JAKARTA, independennews.id – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/MA/SMK dan sederajat tahun 2026 berjalan tertib, aman, dan berintegritas. Pelaksanaan yang dimulai pada 26 Oktober 2026 ini juga mengedepankan perlindungan peserta, khususnya murid di wilayah terdampak bencana.

Hingga 23 Oktober 2026, tercatat sebanyak 3.864.195 peserta telah mendaftar dari total 4.213.114 calon peserta, atau mencapai 91,72 persen. Capaian tersebut menunjukkan kesiapan pelaksanaan asesmen yang didukung penguatan infrastruktur, pengawasan, serta koordinasi antarpemangku kepentingan.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Toni Toharudin, mengatakan besarnya jumlah peserta menjadi tanggung jawab pemerintah untuk memastikan layanan asesmen berjalan secara andal dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Besarnya jumlah pendaftar itu menjadi tanggung jawab kami untuk menyediakan layanan asesmen yang tentunya harus tertib, adil, dan juga bisa dipercaya,” ujar Toni dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Senin (26/10/2026).

Berdasarkan data Kemendikdasmen, tingkat pendaftaran peserta jenjang SMA mencapai 95,68 persen, MA 95,64 persen, dan SMK 93,10 persen. Untuk memastikan kesiapan teknis, Kemendikdasmen sebelumnya telah melaksanakan gladi bersih pada 5–18 Oktober 2026.

Gladi bersih tersebut bertujuan menguji kesiapan perangkat, jaringan, dan sistem asesmen sekaligus memastikan peserta serta petugas memahami prosedur pelaksanaan. Berdasarkan bahan presentasi, gladi bersih moda daring diikuti 3.015.860 peserta dengan tingkat partisipasi 90,90 persen, sedangkan moda semi-daring diikuti 498.897 peserta dengan tingkat partisipasi 91,79 persen.

Pelaksanaan TKA dibagi dalam beberapa gelombang dan sesi untuk menyesuaikan kapasitas infrastruktur serta kemampuan sistem. Moda daring disiapkan untuk melayani hingga 900.000 peserta secara bersamaan.

Dari sisi pengawasan, Kemendikdasmen menyiapkan 50.474 pengawas ruang dan 1.710 penyelia dari perguruan tinggi negeri. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketertiban pelaksanaan sekaligus memastikan hasil asesmen mencerminkan kemampuan peserta secara objektif.

Toni menegaskan, integritas menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan TKA melalui tagline “Jujur dan Gembira”. Murid diharapkan mengerjakan soal berdasarkan kemampuan sendiri serta mengikuti asesmen dengan tenang dan percaya diri.

“Jujur berarti mengerjakan dengan kemampuan sendiri. Kemudian ketika bicara gembira, berarti datang dengan tenang, percaya diri, dan tentunya tidak terbebani secara berlebihan,” katanya.

Ia juga mengimbau murid mempersiapkan diri dengan belajar secara proporsional, menjaga waktu istirahat, dan memahami petunjuk pelaksanaan. Dukungan orang tua dan guru dinilai penting untuk menciptakan suasana yang kondusif agar murid dapat mengikuti asesmen tanpa tekanan berlebihan.

Perlindungan Peserta di Wilayah Bencana

Di tengah persiapan pelaksanaan TKA, Kemendikdasmen memberikan perhatian khusus kepada satuan pendidikan di wilayah terdampak bencana. Kondisi bangunan sekolah, akses menuju lokasi, kesehatan peserta, serta kesiapan petugas menjadi pertimbangan utama sebelum asesmen dilaksanakan.

“Keselamatan dan kesehatan murid, guru, dan juga seluruh tim pelaksana merupakan prioritas utama kami,” ujar Toni.

Untuk memastikan keputusan sesuai dengan kondisi di lapangan, dinas pendidikan provinsi berkoordinasi dengan kantor wilayah Kementerian Agama dalam memetakan kesiapan setiap satuan pendidikan.

Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar untuk menentukan sekolah yang dapat melaksanakan TKA sesuai jadwal utama dan sekolah yang membutuhkan dukungan atau penyesuaian melalui jadwal susulan.

Sekolah yang belum memenuhi kondisi aman tidak akan dipaksakan mengikuti jadwal utama. Peserta yang terdampak bencana tetap diberikan kesempatan mengikuti asesmen melalui penyesuaian jadwal sesuai ketentuan yang berlaku.

Pendekatan ini diharapkan dapat menjaga hak peserta untuk mengikuti TKA tanpa mengabaikan keselamatan dan kesehatan mereka. Dengan demikian, kondisi darurat tidak serta-merta menjadi penghalang bagi murid untuk memperoleh kesempatan asesmen yang adil.

Jadwal Pelaksanaan TKA 2026

TKA reguler bagi peserta pendidikan formal dijadwalkan dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 26–29 Oktober 2026, sedangkan gelombang kedua pada 2–5 November 2026.

Sementara itu, gelombang khusus untuk mata pelajaran wajib dijadwalkan pada 31 Oktober–1 November 2026, sedangkan mata pelajaran pilihan berlangsung pada 7–8 November 2026.

Peserta yang berhalangan mengikuti asesmen karena kendala teknis, sakit, atau kondisi tertentu dapat mengikuti jadwal susulan sesuai ketentuan. Satuan pendidikan perlu mencatat ketidakhadiran peserta dalam berita acara, kemudian mengoordinasikan data tersebut melalui dinas pendidikan atau kantor wilayah Kementerian Agama untuk ditindaklanjuti.

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Rahmawati, menjelaskan bahwa gladi bersih merupakan tahapan penting untuk mengidentifikasi berbagai kendala sebelum pelaksanaan utama. Melalui tahapan ini, satuan pendidikan dapat memastikan kesiapan perangkat dan jaringan serta pemahaman petugas dan peserta terhadap prosedur asesmen.

Rahmawati menambahkan, hasil TKA dapat dimanfaatkan untuk memetakan kompetensi murid dan membantu guru merancang pembelajaran yang lebih tepat sasaran. Hasil asesmen juga dapat menjadi salah satu sumber informasi awal dalam proses transisi peserta ke jenjang pendidikan berikutnya.

Melalui penguatan kesiapan teknis, pengawasan, dan penyesuaian pelaksanaan berdasarkan kondisi satuan pendidikan, Kemendikdasmen berupaya memastikan TKA 2026 berlangsung secara berintegritas dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh peserta.

Komitmen tersebut tidak hanya mencakup kesiapan sistem dan kelancaran pelaksanaan, tetapi juga memastikan setiap murid, termasuk yang berada di wilayah terdampak bencana, dapat mengikuti asesmen dengan aman sesuai kondisi masing-masing. (Fit)

By admin