independennews.id — Lagu Indonesia Pusaka karya “Ismail Marzuki” menyentuh Hati Kita sebagai Anak Bangsa dengan pesan Sederhana namun Mendalam : “Tanah Air adalah Pusaka Abadi, Tempat Lahir, Tempat Dibesarkan, dan Tempat Menutup Mata”. Maka, Mencintai Indonesia bukanlah Pilihan, melainkan “Panggilan Jiwa setiap Anak Bangsa”.

Namun, Kecintaan itu tidak cukup hanya diucapkan dalam lagu. Kita perlu mewujudkannya dalam langkah nyata sehari-hari.
Di tengah Berbagai Dinamika Sosial, Politik, dan Ekonomi yang Kita hadapi bersama, “Menyatukan Frekuensi dan Cipta Kondisi untuk Memperkuat Silaturahmi dan Persaudaraan adalah Fondasi Utama agar Bangsa ini Tetap Tegak Berdiri”.

Dalam kehidupan sehari-hari, Cinta Tanah Air dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana namun bermakna :

  1. Di Lingkungan Keluarga
    Menanamkan Nilai Persaudaraan, Toleransi, dan Gotong royong kepada Anak-anak. Mereka adalah Generasi Penerus yang akan menjaga “Pusaka Indonesia”.
  2. Di Sekolah dan Dunia Pendidikan
    Guru dan Peserta Didik bisa Menumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air melalui “Kedisiplinan, Prestasi, serta Kepedulian terhadap Lingkungan”. Pendidikan bukan hanya soal “Ilmu, tetapi juga Karakter, Adat dan Adab”.
  3. Di Tempat Kerja dan Masyarakat
    Saling Menghormati, Bekerja dengan Jujur, dan Menjaga Keadilan Sosial adalah bentuk nyata kontribusi terhadap Bangsa. Setiap profesi, sekecil apa pun, adalah bagian penting dari Pembangunan Indonesia.
  4. Dalam Era Digital
    Menggunakan media sosial secara Bijak, Menyebarkan informasi yang Menyejukkan, dan Menghindari ujaran kebencian adalah “Wujud Cinta Tanah Air di Zaman Sekarang”. Dunia maya juga adalah “Ruang Perjuangan Moral Kita”.

Pemerintahan Presiden RI ke-8, H. Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI ke-14, Gibran Rakabuming Raka bersama Kabinet Merah Putih sedang Berikhtiar Menghadirkan Pemerintahan dengan Keniscayaan untuk “Menyayangi Rakyatnya, Pemerintahan yang Menjamin Kedamaian, Kesejahteraan, dan Keadilan untuk Memakmurkan seluruh Rakyat Indonesia. Namun, keberhasilan itu tidak bisa hanya ditopang oleh Pemerintah. Semua Anak Bangsa Memiliki Tanggung jawab Moral untuk Ikut Serta.

Kita bisa mulai dari hal kecil seperti : Menjaga Kebersihan Lingkungan, Aktif dalam Kegiatan Sosial, Mendukung Produk Lokal, hingga Ikut dalam Musyawarah Warga. Setiap tindakan, betapapun sederhana, bila dilakukan dengan tulus, ikhlas dan bersama-sama, akan Memberi Kekuatan Besar bagi Bangsa ini.

Empati juga harus terus Kita pupuk. Menolong Tetangga yang Kesulitan, Mendampingi Anak-anak Putus Sekolah, hingga Peduli Terhadap Orang tua dan Kaum Rentan adalah Bagian dari Wujud Nyata Kecintaan Kita kepada Ibu Pertiwi. Sebab, Bangsa yang Besar bukan hanya dilihat dari gedung-gedung megahnya yang munjulang tinggi hingga mencakar langit, melainkan dari “Hangatnya Persaudaraan Rakyatnya”.

Dengan semangat itulah Kita yakin dan percaya, Indonesia akan semakin “Kokoh menjadi Mercusuar Peradaban Dunia”.
Sebuah Bangsa yang “Memancarkan Cahaya Kebersamaan, Kearifan, dan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
Mari Kita hayati pesan “Ismail Marzuki” dalam sebuah lirik lagu cintaannya “Indonesia Pusaka” :
“Tenagaku bahkan pun Jiwaku, kepadamu rela kuberi.”
Bukan hanya dalam Lagu, melainkan dalam Perbuatan sehari-hari, demi Indonesia yang Abadi, Adil Makmur nan Jaya bagi Ibu Pertiwi dan Seluruh Rakyat Indonesia.

Salam Damai..!

Berikut adalah lirik lagu Indonesia Pusaka ciptaan Ismail Marzuki :

Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap dipuja-puja bangsa

Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Tempat akhir menutup mata

Sungguh indah tanah air beta
Tiada bandingnya di dunia
Karya indah Tuhan Maha Kuasa
Bagi bangsa yang memujanya

Indonesia Ibu Pertiwi
Kau ku puja kau ku kasihi
Tenagaku bahkan pun jiwaku
Kepadamu rela kuberi.

Penulis : Sjahrir Tamsi
Editor : Usman Laica

By admin