Oleh: YM. Sjahrir Tamsi (Tomakaka Adaq Jambu Cappa Bate Dara’ Kerajaan Binuang Mandar XVIII).

Sulbar, independennews.idSinergi antara Negara dan Dewan Pengurus Pusat Masyarakat Adat Nusantara (DPP-MATRA) merupakan kunci strategis dalam menjaga keberlanjutan budaya bangsa.

Dewan Pengurus Pusat Masyarakat Adat Nusantara (DPP-MATRA) dan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenbud RI) membangun frekuensi yang sama melalui jalur “Kemitraan” dengan cipta kondisi dalam upaya pemajuan kebudayaan nasional. Pertemuan audiensi yang digelar pada 1 Juli 2025 di Jakarta menegaskan adanya keselarasan visi dan komitmen bersama dalam memperkuat nilai-nilai budaya lokal melalui program strategis, khususnya Festival Adat Budaya Nusantara. Terkait substansi kerja sama yang diusulkan oleh DPP-MATRA dan respons positif Kemenbud RI sebagai representasi negara dalam diplomasi kultural domestik.

Masyarakat Adat Nusantara memiliki posisi strategis dalam konstruksi kebudayaan nasional Indonesia. Namun, dominasi arus modernisasi dan globalisasi kerap menyebabkan marginalisasi terhadap nilai-nilai kultural lokal. Oleh karena itu, sinergi antara aktor negara dan komunitas adat menjadi hal yang urgen. Salah satu contoh konkret kolaborasi ini adalah audiensi yang dilakukan oleh Dewan Pengurus Pusat Masyarakat Adat Nusantara (DPP-MATRA) bersama Menteri Kebudayaan RI, Dr. Fadli Zon, dalam merumuskan arah pemajuan kebudayaan berbasis masyarakat adat.
Audiensi ini dipimpin langsung oleh YM. Sri Paduka KGPAA Mangku Alam II (Kepangeranan Merdiko Praja Mangku Alaman Daerah Istimewa Yogyakarta) selaku Founder DPP-MATRA, bersama YM. KPH. Andi Bau Malik Barammamase Karaenta Tukkajannangang Satrio Sasmito, SH., Ketua Umum DPP-MATRA (Ketua Majelis Tinggi Adat Kerajaan Gowa), Turut hadir Sekjen YM. KRAy. Tengku Maliana Zufrine, SH., MH., dan Jajaran Pengurus Inti DPP-MATRA dari seluruh pelosok Nusantara diantaranya : YM. Maspanji Satria Wangsa, SH. (Kedatuan Pejanggik Lombok, NTB), YM. KP. H. Hengky Novaron Arsil, SE., MM., YM. Dt. Tan Malaka Baeh Satu Lantak Salapan Kusomojatiningrat, YM. KPP R. D.M. Johan Johor Mulyadi Anggadirja, YM. Evi Tampinek, YM. Rato Sangaji Kae Muhammad Ihram, YM. H.M. Anwar, SH., MH., YM. Rumah Parewa, YM. Aditya Dewantara, YM. Subhan Tomaito, dan YM. Aris Syarifuddin.

MATRA : Gerakan Kultural Berbasis Persatuan Adat

DPP-MATRA adalah organisasi independen yang mewadahi Raja-Raja, Sultan dan Pemimpin Adat di seluruh Nusantara. Berbeda dari organisasi budaya pada umumnya, MATRA menegaskan bahwa Raja, Sultan yang sedang bertakhta tidak diperkenankan menjadi Pengurus Inti, melainkan ditetapkan sebagai Dewan Penasihat. Pendekatan ini dilakukan untuk menjaga etika, netralitas, dan kesetaraan di antara para Pemimpin Adat.
MATRA hadir sebagai penggerak restorasi jati diri bangsa melalui pendekatan akar rumput yang berbasis pada adat, tradisi lisan, dan warisan budaya leluhur.

