Oleh : Sjahrir Tamsi

independennews.id — Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya Semboyan, melainkan Jiwa bangsa yang harus Dihidupkan dalam Bentuk Nyata.

Di tengah dinamika sosial dan tantangan kebangsaan yang kian kompleks, Indonesia membutuhkan simbol baru yang tidak sekadar Monumental, tetapi juga Berjiwa. Sebuah Pusat kebudayaan dan Dialog yang mencerminkan semangat Persatuan dalam Keberagaman, yakni tempat di mana Nilai-nilai Kemanusiaan, Kebangsaan, dan Kebudayaan Berpadu untuk Memperkuat Ikatan Sosial Lintas Generasi, Profesi, Adat, dan Iman.

Gagasan tentang Kompleks Istana Keberagaman Nusantara yang diusulkan oleh DPD Forum Keberagaman Nusantara (FKN) Sulawesi Barat untuk Tingkat Pusat dan Provinsi, sementara untuk Tingkat Kabupaten/Kota yakni “Rumah Kebersamaan”. Hal ini merupakan langkah Strategis dan Visioner dalam memperkuat Pilar Kebinekaan Bangsa. Kompleks ini diidealkan bukan hanya sebagai bangunan fisik monumental, tetapi juga sebagai “Ruang Hidup Kebersamaan”, tempat bertemunya Pikiran-pikiran Besar dan semangat Kolaboratif dari Berbagai Elemen Bangsa.

Makna Filosofis dan Nilai Strategis

Istana/Rumah Keberagaman Nusantara merupakan Miniatur Representatif dari Kompleks Istana Kepresidenan di Ibu Kota Nusantara (IKN). Namun, peran dan maknanya jauh lebih luas. Ia bukan sekadar Simbol Pemerintahan, tetapi Simbol Peradaban. Sebuah tempat di mana Nilai-nilai Dasar Bangsa, seperti Pancasila, Toleransi, Gotong royong, dan Persaudaraan Lintas Perbedaan dapat Dijaga, Dihidupkan, dan Diwariskan.

Bangunan Monumental ini akan berfungsi sebagai :

  1. Pusat Dialog Lintas Iman dan Budaya
    Tempat para Tokoh Agama, Adat, Intelektual, dan Pemuda Bertemu dalam Ruang Kebersamaan yang Konstruktif.
  2. Kantor Koordinatif dan Sekretariat Nasional Forum Keberagaman Nusantara (FKN)
    Mengintegrasikan peran dari Tingkat Pusat hingga Daerah.
  3. Pusat kegiatan Kebangsaan dan Kemanusiaan
    Tempat diselenggarakannya Seminar, Pameran Budaya, Pertunjukan Seni Tradisional, dan Pertemuan antar-Profesi.
  4. Simpul Kolaborasi Nasional
    Mendorong terciptanya Inovasi Sosial, Kebijakan Inklusif, dan Harmoni Kehidupan Berbangsa di era Digital.

Dengan kehadiran Kompleks Istana/Rumah Keberagaman Nusantara di setiap Daerah, “Masyarakat akan memiliki Ruang Dialog Publik yang Menyejukkan, dan mampu mencegah potensi disintegrasi sosial serta Memperkuat Semangat Toleransi dan Solidaritas antar-Etnis dan antar-Agama.

Relevansi dan Urgensinya bagi Bangsa

Kehadiran Istana/Rumah Keberagaman Nusantara menjadi sangat urgen di masa kini, ketika arus globalisasi, polarisasi sosial, dan misinformasi sering menggerus semangat kebangsaan. Forum Keberagaman Nusantara (FKN), yang telah dideklarasikan oleh sejumlah elemen bangsa, yaitu : para Sultan, Raja, Tokoh Adat, dan Tokoh Bangsa Lintas Agama, Budaya dan Daerah, berperan sebagai Jembatan Nilai-nilai Kebangsaan dan Kearifan Lokal dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia Tercinta ini.

Membangun simbol keberagaman yang nyata berarti “Membangun Kesadaran Kolektif bahwa Kebinekaan bukan sekadar Identitas Pasif, tetapi Kekuatan Aktif yang Menumbuhkan Harmoni, Kreativitas, dan Daya Saing Bangsa”.
Istana/Rumah Keberagaman Nusantara menjadi Wadah untuk Menginternalisasi Nilai-nilai itu, yakni sebagai Tempat setiap Warga Bangsa merasa Dihargai dan Diakui Keberadaannya.

Rekomendasi kepada Pemerintah dan Investor

  1. Kepada Pemerintah Pusat, agar memasukkan Pembangunan Kompleks Istana/Rumah Keberagaman Nusantara dalam Agenda Prioritas Pembangunan Nasional Berbasis Karakter Kebangsaan dan Kebudayaan, seiring dengan Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
  2. Kepada Pemerintah Daerah, agar menyediakan Lahan Strategis dan Representatif sebagai dukungan kebijakan untuk Pendirian Kompleks serupa di setiap Provinsi dan Kabupaten/Kota, sebagai Simbol Harmoni Lokal dalam Bingkai Nasional.
  3. Kepada sektor Swasta dan Investor Regional, Nasional maupun Internasional, agar turut berpartisipasi melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) Berbasis Kebangsaan dan Kebudayaan, karena Investasi pada Keberagaman adalah Investasi pada Masa Depan Bangsa.
  4. Kepada Lembaga Pendidikan dan Masyarakat Sipil, agar Memanfaatkan Kompleks ini sebagai Ruang Edukasi dan Laboratorium Sosial untuk Membangun Karakter Bangsa yang Inklusif, Berbudaya, dan Berdaya Saing Global.

Mewujudkan Istana/Rumah Keberagaman Nusantara bukan sekadar membangun Gedung, melainkan “Membangun Roh Kebangsaan yang Hidup di dalam Setiap Anak Bangsa”. Ia adalah Simbol Nyata dari Tekad Bersama untuk Merawat Peradaban Indonesia yang Majemuk, Berdaulat, dan Berkeadaban.

Sebagaimana pesan Ki Hajar Dewantara,

“Di mana ada Kemerdekaan di situlah harus Ada Persatuan, dan di mana ada Persatuan di situlah Tumbuh Kemerdekaan yang Sejati.”

Maka, Istana/Rumah Keberagaman Nusantara adalah Rumah Besar Bangsa, yakni sebagai Tempat seluruh Anak Negeri, Tanpa Memandang Asal, Agama, atau Profesi, dapat Berdiri Sejajar sebagai Sesama Pewaris Nusantara yang Agung.

Salam Keberagaman Nusantara dan Hormat Penuh takzim,
Penulis : Sjahrir Tamsi (DPD-FKN Provinsi Sulawesi Barat. Pemerhati Pendidikan, Kebudayaan dan Keberagaman Nusantara).
Editor : Usman Laica.

By admin