MAMUJU, independennews.id — “Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai UPTD Kepala SMPN 2 Sampaga yang diamanahkan oleh pengambil kebijakan dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Mamuju, saya mengacu pada visi dan misi sekolah. Sebab didalam visi dan misi telah tertuang dengan jelas sasaran yang akan dicapai sekolah,” tutur Kepala UPTD SMPN 2 Sampaga Kabupaten Mamuju, Sulbar, Sholihin, M.Pd, Sabtu 15/03/2025.
Visi dan misi yang dimaksud ialah, lanjutnya, Visi: “Terwujudnya Pelajar Pancasila yang BERDAYASAING TEKNOIMTAK: Bermutu, Berdisiplin, Berbudaya, Berwawasan Lingkungan dan Teknologi, Berakhlak Mulia Berdasarkan Iman dan Taqwa”. Sedangkan Indikato dari Visi tersebut ialah: (1) Unggul dalam keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, (2) Unggul dalam pengembangan kurikulum yang mengacu Rapor Pendidikan, (3) Unggul dalam Literasi dan Numerasi, (4) Unggul dalam pelaksanaan pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan, (5) Unggul dalam prestasi akademik dan non akademik, (6) Unggul dalam kejujuran, disiplin, peduli, santun, percaya diri, dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial dan alam, (7) Unggul dalam pembelajaran dan pengembangan diri yang terintegrasi dengan Pendidikan Lingkungan Hidup dan P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran gelap Narkoba, (8) Unggul dalam karakter warga sekolah yang berbudi pekerti luhur, bersih dari Narkoba dan peduli terhadap kelestarian fungsi lingkungan, (9) Unggul dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, asri dan nyaman untuk mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan,

“Untuk mencapai Visi tersebut, perlu dilakukan suatu Misi berupa bagian jangka panjang dengan arah yang jelas, yakni: (1) Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui penanaman budi pekerti dan program kegiatan keagamaan, (2) Melaksanakan hidup disiplin dan berakhlaq, (3) Melalsanakan pengembangan proses pembelajaran yang konsisten dan berkelanjutan, (4) Melaksanakan pembelajaran yang mengembangkan Literasi dan Numerasi, (5) Mewujudkan pelaksanaan pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan, (6) Meningkatkan prestasi akademik dan non akademik, (7) Mengembangkan sarana prasarana Komputer, (8) Menyediakan layanan WiFi dengan menggunakan layanan ORBIT di sekolah dan mengembangkan website resmi sekolah, (9) Melaksanakan kegiatan akademik dan non akademik secara terjadwal dan terencana, (10 Melaksanakan kegiatan keagmaan dengan baik dan benar, (11) Melaksanakan pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan, (12) Melaksanakan pengembangan kelembagaan dan Menagemen Berbasis Sekolah (MBS), (13) Melaksanakan pengembangan penilaian, (14) Melaksanakan program penggalangan pembiayaan sekolah, (15) Melaksanakan pengembangan peningkatan standar kelulusan, (16) Mengembangkan lingkungan menuju sekolah “ADIWIYATA”, (17) Menumbuhkan semangat aktifitas warga sekolah dalam merawat dan mengembangkan sarana fisik sekolah, (18) Mewujudkan karakter warga sekolah yang Pancasila sesuai amanah P5 (Projek Penguatan Pelajar Pancasila yakni berbudi pekerti luhur, disiplin, toleransi, bersih dari Narkoba dan peduli terhadap kelestarian fungsi lingkungan, (19) Mewujudkan kondisi lingkungan sekolah yang bersih, asri dan nyaman untuk mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan,” uraimya penuh semangat.

Adapun, jelasnya lagi, Tujuan yang ingin dicapai sekolah ialah: (1) Terlaksananya program kegiatan keagamaan: Shalat Dzuhur Berjamaah, Istoghosah, pesantren Ramadhan dan peringatan hari besar keagamaan, hapalan surah-surah pendek, (2) Mengoptimalkan proses pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student centered learning), (3) Penerapan sistem pembelajaran berbasis IT, (4) Penerapan pembelajaran yang selalu mengaitkan keterampilan Literasi dan Numerasi dalam setiap mata pelajaran, (5) Telaksananya pelaksanaan pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan, (6) Pengembangan wesite resmi sekolah, (7) Maksimalkan layanan bimbingan dan konselig, (8) Tercapainya prestasi dalam kompetisi akademik dan non akademik tingkat kabupaten maupun provinsi dan nasional, (9) Memperoleh Juara Olimpiade Sains tingkat kabupaten dan provinsi, (10) Menjadikan 95 % peserta didik memiliki kesadaran terhadap pelestarian lingkungan hidup, (11) Memiliki jiwa cinta tanah air yan diintenalisasi melalui kegiatan PMR dan Pramuka, (12) Meraih kejuaraan dalam cabang olahraga di tingkat kabupaten, provinsi dan nasional, (13) Meraih kejuaraan dalam cabang seni dan budaya di tingkat kabupaten dan provinsi, (14) Terlaksananya pembiasaan 5SP (Salam, Salim, Senyum, Sapa, Santun, dan Peduli Lingkungan), (15) Terwujudnya karakter warga sekolah yang berbudi pekerti luhur, bersih dari Narkoba melalui program pembiasaan, serta program 7K, (16) Tercapainya lingkungan sekolah yang bersih, asri dan nyaman untuk pembelajaran sebagai upaya pelestarian fungsi lingkungan, mencegah terjadinya pencemaran da kerusakan lingkungan.