Kemenbud RI : Negara Hadir untuk Adat

Pertemuan MATRA dengan Menteri Kebudayaan, Dr. Fadli Zon, membahas berbagai program budaya strategis. Menteri Fadli Zon secara eksplisit menyatakan dukungan terhadap rencana Festival Adat Budaya Nusantara yang digagas DPP-MATRA. Festival ini bukan hanya ajang ekspresi kultural, tetapi juga menjadi platform konsolidasi dan silaturahmi para pemimpin adat dari seluruh Indonesia.

Selain festival, DPP-MATRA juga mengajukan enam program prioritas kepada Kemenbud RI :

  1. Pendokumentasian dan digitalisasi budaya lokal, termasuk naskah kuno seperti lontar di NTB;
  2. Pelatihan adat dan budi pekerti bagi generasi muda, untuk mencegah krisis identitas budaya;
  3. Revitalisasi situs dan cagar budaya sebagai bagian dari pemeliharaan memori kolektif bangsa;
  4. Penyelenggaraan festival tahunan sebagai penguat jejaring budaya adat;
  5. Pengembangan kurikulum muatan lokal di lembaga pendidikan formal; dan
  6. Penguatan tradisi lisan dan identifikasi komunitas adat sesuai amanat UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Dana Indonesia dan Afirmasi bagi Komunitas Adat

Salah satu bentuk dukungan konkret dari negara adalah optimalisasi Dana Indonesia untuk mendukung keberlanjutan budaya lokal. Menteri Fadli Zon menyatakan pentingnya afirmasi anggaran dan asistensi dalam proses seleksi program kebudayaan yang berpihak kepada komunitas adat. Hal ini membuka ruang inklusivitas negara terhadap masyarakat adat dalam kerangka kebijakan publik.

Frekuensi yang Sama dan Cipta Kondisi : Negara dan Adat dalam Satu Irama

Kemitraan antara DPP-MATRA dan Kemenbud RI menandai terbentuknya frekuensi yang sama dan cipta kondisi dalam pemajuan kebudayaan. Ini bukan semata-mata koordinasi programatik, tetapi juga refleksi dari semangat “Multikulturalisme Konstruktif,” di mana masyarakat adat bukan hanya pewaris budaya, tetapi juga co-creator dalam narasi kebangsaan.

Koordinasi lintas kementerian juga menjadi poin penting, khususnya dalam upaya integrasi kurikulum budaya lokal di institusi pendidikan. Meski menjadi domain Kementerian Dikdasmen RI, Menbud RI, Fadli Zon menyatakan kesiapannya menjembatani usulan DPP-MATRA agar nilai-nilai budaya bisa terlembagakan dalam sistem pendidikan nasional.

Kembali Secara Intensif Memahami Pusat Literasi Antara lain (Kesimpulan) :

Sinergi DPP-MATRA dan Kementerian Kebudayaan RI menjadi model kemitraan strategis antara negara dan masyarakat adat dalam pembangunan kultural. Di tengah tantangan zaman, penguatan akar budaya melalui partisipasi komunitas adat bukan hanya bentuk pelestarian, tetapi juga investasi jangka panjang bagi ketahanan budaya nasional. Festival Adat Budaya Nusantara sebagai salah satu event terbesar di dunia dalam bentuk aktualisasi, menjadi simbol bahwa Indonesia tidak kehilangan jati dirinya, bahkan ketika memasuki era global.

Daftar Pustaka :

  • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan;
  • Kementerian Kebudayaan RI. (2025). Laporan Audiensi Kementerian Kebudayaan dengan MATRA. Jakarta;
  • MATRA (2025). Dokumen Usulan Program Strategis Kebudayaan; dan
  • Zon, Fadli. (2025). Pernyataan dalam Pertemuan dengan MATRA, Jakarta, 1 Juli 2025.
  • Tamsi Sjahrir. (2025). MATRA Membangun Masa Depan Indonesia melalui Penguatan Nilai-Nilai Adat dan Budaya Nusantara. Jakarta, 2 Juli 2025.

Editor: Usman Laica

By admin