independennews.id — Indonesia adalah Anugerah Terbesar Tuhan bagi Umat Manusia, yakni sebuah Negeri yang ditakdirkan lahir dari Keberagaman, Tumbuh dalam Perbedaan, dan Berdiri Tegak di atas Fondasi Persatuan. Dengan populasi sekitar 286 juta jiwa, terbentang di 17.508 pulau, memiliki 1.300 etnis dan suku bangsa, berbicara dalam lebih dari 700 bahasa lokal/daerah, serta bernaung dalam 38 provinsi, 416 kabupaten, dan 98 kota, Indonesia adalah Mozaik Kehidupan yang tiada duanya di dunia.

Dari fakta luar biasa itu, lahirlah kesadaran kolektif bahwa Keberagaman bukan sekadar realitas, melainkan Kekuatan Hakiki Bangsa ini. Atas dasar itulah, terbentuk Forum Keberagaman Nusantara (FKN), sebuah Wadah Kebangsaan yang hadir sebagai Perekat Anak Bangsa, Pemersatu Lintas Etnis, Suku, Budaya, Agama, Profesi, dan Generasi, untuk bersama menjaga dan menghidupkan kembali semangat “Bhinneka Tunggal Ika” sebagai napas persaudaraan Indonesia.

Deklarasi di Bawah Langit Nusantara

Pada Senin, 27 Oktober 2025, di Kedaton Kesultanan Ternate, Maluku Utara, dalam Suasana Persaudaraan dan Semangat Kebangsaan yang membuncah, FKN menggelar Deklarasi Nasional Menyongsong Satu Abad Indonesia Menuju Indonesia Emas.
Deklarasi resmi berskala Nasional ini dihadiri langsung : Wapres ke-13 RI selaku Ketua Dewan Pembina DPN-FKN, YM. Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin, Ketua Umum DPN-FKN, YM. Tuanku Arif Rahmansyah Marbun Tuanku Alamsyah dan tuan rumah Sultan Ternate, YM. Jou Kolano Malamo-lamo Sultan Hidayatullah Mudaffar Syah,

Di bawah langit biru Nusantara dan naungan Sang Pencipta, para Tokoh Bangsa diantaranya : Raja, Sultan, Pemuka Agama, Budayawan, Akademisi, serta Perwakilan dari seluruh Penjuru Tanah Air, Berikrar dalam satu semangat : Menjaga Warisan Leluhur, Menyulam Kembali Jalinan Persaudaraan, dan Menghidupkan Gotong royong sebagai Jiwa Bangsa Indonesia.

Deklarasi tersebut dibacakan secara khidmat oleh Pdt. Hanya Pantouw, S.Th., di atas panggung kehormatan, dan diikuti secara serentak oleh seluruh Perwakilan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) serta Dewan Pimpinan Daerah (DPD) FKN se-Indonesia.

Isi Deklarasi Forum Keberagaman Nusantara

Dalam Deklarasi tersebut, para Peserta berikrar untuk :

  1. Menjunjung tinggi dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara, mendukung terwujudnya Pasal 33 UUD 1945, serta membumikan semboyan Bhinneka Tunggal Ika sebagai perekat anak bangsa;
  2. Menjaga komitmen menghargai perbedaan suku bangsa, etnis, budaya, dan agama sebagai sumber kekuatan dan daya tahan bangsa Indonesia;
  3. Mencegah serta melawan segala bentuk diskriminasi, sekaligus meneguhkan toleransi dan inklusivitas yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia;
  4. Mendorong kolaborasi lintas generasi dan lintas elemen masyarakat dalam memperkuat gerakan kebangsaan yang menenangkan jiwa dan mencerahkan pikiran;
  5. Menghidupkan kembali nilai-nilai luhur dan kearifan lokal sebagai akar budaya bangsa yang memperkuat jati diri Indonesia;
  6. Menumbuhkan rasa saling menghormati dan menyayangi sesama anak bangsa, dengan semangat beragam untuk bersatu dalam Indonesia Raya.

Deklarasi ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi juga menjadi Seruan Moral dan Spiritual untuk seluruh rakyat Indonesia, agar selalu menjaga keberagaman sebagai bagian dari identitas nasional, dan menjadikannya energi positif dalam membangun masa depan bangsa yang Damai, Berdaulat, Adil, dan Sejahtera.

Makna Filosofis : Keberagaman sebagai Napas Persatuan

Keberagaman Indonesia ibarat “Taman Bunga yang Indah, di mana setiap Warna, Aroma, dan Bentuk memiliki Perannya masing-masing”.
Dalam Taman itu, Perbedaan tidak menjadi jarak, melainkan Harmoni yang Memperindah Kehidupan Bersama.

FKN hadir bukan untuk menonjolkan perbedaan, melainkan untuk “Menyatukan kesadaran bahwa perbedaan adalah karunia, bukan penghalang”. Dengan demikian, semangat “Berbeda-beda tetapi tetap satu jua” tidak hanya menjadi semboyan, tetapi menjadi laku hidup dan tanggung jawab bersama sebagai anak bangsa.

Menatap Satu Abad Indonesia : Dari Keberagaman Menuju Keemasan

Memasuki abad kedua kemerdekaan, Indonesia membutuhkan energi moral dan spiritual yang lahir dari persatuan sejati. Tantangan globalisasi, digitalisasi, dan perubahan sosial yang cepat menuntut bangsa ini memiliki keteguhan identitas dan kedewasaan sikap dalam mengelola keberagaman.

Forum Keberagaman Nusantara dengan semangatnya yang menyala dari ufuk timur, menjadi simbol Kebangkitan Moral Kebangsaan. Ia mengingatkan Kita bahwa “Kekuatan bangsa ini bukan pada keseragaman, tetapi pada kemampuan untuk hidup rukun dalam perbedaan”.

Menyalakan Api Persaudaraan

Dengan Hati yang Tulus dan Semangat yang Menyala, Sultan Ternate selaku tuan rumah dan seluruh Dewan Pimpinan Nasional, Dewan Pimpinan Daerah Forum Keberagaman Nusantara serta Perwakilan Kerajaan/Kesultanan, Etnis, Suku, Agama, Budaya dan Profesi se-Nusantara berkomitmen untuk terus merawat semangat kebersamaan, memperkuat persaudaraan, dan membangun masa depan bangsa dengan penuh cinta terhadap Tanah Air.

Inilah panggilan zaman bagi Kita semua, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote, untuk Menyalakan kembali Api Persaudaraan Nusantara demi Indonesia yang Damai, Berdaulat, dan Berkeadilan.

Ditetapkan di Kedaton Kesultanan Ternate, Maluku Utara,
Senin, 27 Oktober 2025.
Dewan Pimpinan Nasional Forum Keberagaman Nusantara (FKN)
dan seluruh Dewan Pimpinan Daerah se-Indonesia.

Penulis : Sjahrir Tamsi (Perwakilan DPD-FKN Provinsi Sulawesi Barat).
Editor : Usman Laica.

By admin