir generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan sekaligus kokoh dalam nilai keimanan dan akhlak.

Gerakan ini menjadi bukti bahwa sinergi yang terarah dan berkelanjutan mampu menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan beragama masyarakat. Ketika masjid kembali berfungsi sebagai pusat ilmu dan pembinaan, maka masyarakat pun akan tumbuh menjadi lebih berilmu, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman. (YMT. Sjarir Tamsi)

By admin