Kepala SMAN 3 Kalukku, Jon Hendra, S.Pd., M.M

MAMUJU, independennews.id“Jujur, sejak dalam kepemimpinan Jon Hendra, S.Pd., M.M, UPTD SMAN 3 Kalukku ini telah banyak mengalami kemajuan yamg signifikan, khususnya dalam hal kedisiplinan dan perkembangan sekolah. Dimana, tidak terlihat adanya siswa yang berkeliaran di luar saat jam sekolah, siswa dan guru juga datang dan pulang sekolah berdasarkan jam/waktu yang telah ditentukan”, tutur beberapa orang tua siswa yang sempat ditemui wartawan media ini, Sabtu 22/03/2025.

Begitu pula dalam peroses pembelajaran, jelasnya lebih lanjut, juga berjalan dengan baik, efektif dan efisien sebab siswa datang dan masuk kelas tepat waktu, begitupun juga dengan para guru, disiplin dalam melaksanakan tugas mengajarnya sesuai dengan jam mata pelajaran yang telah ditetapkan. Bahkan, apabila ada guru yang tidak sempat masuk mengajar pada jam mata pelajarannya karena berhalangan, maka kepala sekolah mengarahkan salah seorang guru yang tidak memiliki kesibukan untuk mengisinya, dan apabila tidak ada maka ia sendiri yang akan turun tangan mengisi jam tersebut, karena ia tidak menginginkan adanya jam lowong pada waktu jam pembelajaran.

“Bukan hanya itu, kedisiplinan yang mencakup disiplin masuk-pulang sekolah, disiplin kerja, disiplin dalam pembelajaran disipin administrasi dan disiplin kinerja terlakasana secara alami dan menjadi budaya para guru dan siswa UPTD SMAN 3 Kalukku, karena meskipun kepala sekolah tidak sempat masuk sekolah karena suatu urusan mendesak di Dinas (di Mamuju), proses kegiatan pembelajaran di sekolah tetap berjalan normal sama seperti saat kepala sekolah ada di sekolah”, aku beberapa tokoh masyarakat yang tinggal di sekitar sekolah pada tempat terpisah.

Berbicara mengenai perkembangan sekolah, kinerja kepala sekolah, Jon Hendra, S.Pd., M.M, patut diacungi dua jempol sebab dalam kepemimpinannya di UPTD SMAN 3 Kalukku mengalami kemajuan signifikan. Dimana, pada awal kepemimpinannya, sekolah tersebut belum terakreditas, namun selang beberapa tahun kepemimpinannya, sekolah meraih nilai akreditasi “B”, dan bahkan telah dinobatkan pemerintah pusat sebagai Sekolah Penggerak. Ini suatu keberhasilan yang sangat memuaskan.

Saat dimintai tanggapannya terkait dengan komentar tersebut, Kepala UPTD SMAN 3 Kalukku Kabupaten Mamuju, Sulbar, Jon Hendra, S.Pd., M.M, tersenyum ramah sambil berkata, “terima kasih saya ucapkan kepada orang tua siswa, komite, dan tokoh masyarakat khususnya di sekitar sekolah atas apresiasinya. Terima kasih pula saya ucapkan atas dukungan dalam mensukseskan setiap program sekolah, karena tanpa kerjasamanya saya tidak akan bisa berbuat banyak”.

Sebab pada dasarnya, jelasnya lagi sambil tersenyum, tanpa respon dan kebersamaan para guru, staf dan orang tua siswa atau komite, mustahil setiap perogram kerja yang dicanangkan dapat terlaksana dengan haik. Maka dari itulah, keberhasilan sekolah dalam membangun kedisiplinan dan kinerja yang baik berkat kerja keras semua stakeholders, khususnya para guru dan staf.

“Saat mengawali karier saya di sekolah ini sebagai kepala sekolah, saya mengutamakan penerapan disiplin yang lebih baik, efektif dan fisien yang meliputi disiplin masuk-pulang sekolah, disiplin pembelajaran, disiplin kerja, disiplin adiministrai dan disiplin kinerja. Sebab saya sangat menyadari bahwa disiplin merupakaan kunci sukses, dimana dapat diibaratkan urat nadi dalam tubuh manusian”, ujarnya penuh semangat.

Maksudnya, seperti fungsi urat nadi pada tubuh manusia, begitu pula fungsi disiplin dalam pendidikan di sekolah. Dimana, tanpa urat nadi yang befungsi stabil maka manusian tidak akan dapat hidup normal, begitu pula dengan sekolah, tanpa disiplin berjalan dengan baik maka mustahil perogram kerjanya akan berjalan sesuai dengan harapan.

