MAKASSAR, independennews.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan menetapkan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI di empat kabupaten untuk menjaga kesinambungan organisasi menyusul kekosongan kepemimpinan di wilayah tersebut.

Penetapan itu disepakati dalam pertemuan konsolidasi pengurus PWI Sulsel yang berlangsung di Warkop Kopi Setia, Jalan Irian, Kota Makassar, Rabu (21/10/2026). Pertemuan dipimpin langsung Ketua PWI Sulsel, Ir. H. Suwardi Thahir, M.I.Kom, dan dihadiri Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, Dewan Kehormatan, serta jajaran pengurus lainnya.

Empat nama yang ditetapkan sebagai Plt Ketua PWI di tingkat kabupaten, yakni Ikhsan DJ untuk PWI Gowa, Mappiar HS untuk PWI Maros, A. Asdar untuk PWI Bone, dan A. Fas Rahmat untuk PWI Wajo.

Penunjukan tersebut dilakukan untuk mengisi kekosongan kepemimpinan yang sebelumnya dijabat Muh. Arman K. Sewang di Gowa, Mukhlis Amans Hady di Maros, Suparman Warium di Bone, serta H. Rukman Nawawi di Wajo.

Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Sulsel, H. Mappiar HS, menegaskan bahwa penetapan Plt bukan sekadar langkah administratif, melainkan bagian dari upaya menjaga stabilitas dan keberlangsungan organisasi.

“Langkah ini bukan sekadar pengisian administratif. Roda organisasi tidak boleh mandek; Plt hadir agar program kerja berlanjut dan anggota tetap terayomi. Tugas utama Plt adalah mengawal persiapan Konferensi Cabang demi melahirkan ketua definitif di daerahnya masing-masing,” tegas Mappiar.

Ia menjelaskan, para Plt memiliki tanggung jawab untuk memastikan aktivitas organisasi tetap berjalan sekaligus mempersiapkan pelaksanaan Konferensi Cabang sebagai forum penentuan ketua definitif di masing-masing kabupaten.

Menurutnya, proses penunjukan juga mempertimbangkan rekam jejak dan integritas calon. Kedua aspek tersebut dinilai penting untuk memastikan kepemimpinan sementara dapat menjalankan amanah organisasi secara profesional dan bertanggung jawab.

Mappiar mengingatkan bahwa PWI sebagai organisasi profesi wartawan harus terbebas dari kepentingan pribadi. Karena itu, kapasitas, komitmen, dan kesungguhan menjaga marwah organisasi harus menjadi landasan utama dalam menjalankan tugas.

Pertemuan konsolidasi tersebut berlangsung interaktif dengan berbagai pandangan mengenai pentingnya menjaga eksistensi PWI di daerah. Para peserta menilai, keberadaan organisasi profesi wartawan memiliki peran strategis dalam mendorong profesionalisme, menjaga independensi pers, serta memperkuat perlindungan terhadap anggota.

Kekosongan kepemimpinan di sejumlah kabupaten juga menjadi momentum bagi PWI Sulsel untuk memperkuat soliditas internal dan memastikan program organisasi tetap terlaksana tanpa hambatan.

Melalui penunjukan empat Plt tersebut, PWI Sulsel berharap koordinasi organisasi di tingkat kabupaten dapat kembali berjalan optimal. Selain menjaga kesinambungan program kerja, para Plt diharapkan mampu mempersiapkan konferensi cabang secara terarah hingga terbentuk kepengurusan definitif.

Mappiar menegaskan, konsolidasi organisasi harus menjadi langkah nyata untuk menjaga kepercayaan anggota dan memperkuat peran PWI sebagai rumah bersama bagi wartawan.

“Kekosongan kepemimpinan bukanlah titik henti, melainkan gerbang awal menuju konsolidasi yang lebih kuat. PWI Sulsel berkomitmen penuh bahwa organisasi wajib bergerak maju, program terus berjalan, dan marwah insan pers tidak boleh pernah padam,” tutupnya. (*)

By admin