Sidrap, independennews.idAbdul Malik terus menunjukkan komitmennya dalam membangun Desa Kalosi melalui berbagai program pembangunan infrastruktur dan pertanian yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Abdul Malik mengungkapkan bahwa sebelum menjabat sebagai kepala desa, dirinya pernah dipercaya menjadi Ketua KPMD pada tahun 2008. Namun beberapa tahun kemudian ia memilih merantau ke Kalimantan untuk mencari pengalaman dan penghidupan.

“Pada tahun 2020 saya dipanggil kembali oleh warga dan tokoh masyarakat Desa Kalosi untuk ikut Pilkades. Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan masyarakat, saya memperoleh suara terbanyak dan dipercaya menjadi Kepala Desa Kalosi,” ujarnya, Senin 18/05/2026.

Sejak memimpin Desa Kalosi, Abdul Malik aktif menggalakkan pembangunan infrastruktur desa. Berbagai program telah direalisasikan, mulai dari pembangunan rabat beton jalan perkampungan, drainase, talud, hingga pembangunan jalan tani melalui pengerasan dan penimbunan.

Dalam menjalankan roda pemerintahan desa, ia mengedepankan kerja sama dengan aparat desa, staf, perangkat desa, kepala dusun, BPD, serta tokoh masyarakat agar pembangunan berjalan maksimal dan transparan.

“Dalam proses pembangunan kami selalu berpedoman pada RAB, gambar, dan juknis agar hasil pekerjaan sesuai bestek dan berkualitas,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya selalu turun langsung mengawasi pekerjaan pembangunan bersama Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dan masyarakat. Menurutnya, pengawasan yang ketat menjadi kunci agar hasil pembangunan tahan lama dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

Pada Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Desa Kalosi memprioritaskan pembangunan jaringan irigasi tersier untuk mendukung sektor pertanian masyarakat. Selain itu, anggaran desa juga digunakan untuk pembangunan talud, perbaikan pagar lapangan, dan rehabilitasi saluran air.

Pembangunan jaringan irigasi tersier tersebut dinilai sangat penting karena berfungsi menyalurkan air dari jaringan sekunder ke petak-petak sawah milik petani.

Manfaat pembangunan irigasi tersier antara lain:

  • Distribusi air lebih merata hingga ke area persawahan.
  • Mendukung ketahanan pangan dan mencegah gagal panen.
  • Meningkatkan hasil produksi pertanian masyarakat.

Program pembangunan irigasi ini juga sejalan dengan upaya pemerintah pusat melalui program percepatan tata guna air irigasi untuk mendukung swasembada pangan nasional.

Abdul Malik menambahkan bahwa prinsip kerjanya selama menjadi kepala desa adalah bekerja dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.

“Apapun yang kita kerjakan pasti dilihat Allah SWT. Dunia ini hanya sementara, sehingga bagaimana kita membangun amal baik untuk bekal di akhirat. Karena itu saya selalu turun langsung mengawasi pekerjaan meskipun dalam keadaan sakit, supaya bangunan berkualitas dan tahan lama untuk dinikmati anak cucu kita,” tutupnya. (Rusli Laica)

By admin