Selain itu, lanjutnya, ia menerapakan dua jenis pendekatan kepada para guru dan staf, yakni pendekatan secara kedinasan dan pendekatan kekeluargaan. Karena menurutnya, dua hal tersebut harus dilakukan sesuai tempat serta situasi dan kondisi yang ada. Maksudnya, ada kalanya saya harus melakukan pendekatan sistem kedinasan dan adapula saatnya hanya pendekatan kekeluargaan-lah yang tepat saya lakukan. Dimana, pendekatan ini saya lakukan semata-mata untuk membangun kebersamaan, agar tumbuh kerjasama yang kompak serta penuh rasa ikhlas dan tanggung jawab terhadap tugas masing-masing, demi mewujudkan sekolah yang bermutu dan berkualitas,” kata Sholihin, M.Pd, penuh semangat.

Saat ditanya mengenai trik kepemimpinan yang diterapkannya dalam membina UPTD SMPN 2 Sampaga, lagi-lagi, Sholihin, M.Pd, kembali tersenyum ramah penuh kekeluargaan, sambil berkata, “seperti yang saya katakan tadi bhawa ada dua jenis pendekatan yang saya lakukan kepada para guru dan staf saya, agar tumbuh kebersamaan daan kerjasama yang kompak, sebab salah satu trik saya ialah membangun kerbersamaan seluruh stakeholders sekolah, mulai dari guru, staf, sampai pada orang tua peserta didik dan komite sekolah. Karena saya menyadari tanpa adanya dukungan dan kerjasama mereka, saya tak akan mampu berbuat banyak untuk memajukan sekolah ini, meskipun kemampuan atau pengalaman yang saya miliki cukup mapan”.
Selanjutya, jelasnya lagi, ia juga menerapkan kedisiplinan sebab menurutnya kedisiplinan adalah kunci sukses. Dimana dispilin yang dimaksudnya meliputi disiplin datang-pulang sekolah, disiplin waktu, disiplin dalam pembelajaan, disiplin kerja, disiplin kinerja dan disiplin administrasi. Agar disiplin tersebut terlaksanan secara efektif dan efisien, maka ia canangkan prinsip keteladanan, dalam artian ia selaku kepala sekolah memberikan contoh kepada para guru/staf dan siswa dalam berperilaku disiplin di sekolah. Misalnya, ia lebih awal datang ke sekolah dan pulang lebih lambat. Begitu pula dengan para guru, harusnya dia yang bersifat dan berperilaku disiplin agar menjadi contoh bagi para peserta didik, sebab alangkah mirisnya jika guru selaku pendidik yang selalu menekankan kepada peserta didik agar disiplin, namun ia sendiri yang tidak disiplin.
“Disiplin itu mutlak dan harus diterapkan di sekolah jika ingin mencapai mutu dan kualitas yang memuaskan, kerana pada dasarnya disiplin adalah kunci suskes (discipline is the key to success). Jadi saya selaku top leader di sekolah ini harus memberikan contoh sikap dan prilaku disiplin kepada para guru/staf, peserta didik dan masyarakat. Sebab alangkah ganjilnya jika saya yang menyerukan disiplin kepada para guru dan peserta didik, akan tetapi saya sendiri yang tidak taat dan patuh pada aturan yang ada di sekolah. Begitu pula dengan guru, juga harus memperlihatkan kepada para peserta didiknya sikap dan prilaku disiplin, agar dapat diteladani,” terangnya sambil tersenyum.

Juga, ungkapnya lagi, mengedepankan transparansi (keterbukaan) dalam setiap kegiatan sekolah, utamanya pada pengelolaan keuangan seperti dana BOS dan dana-dana lainnya yang diterima sekolah. Caranya, mengangkat salah seorag guru/staf menjabat sebagai Bendahara, kemudian diberi kewenangan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan Tupoksinya (Tugas Pokok dan Fungsinya).
“Saya juga mengadakan manajemen partisipastif. Maksudnya, semua job saya bagikan kepada para guru/staf sesuai dengan kapasitas kemampuan dan pengalamannya masing-masing, sehingga mereka memiliki tugas yang harus dipertanggung jawabkan kepada saya, nantinya. Sehingga para guru dan staf merasa dilibatkan dalam penyelenggaraan pendidikan sekolah, dan saya selaku top leader selalu memberikan arahan, bimbingan dan evaluasi, agar kinerja mereka lebih bagus dan dapat dipertanggung jawabkan”, ujarnya dengan santai.

Pasalnya, tambahnya lagi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) yang berubah nama saat ini menjadi Kemendikdasmen (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah) mengembangkan Platform Merdeka Mengajar (PMM) yang merupakan platform edukasi yang menjadi teman penggerak untuk pendidik dalam mewujudkan Pelajar Pancasila yang memiliki fitur Belajar, Mengajar, dan Berkarya. Yakni: Pertama, Platform Merdeka Mengajar menyediakan referensi bagi guru untuk mengembangkan praktik mengajar sesuai dengan Kurikulum Merdeka, dalam fitur Mengajar, ada fitur Perangkat Ajar yang dapat digunakan oleh Guru dan Tenaga Kependidikan dalam mengembangkan diri, saat ini tersedia lebih dari 2000 referensi perangkat ajar berbasis Kurikulum Merdeka. Fitur asesmen murid yang dikembangkan untuk membantu guru dan tenaga kependidikan melakukan analisis diagnostik terkait kemampuan peserta didik dalam literasi dan numerasi dengan cepat sehingga dapat menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan tahap capaian dan perkembangan peserta didik. Kedua, Platform Merdeka Mengajar memberikan kesempatan yang setara bagi guru untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensinya kapan pun dan di mana pun guru berada. Fitur Belajar pada Platform Merdeka Mengajar memberikan fasilitas Pelatihan Mandiri yang memberikan kesempatan kepada guru dan tenaga kependidikan untuk dapat memperoleh materi pelatihan berkualitas dengan mengaksesnya secara mandiri. Fitur lain dari Belajar adalah Video Inspirasi, fitur ini memberikan kesempatan kepada Guru dan tenaga kependidikan bisa mendapatkan beragam video inspiratif untuk mengembangkan diri dengan akses tidak terbatas yang pada akhirnya adalah mengembangakn kualitas dari komptensinya dalam implementasi kurikulum merdeka. Ketiga, Platform Merdeka Mengajar mendorong guru untuk terus berkarya dan menyediakan wadah berbagi praktik baik. Fitur lainnya adalah Berkarya, dimana fitur ini adalah memberikan “Bukti Karya Saya” yang merupakan best praktis dari hasil implementasi pembelajaran terutama terkait best praktis pembelajaran pada kurikulum merdeka, Guru dan tenaga kependidikan dapat membangun portofolio hasil karyanya agar dapat saling berbagi inspirasi dan berkolaborasi sehingga guru dapat maju bersama.

“Sejalan dengan itulah, PMM yang dikembangkan diharapkan mampu menjadi partner guru dalam implementasi kurikulum merdeka dengan semangat kolaborasi dan saling berbagi. Konten konten yang dikembangkan oleh Kemendikbudristek memberikan pemahaman lebih saat implementasi dan pembelajaran di satuan pendidikan yang telah ikut serta dalam implementasi kurikulum merdeka,” paparnya sambil tersenyum.
“Jujur, kepala sekolah kami sangat transparan dalam setiap kegiatan sekolah, utamanya pada pengelolaan keuangan sekolah seperti dana BOS dan dana-dana lainnya yang diterima sekolah. Caranya, mengangkat salah seorang guru/staf menjabat sebagai Bendahara dan diberi kewenangan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan Tupoksinya,” aku beberapa gur dan stafnya pada tempat terpisah. Diakui pula beberapa orang tua peserta didik yang ditemui pada tempat terpisah, tingkat kedisiplinan UPTD SMPN 2 Sampaga juga semakin bagus dan efektif. Karena saat jam sekolah, khususnya jam pelajaran, kami tidak menemukan peserta didik yang berkeliaran di luar sekolah, terkecuali jika ada hal-hal yang sangat penting dia urus di luar terkait dengan kegiatan di sekolah. Kerjasama sekolah dengan komite atau orang tua siswa juga berjalan sangat bagus dan kondusif, dimana pihak sekolah selalu melibatkan komite dalam setiap kegiatan sekolah sesuai dengan Tupoksinya. (Usman)