“Jadi, saya mulai membangun disiplin pada diri saya sendiri agar dilihat dan dicontoh oleh para guru dan staf saya. Begitu pula dengan para guru dan staf, juga harus memulai penerapan disiplin pada dirinya masing-masing sebagai suriteladan bagi siswa. Sebab alangkah ganjilnya jika menegaskan kepada siswa agar disiplin dan taat pada tata terbit sekolah, akan tetapi kepala sekolah dan gurunya sendiri yang tidak disiplin,” tegasnya lagi.

Selain penerapan disiplin, jelasnya penuh semangat menambahkan, pihaknya juga membangun kerjasama yang kompak dengan para guru, staf dan orang tua siswa. Agar supaya bahu-membahu dalam melaksanakan setiap perogram sekolah serta memperoleh dukungan dengan baik dari orang tua siswa dan komite, sebab tanpa adanya kerjasama dan dukungan dari mereka niscaya mutu dan kualitas sekolah tidak akan mungkin terwujud secara maksimal sesuai harapan.

Juga menerapkan menajemen partsipaif, dengan cara melibatkan para guru dan staf serta komite sekolah dalam setiap kegiatan sekolah sesuai dengan Tupoksinya (Tugas Pokok Fungsinya) masing-masing, melalui pembagian job secara relevansi yang berdasarkan dengan kapasitas kemampuan masing-maisng guru dan staf. Serta membangun rasa ikhlas dan tanggung jawab tinggi dalam diri masing-masing guru dan staf terhadap tugasnya masing-masing, sebab apabila mengerjakan tugas dengan ikhlash dan rasa tanggung jawab tinggi, maka hasilnya aka lebih bagus walaupun kemampuan yang dimiliki hanya pas-pasan saja. Sehingga ia selaku kepala sekolah tidak merangkap pekerjaan di sekolah, dan kegiatan sekolah tetap berjalan normal sesuai dengan harapan meskipun ia (kepala sekolah-red) tidak berada di sekolah.

“Transparansi atau keterbukaan juga menjadi hal yang utama saya implementasikan dalam kepemimpinan saya di sekolah ini, utamanya dalam pengelolaan keuangan seperti dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Karena saya sangat menyadari tanpa keterbukaan kepada para guru atau staf akan menimbulkan hal-hal yang dapat merusak kerjasama yang telah dibangun sejak awal. Jadi, kegiatan apapun yang menyangkut dengan sekolah, saya selalu terbuka kepada para guru dan staf, agar mereka tahu dan mengerti serta terlibat di dalamnya. Khususnya dana yang diterima sekolah, saya juga selalu umumkan dalam rapat atau pertemuan yang saya selenggarakan dengan para guru dan staf sebelum membelanjakannya, seperti dana BOS. Jadi, saya selalu paparkan jumlah dana, jenis pembiayaan dan belanja sekolah terkait dana BOS kepada para guru dan staf saya, bahkah saya tulis dalam papan pengumuman, agar dibaca oleh siapapun yang berkunjung ke sekolah”, akunya penuh haru.

Sedangkan, paparnya, terkait dengan komentar orang tua siswa mengenai perkembangan sekolah, pihaknya memang berusaha keras agar terakreditasi. Sehingga pada saat itu, digenjotlah kinerja beserta guru dan staf.

“Pertama saya datang ke sekolah ini, saya berusaha agar UPTD SMAN 3 Kalukku terakreditasi. Dan kami sangat bahagia, karena pada saat itu dapat nilai B. Dan kemudian pada 2022, kami di Kabupaten Mamuju memperoleh kesempatan mendaftar dan mengikuti tes Sekolah Peggerak. Dimana, pada saat itu sekolah kami ini juga lolos, sehingga statusnya saat ini adalah Sekolah Penggerak,” katanya lagi.

Selain itu, paparnya penegaskan, pihaknya akan terus menggenjot kinerja, agar prestasi, mutu dan kualitas yang telah diraih sekolah dapat dipertahankan atau ditingkatkan. Khususnya dalam hal penyelenggaraan atau implementasi kurikulum merdeka yang harus dilaksanakan di Sekolah Penggerak yang telah diraih UPTD SMAN 3 Kalukku.

“Jadi, status Sekolah Penggerak harus bisa terwujud dalam bentuk prestasi, mutu dan kualitas siswa. Maksudnya, dalam perjalannya kedepan, saya menginginkan ada hal atau kemajuan yang diraih sekolah ini yang menjadi pembeda dari sekolah-sekolah bukan Sekolah Penggerak. Agar supaya Sekolah Penggerak bukan hanya label, tapi terimplementasi dalam kemajuan, perestasi, mutu dan kualitas sekolah ini”, harapnya penuh semangat.

