Oleh : Drs. Sjahrir Tamsi, M.Pd.

independennews.id — Sering kali Kita hanya menilai Nikmat Besar seperti Rezeki Berlimpah, Kesuksesan Karier, atau Kesehatan yang Prima dan Kehidupan yang Mentereng serta Glamor sebagai Tanda Keberkahan Hidup. Padahal, “Nikmat Kecil yang Sering Terlewat justru Menjadi Penopang Keseharian Kita”. Bukankah bangun pagi dengan napas yang teratur, meneguk segelas air, atau melihat senyum orang tercinta (Keluarga : Suami/Istri, Anak-anak dan Cucu) adalah Kebahagiaan yang Tak Ternilai..?

Allah ﷻ mengingatkan Kita :
“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya.” (QS. An-Nahl : 18).

Rasulullah ﷺ juga mencontohkan Syukur dalam Kehidupan Sehari-hari. Beliau tidak pernah mencela makanan meskipun sederhana. Bahkan, Beliau ﷺ bersabda :
“Barangsiapa bangun di pagi hari dalam keadaan aman pada dirinya, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan dunia telah dikumpulkan untuknya.” (HR. Tirmidzi).

Syukur yang Membumi dalam Kehidupan Sehari-hari

Syukur bukan sekadar ucapan “Alhamdulillah”, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata. Nikmat Kecil yang Kita syukuri setiap hari akan Terasa Besar Manfaatnya :

  1. Dalam Keluarga
    Menyapa anggota keluarga dengan senyum, saling mendoakan, atau makan bersama walau hanya dengan lauk sederhana, adalah Nikmat Besar jika Kita mampu menghargainya. Banyak orang di luar sana yang merindukan momen sederhana ini karena terpisah jarak atau kehilangan orang yang dicintai.
  2. Dalam Lingkungan Sekolah atau Pekerjaan
    Seorang Siswa yang masih bisa Bersekolah dengan Buku Seadanya Patut Bersyukur, karena banyak anak lain tidak mendapat kesempatan yang sama. Begitu juga Seorang Pekerja, walau penghasilan tidak berlimpah, tetap Bersyukur karena Masih Ada Pekerjaan yang Bisa Memberi Nafkah Halal.
  3. Dalam Kehidupan Sosial
    Menikmati udara segar di pagi hari, berjalan dengan aman tanpa takut konflik, atau sekadar bisa berkumpul di Masjid untuk Salat berjamaah adalah Nikmat Kecil yang sering terlupakan. Padahal, di banyak tempat, rasa aman dan kebersamaan adalah sesuatu yang sangat dirindukan.

Menjadikan Syukur sebagai Gaya Hidup

  1. Mensyukuri Kesehatan
    Menjaga tubuh dengan pola hidup sehat dan mempergunakannya untuk beribadah.
  2. Mensyukuri Rezeki
    Berbagi, meski hanya sekadar senyum manis ataupun hanya sebungkus nasi, bisa menjadi penyelamat bagi orang lain.
  3. Mensyukuri Waktu
    Mengisinya dengan hal bermanfaat, seperti belajar, bekerja, atau sekadar silaturahmi.

Dengan begitu, Kita tidak hanya “Mengucapkan Syukur, tetapi juga Menghadirkan Syukur itu dalam Tindakan Nyata yang Memberi Dampak Positif”.

Di tengah dunia modern yang sibuk mengejar Pencapaian Besar, mari Kita latih Hati untuk Menghargai Nikmat Kecil. Karena bisa jadi, Nikmat yang Kita anggap sepele itulah yang menjadi Sumber Ketenangan, Kebahagiaan, Kekuatan dan Kedamaian Hati dalam Menjalani Hidup ini.
Oleh karena, dari “Hati” lah semua ketulusan berawal dan bermulanya suatu keikhlasan untuk bisa menerima segala sesuatu apa adanya dan mensyukuri apa yang ada. Selanjutnya, tugas Kita sebagai Manusia adalah mengangkat kedua tangan dengan senantiasa berdo’a, biarkan Allah SWT yang turun tangan untuk mengabulkannya.
Amal yang paling disukai oleh Allah SWT yaitu : ketika seseorang (Kita) ini senantiasa memberikan harmoni atau keselarasan, keseimbangan dan keserasian, serta kebahagiaan dan kedamaian kepada orang lain atau kepada berbagai elemen, sehingga mereka pun bisa terlepas dari semua keruwetan dan masalahnya.
Mari berbagi dan menebar Adat yang baik berupa kedamaian dengan penuh keikhlasan, minimal senyum manis kepada semua orang agar adat dan kedamaian diantara Kita tetap terjaga.
Semoga Kedamaian Senantiasa Bersemayam Di Hati Kita Semua.
“May Peace Abide in Our Heart.”

Salam Sehat dan Salam Bahagia Selalu..!
Editor : Usman Laica

By admin