Mamuju, independennews.id — MTs DDI Lombang-Lombang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diikuti oleh dua satuan pendidikan, yakni MA DDI Lombang-Lombang dan MTs DDI Lombang-Lombang. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai Kamis hingga Jumat (18–19 Desember 2025).

Bimtek tersebut menghadirkan pemateri dari Pengawas Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, yang juga merupakan Sekretaris Pokjawas Madrasah Sulbar. Kegiatan ini diikuti oleh 63 peserta, gabungan guru dari MA dan MTs DDI Lombang-Lombang.

Dalam sambutannya, Kepala MTs DDI Lombang-Lombang, Syahrul, S.Pd.I., M.M, menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta bukanlah kurikulum baru yang menggantikan kurikulum yang ada, melainkan sebuah pendekatan yang menyisipkan nilai-nilai cinta dalam seluruh proses pembelajaran.
“Kurikulum Berbasis Cinta ini bukan kurikulum baru yang menggantikan, tetapi penyisipan nilai cinta ke dalam seluruh proses pembelajaran agar pendidikan tidak hanya mencetak kepala, tetapi juga hati dan karakter bangsa,” ujar Syahrul.
Ia berharap melalui kegiatan bimtek ini, para guru mampu mengimplementasikan pendekatan pendidikan yang menanamkan nilai kasih sayang, empati, dan toleransi dalam proses belajar mengajar.

“Harapan saya, para guru mengutamakan pendekatan pendidikan yang membentuk karakter siswa yang cerdas secara intelektual, emosional, dan spiritual, serta memiliki kepedulian terhadap sesama, lingkungan, dan tanah air, dengan tetap mengedepankan keharmonisan dalam keberagaman,” tambahnya.
Kepala MA DDI Lombang-Lombang, Abd. Latif, S.Pd., menekankan pentingnya disiplin dalam proses pembelajaran serta kesiapan guru dalam menyambut kurikulum yang berorientasi pada pembentukan karakter siswa berbasis kasih sayang.

“Melalui Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta ini, diharapkan para pendidik di lingkungan DDI Lombang-Lombang dapat memperkuat peran madrasah sebagai pusat pembentukan karakter generasi bangsa yang berakhlak, humanis, dan berjiwa kebangsaan, kuncinya. (Usman Laica)
