Mamuju, independennews.id — Pelaksanaan upacara bendera hari Senin (15/12/2025) di MI Al-Ikhwanul Muhsinin Toansang Kecamatan Papalang Kabupaten Mamuju, Sulbar, berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh disiplin. Seluruh peserta upacara, khususnya para siswa, menunjukkan sikap disiplin dan antusias sejak awal kegiatan.

Kepala MI Al-Ikhwanul Muhsinin, Muh. Ahsan Hamid, S.Pd.I, selaku pembina upacara, menyampaikan amanat yang menekankan pentingnya disiplin dan keseriusan dalam belajar. Dalam amanatnya, beliau mengingatkan bahwa meskipun semester telah selesai dilaksanakan, bukan berarti proses belajar harus berhenti.
“Menjelang masa libur setelah penerimaan rapor pekan depan, peserta didik memang libur sejenak. Namun, liburan tersebut hendaknya dimanfaatkan untuk mempersiapkan diri menghadapi semester selanjutnya,” ujarnya, Senin/15/2025.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa siswa yang telah memenuhi kriteria dan menunjukkan prestasi akan naik kelas, sedangkan siswa yang nilainya belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) harus mengikuti ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, seluruh siswa diajak untuk berlomba-lomba menjadi peserta didik yang cerdas, berakhlak mulia, serta berguna bagi masyarakat, bangsa, negara, dan khususnya agama.

Pelaksanaan upacara bendera kali ini juga menunjukkan perkembangan positif dari sisi kepemimpinan siswa. Siswa kelas V bertugas sebagai pengibar bendera, didampingi siswa kelas IV, sementara siswa kelas III sudah mulai berani dan mampu tampil sebagai pemimpin upacara. Hal ini menjadi bukti meningkatnya antusias dan kepercayaan diri peserta didik.
Namun demikian, pihak sekolah berharap agar pada pelaksanaan upacara selanjutnya tidak ada lagi guru yang datang terlambat, bahkan tiba di sekolah saat upacara hampir selesai. Kepala madrasah menegaskan bahwa disiplin harus dimulai dari diri guru sebagai teladan bagi peserta didik.
“Disiplin itu dimulai dari diri kita sendiri sebagai guru. Jangan sampai siswa sudah datang lebih awal dan melaksanakan upacara dengan tertib, tetapi justru ada guru yang terlambat. Guru harus menjadi contoh, bukan sebaliknya,” tegasnya.

Dengan terlaksananya upacara bendera ini, diharapkan budaya disiplin dan keteladanan di lingkungan MI Al-Ikhwanul Muhsinin Toansang semakin meningkat dan menjadi karakter kuat bagi seluruh warga madrasah. (Usman Laica)
