Mamuju Tengah, independennews.id — SMP Negeri 7 Budong-Budong merupakan salah satu sekolah yang berada di wilayah terpencil Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulbar. Letaknya yang sangat jauh dari pusat ibu kota kabupaten diperparah dengan kondisi akses jalan yang memprihatinkan dan tidak layak dilalui, terutama saat musim hujan.

Medan jalan menuju sekolah dipenuhi lubang dan kubangan air. Ketika hujan deras turun, ruas jalan tersebut kerap dilanda banjir. Bahkan, warga sering menemukan buaya berenang di lokasi banjir, kondisi yang dinilai dapat mengancam keselamatan para pengguna jalan. Kendaraan roda dua saja sering kesulitan mencapai lokasi sekolah, apalagi kendaraan roda empat.

Salah seorang guru SMPN 7 Budong-Budong, Muhram, S.Pd.Gr, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut sudah menjadi tantangan sehari-hari bagi para tenaga pendidik di sekolah itu. Namun, ia menegaskan bahwa keterbatasan akses tidak menyurutkan semangat para guru dalam menjalankan tugas.


“Walaupun kondisi jalan sangat sulit, hal itu tidak membuat semangat kami luntur. Yang utama dalam jiwa dan hati kami adalah melaksanakan tugas dan amanah sebagai pendidik dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab,” ujar Muhram, Rabu 17/12/2025.


Hal senada juga disampaikan oleh Kepala SMPN Emeryah, S.Pd. Ia mengatakan bahwa medan jalan dari Topoyo menuju sekolah sangat memprihatinkan, terutama saat pengadaan bahan dan material bangunan. Tidak jarang pihak toko enggan mengantar material hingga ke lokasi sekolah karena akses yang sulit.

“Syukur, kami dibantu oleh salah seorang tokoh masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap dunia pendidikan. Dia bersedia menjemput bahan dan material bangunan jika toko tidak mau mengantar,” ungkap Emeryah, Rabu 17/12/2025.

Saat ini, SMPN 7 Budong-Budong tengah melaksanakan pembangunan sekolah melalui program bantuan revitalisasi pendidikan dari pemerintah pusat. Dukungan masyarakat menjadi salah satu faktor penting agar pembangunan tetap berjalan meski terkendala akses transportasi.

Dalam kepemimpinannya, Kepala Sekolah Emeryah, S.Pd, menerapkan prinsip kedisiplinan, musyawarah, dan transparansi. Ia juga mengedepankan pendekatan kekeluargaan dalam mengelola sekolah.

“Para guru di sini memiliki rasa tanggung jawab dan keikhlasan yang tinggi dalam melaksanakan tugas masing-masing,” tambahnya.

Kondisi SMPN 7 Budong-Budong menjadi gambaran nyata perjuangan dunia pendidikan di daerah terpencil, sekaligus cerminan dedikasi para pendidik yang tetap mengabdi di tengah keterbatasan demi masa depan generasi penerus bangsa. (Usman Laica)