Sementara untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru, jelanya lgi, pihaknya selalu memotovasinya agar mengikuti pelatihan, MGMP dan aktif belajar/membuka aplikasi PMM (Platform Merdeka Mengajar) yang terdia di SmartPhone Android (Play Store), sebab pada dasarnya peran PMM (Platform Merdeka Mengajar) dalam implementasi Kurikulum Merdeka sangat besar.

“Pasalnya, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) yang saat berubah nama menjadi Kemendikdasmen (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah) mengembangkan Platform Merdeka Mengajar (PMM) yang merupakan platform edukasi yang menjadi teman penggerak untuk pendidik dalam mewujudkan Pelajar Pancasila yang memiliki fitur Belajar, Mengajar, dan Berkarya. Yakni: Pertama, Platform Merdeka Mengajar menyediakan referensi bagi guru untuk mengembangkan praktik mengajar sesuai dengan Kurikulum Merdeka, dalam fitur Mengajar, ada fitur Perangkat Ajar yang dapat digunakan oleh Guru dan Tenaga Kependidikan dalam mengembangkan diri, saat ini tersedia lebih dari 2000 referensi perangkat ajar berbasis Kurikulum Merdeka. Fitur asesmen murid yang dikembangkan untuk membantu guru dan tenaga kependidikan melakukan analisis diagnostik terkait kemampuan peserta didik dalam literasi dan numerasi dengan cepat sehingga dapat menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan tahap capaian dan perkembangan peserta didik. Kedua, Platform Merdeka Mengajar memberikan kesempatan yang setara bagi guru untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensinya kapan pun dan di mana pun guru berada. Fitur Belajar pada Platform Merdeka Mengajar memberikan fasilitas Pelatihan Mandiri yang memberikan kesempatan kepada guru dan tenaga kependidikan untuk dapat memperoleh materi pelatihan berkualitas dengan mengaksesnya secara mandiri. Fitur lain dari Belajar adalah Video Inspirasi, fitur ini memberikan kesempatan kepada Guru dan tenaga kependidikan bisa mendapatkan beragam video inspiratif untuk mengembangkan diri dengan akses tidak terbatas yang pada akhirnya adalah mengembangakn kualitas dari komptensinya dalam implementasi kurikulum merdeka. Ketiga, Platform Merdeka Mengajar mendorong guru untuk terus berkarya dan menyediakan wadah berbagi praktik baik. Fitur lainnya adalah Berkarya, dimana fitur ini adalah memberikan “Bukti Karya Saya” yang merupakan best praktis dari hasil implementasi pembelajaran terutama terkait best praktis pembelajaran pada kurikulum merdeka, Guru dan tenaga kependidikan dapat membangun portofolio hasil karyanya agar dapat saling berbagi inspirasi dan berkolaborasi sehingga guru dapat maju Bersama,” ungkpanya.

Sejalan dengan itulah, lanjuntya, PMM yang dikembangkan diharapkan mampu menjadi partner guru dalam implementasi kurikulum merdeka dengan semangat kolaborasi dan saling berbagi. Konten konten yang dikembangkan oleh Kemendikbudristek memberikan pemahaman lebih saat implementasi dan pembelajaran di satuan pendidikan yang telah ikut serta dalam implementasi kurikulum merdeka.

“Jujur, sejak dalam kepemimpinannya, telah banyak kemajuan dan prestasi yang telah diraih sekolah ini, seperti meloloskan sekolah memperoleh Akreditai dengan nilai B, mampu meloloskan sekolah menjadi Sekolah Penggerak, siswanya meraih Juara I mata pelajaran Kimia tingkat kabupaten, dan masih ada lagi lainnya belum sempat saya sebutkan pada kesempatan ini,” aku beberapa anggota komite sekolah pada tempat terpisah

“Jadi, kami sangat salut akan kinerja dan hasil yang telah ditorehkan oleh kepemimpinan kepala sekolah kami, Jon Hendra, S.Pd., M.M. Sebab hal itu tidak luput dari pada trik atau sistem kepemimpinan yang diterapkannya. Dimana, dalam hal ini, dia mampu membangun kerjasama yang kompak para guru dan staf,” kuncinya menegaskan. Bukan hanya itu, lanjut beberapa guru dan staf lainnya pada tempat terpisah, kepala sekolah juga mengedepakan keterbukaan atau transparansi dalam setiap kegiatan sekolah, utamanya pada pengelolaan keuangan. Apalagi dia juga tidak pernah mengangap para guru dan staf sebagai bawahannya, tetapi dijadikannya mitra kerja yang saling membutuhkan dan saling menghormati satu sama lain. (Usm)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *