independennews.id (Sidrap) — Gapoktan Mekar memiliki anggota sebanyak 35 kelompok tani dan lokasi sekitar 1.400 Ha, telah memperoleh bantuan dari pemerintah pusat, Ditjen PSP, melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Sidrap, sebesar Rp125 juta, digunakan untuk pengembangan embung-embung.
Demikian, kata Ketua Gapoktan Mekar Kelurahan Kanyuara Kecamatan Watang Sidenreng Kabupaten Sidrap, Suslel, Laiweng Hanafi, saat ditemui di kediamannya, beberapa aktu lalu.
“Dana Rp125 juta, kami gunakan sesuai dengan juknis anggaran dan peruntukkannya, yakni pengembangan embung-embung (penampungan air untuk persawahan pada saat musim kemarau). Kegiatan berlokasi di Teppo Lebeng, berupa pembangunan pintu air pembuangan dan saluran air ke persawahan. Berkat bantuan tersebut, kini petani tidak risau saat padinya butuh asupan air,” ungkapya dengan santai.

Dijelaskan pula Laiweng Hanafi bahwa pada tahun 2023, pihaknya membangun jembatan jalan tani dan rehab pintu air secara swadaya. Sebab fasilitas fisik tersebut sangat dibutuhkan masyarakat petani, sehingga tidak bisa jika menunggu bantuan pemerintah yang butuh proses panjang.
“Pada tahun ini, kami telah membangun 1 unit jembatan jalan tani secara swadaya murni dengan volume 4×2 meter dengan rincian: tinggi 2 meter termasuk batu kososng pondasi, lebar pondasi 70 cm dan lantainya 4×2 meter, menghabiskan sekitar 100 sak semen 50 kg dan 5 mobil tongkang timbunan. Jembatan tani ini sangat urgen bagi masyarakat, sebab menjadi penguhubung antar lokasi persawahan, sehingga dapat memperlancar akses keluar masuk menggunakan kendaraan roda empat, alat pertanian seperti combine, tracktor, blender, motor taksi gabah, dan pengankut bahan tani lainnya,” terangnya dengan serius.
Selain itu, ungkapnya lagi, pihaknya juga melakukan swadaya perbaikan pintu air yang menelan anggaran sebesar Rp10 juta sumbangan para petani, khususnya anggota Gapoktan Mekar. Karena pintu air telah mangalami kerusak cukup parah dan kurang mampu lagi menahan aliran air irigasi, sehingga dikhawatirkan air merembes keluar dan bisa jebol kalau debitnya tinggi (air deras).
“Swadaya kami ljuga lakukan untuk memperbaiki pintu air dengan menggunakan aggaran sebesar Rp10 juta, sebab kondisisya sudah rusak parah dah tidak layak lagi, sehinga dikhawatirkan tidak mampu menahaan air saat debitnya tinggi. Alhamdulilah, saat saya usulkan kepada semua kelompok tani yang tegabung dalam Gapoktan Mekar, semua merespon dan setuju hingga terkumpul anggaran Rp10 juta, dan dikerjakanlah pintu air tesebut,” paparnya dengan santai.
Ketua Gapoktan Mekar, Laiweng Hanafi, mengatakan, “pada saat ini kami masih sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah, utamanya pengadaaan alat pertanian seperti Combine (mesin panen padi), dan Blender (tracktor empat roda). Sebab kami memiliki seitar 1.400 Ha lokasi persawahan, sering lambat turun menggarap sawah karena tracktor kurang, serta panen juga selalu terlambat dan menyebabkan padi rusak dikarenakan tidak ada Combine memadai”.
“Berbicara mengenai politik, khususnya DPR, kami menjatuhkan pilihan kepada kepada Calon DPR RI Nasdem H. Rusdi Masse, karena kami tahu dan telah merasakan hasil yang ditorehaknnya, mulai sejak menjabat Bupati Sidrap dua periode, hingga menjadi anggota DPR RI saat ini. Begiutpula pada DPR Provinsi Sulsel, kami juga memilih kader Partai Nasdem, H. Syaharuddin Alrif”, tegasnya penuh semangat.

“Dan saya selaku tokoh masyarakat sekaligus Ketua Gapoktan Mekar, akan berusaha semaksimal mungkin, agar kedua calon dukunga kami tersebut terpilih dan memperoleh kursi di DPR RI dan DPR Provinsi Sulsel. Dan sampai saat ini, 90 persen masyarakat petani yang tergabung dalam Gapoktan Mekar yang saya pimpin ini, mendukung kedua Caleg Nasdem tesrebut,” paparnya dengan serius. (Rusli Laica)

