Palu (Sulteng), independennews.id – Hari Sabtu (27/9) menjadi momentum bersejarah bagi 3.000 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkup Pemerintah Kota Palu. Ribuan Pegawai Baru ini resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan mereka, sebuah tonggak awal perjalanan pengabdian dalam birokrasi Indonesia.
Acara tersebut terasa istimewa dengan hadirnya Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI sekaligus Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H. Sosok birokrat ulung ini bukan hanya menyampaikan sambutan formal, tetapi juga pesan moral yang sarat makna bagi perjalanan karier para ASN-PPPK.
“Syukuri Nikmat ini, karena pengangkatan sebagai ASN-PPPK adalah Amanah. Mensyukuri Amanah berarti Berpikir, Bertindak, dan Bekerja berlandaskan Nilai BerAKHLAK serta Panca Prasetya KORPRI,” tegas Prof. Zudan dalam pidatonya.
Syukur yang Melahirkan Tanggung Jawab
Dalam Perspektif Prof. Zudan, menjadi ASN bukanlah sekadar status kepegawaian, melainkan “Jalan Pengabdian”. Rasa Syukur atas Amanah itu, kata dia, harus diwujudkan dalam bentuk kerja nyata yang mencerminkan nilai dasar ASN yakni: “BerAKHLAK” singkatan dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
Nilai tersebut diperkuat dengan Panca Prasetya KORPRI sebagai pedoman Etika dan Moral. “ASN harus menjadi Teladan. Pola Pikir, Sikap, dan Perilaku Kita akan Menentukan Kualitas Pelayanan Publik yang dirasakan langsung Masyarakat,” ungkapnya.
Belajar Tiada Henti
Dalam Orasinya, Prof. Zudan juga mendorong seluruh PPPK untuk terus belajar dan memperdalam Regulasi Dasar Aparatur Sipil Negara. Mulai dari Undang-Undang Administrasi Pemerintahan, Undang-Undang ASN, Peraturan Pemerintah tentang Manajemen ASN dan PPPK, hingga Ketentuan Disiplin Pegawai.
Dengan memahami aturan, ASN-PPPK diyakini akan mampu melaksanakan tugas secara Profesional, Proporsional, dan Penuh Integritas. “Jangan pernah berhenti belajar. ASN harus terus meningkatkan kapasitas diri agar selalu siap menghadapi perubahan dan tuntutan zaman,” pesan Zudan.
Harapan bagi Masyarakat
Penyerahan SK secara simbolis kepada salah seorang PPPK menjadi representasi kepercayaan negara sekaligus harapan masyarakat. Kehadiran ribuan ASN-PPPK baru di Palu diharapkan menjadi Motor Penggerak Pelayanan Publik yang Lebih Cepat, Transparan, dan Solutif.
“Persiapkan diri dengan baik, agar kehadiran kalian benar-benar menghadirkan manfaat nyata. Masyarakat menunggu pelayanan terbaik dari ASN,” tandas Prof. Zudan.
Dukungan dari Berbagai Elemen Bangsa
Momentum ini tidak hanya penting bagi para ASN-PPPK, tetapi juga bagi masyarakat luas. Kehadiran tenaga baru yang berkomitmen pada nilai BerAKHLAK membutuhkan dukungan moral dari semua pihak:
- Tokoh Agama diharapkan memberi tuntunan spiritual agar ASN bekerja dengan niat Ikhlas.
- Tokoh Masyarakat Adat menjaga agar ASN tetap berpijak pada Kearifan Pokal dan Budaya Daerah.
- Tokoh Pendidikan berperan menanamkan pentingnya Literasi dan Kompetensi Berkelanjutan.
- Tokoh Pemuda dan Mahasiswa menjadi Mitra kritis yang memberi energi positif sekaligus pengingat agar ASN tidak keluar dari Jalur Integritas.
ASN sebagai Pilar Bangsa
Pesan Prof. Zudan bukan sekadar seremonial, melainkan panggilan moral. ASN-PPPK adalah wajah negara yang hadir langsung di tengah masyarakat. Mereka adalah “Garda Depan Pelayanan Publik, Pilar Birokrasi, sekaligus Agen Perubahan yang Menentukan Masa Depan Bangsa.
Dengan menginternalisasi nilai BerAKHLAK dan Panca Prasetya KORPRI, ASN-PPPK diharapkan mampu menjalankan perannya bukan hanya sebagai Pelayan Kasyarakat, tetapi juga Teladan bagi Generasi Mendatang.
Selamat dan Sukses Selalu Menyongsong Masa Depan Gemilang bagi para ASN-PPPK.
(Sjahrir Tamsi)
