Jakarta, independennews.idDi tengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi, Masyarakat Adat Nusantara (MATRA) menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga akar budaya bangsa Indonesia. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui audiensi penting yang digelar oleh DPP-MATRA bersama Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Fadli Zon, di Kantor Kementerian Kebudayaan RI, Jakarta, Selasa 01/07/2025.

Pertemuan strategis ini dihadiri langsung oleh para Tokoh Adat dari berbagai penjuru Nusantara, termasuk pendiri MATRA, Yang Mulia Sri Paduka KGPAA Mangku Alam II Maulana Abdul Razzak Khalifatullah Al-Jawi, serta jajaran Dewan Pengurus Pusat (DPP-MATRA), seperti Ketua Umum YM. KPH. Andi Bau Malik Barammamase Karaenta Tukkajannangang Satrio Sasmito, SH. dan Sekretaris Jenderal YM. KRAy. Tengku Maliana Zufrine, SH., MH.

Tawaran Kerja Sama Strategis

Dalam audiensi tersebut, MATRA menyampaikan penawaran kerja sama strategis kepada Kementerian Kebudayaan RI yang difokuskan pada pelestarian budaya dan penguatan peran masyarakat adat dalam pembangunan nasional. Enam program prioritas yang diusulkan adalah sebagai berikut :

  1. Pendokumentasian dan Digitalisasi Warisan Budaya Lokal, agar kekayaan budaya tidak punah dan dapat diwariskan lintas generasi;
  2. Penguatan Generasi Muda melalui pelatihan adat dan budi pekerti, membentuk karakter bangsa yang berbudi luhur dan menghargai akar tradisinya;
  3. Festival Budaya Tahunan dengan melibatkan komunitas adat secara aktif dan partisipatif;
    4 Revitalisasi Situs dan Aset Cagar Budaya yang menjadi saksi sejarah perjalanan bangsa;
  4. Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal dalam Pendidikan Nasional yang memperkaya Wawasan Kebudayaan Pesetta Didik; dan
  5. Inventarisasi Komunitas Adat dan Tradisi Lisan berdasarkan UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Seruan dari Akar Budaya Bangsa

Dalam sambutannya, YM. KGPAA Mangku Alam II menegaskan bahwa keterlibatan negara dalam menjaga eksistensi Masyarakat Adat Nusantara adalah hal yang mendesak dan fundamental. Ia menyatakan:

“Kami Masyarakat Adat, bukanlah masa lalu yang harus dilupakan, tapi akar yang harus dijaga agar pohon bangsa ini tetap tegak. MATRA hadir sebagai wadah persatuan dan penguatan jati diri bangsa dari akar budayanya. Kami mengajak Kementerian Kebudayaan RI menjadi Mitra Utama, bukan sekadar dalam program, tapi dalam visi bersama menjaga keutuhan identitas bangsa Indonesia.”

Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa Masyarakat Adat bukan sekadar simbol masa lalu, melainkan fondasi yang menopang masa depan bangsa Indonesia.

Tanggapan Pemerintah

Menteri Kebudayaan RI, Dr. Fadli Zon, menyambut baik inisiatif DPP-MATRA. Dalam tanggapannya, ia menegaskan bahwa Kementerian Kebudayaan RI sangat terbuka terhadap sinergi konkret yang mendukung penguatan budaya dan tradisi leluhur bangsa.

“Kolaborasi dengan MATRA adalah langkah nyata menjaga kearifan lokal yang menjadi kekuatan bangsa. Kita tidak boleh membiarkan budaya luhur ini hilang oleh zaman. Justru melalui sinergi seperti ini, kita dapat menghadirkan pembangunan yang berakar pada nilai-nilai luhur, adat istiadat dan bermartabat.”

Tokoh-Tokoh Adat Hadir Menyuarakan Komitmen

Selain KGPAA Mangku Alam II (Kepangeranan Merdiko Praja Mangku Alaman Daerah Istimewa Yogyakarta), hadir pula tokoh-tokoh penting lainnya dalam audiensi ini, seperti :
YM. KPH. Andi Bau Malik Barammamase Karaenta Tukkajannangang Satrio Sasmito, SH. selaku Ketua Umum DPP-MATRA (Ketua Majelis Tinggi Adat Kerajaan Gowa), dan Sekjen YM. KRAy. Tengku Maliana Zufrine. SH., YM. Sultan Ternate Kolano Kie Raha Buldan Ternate Sirajul Mulki Amiruddin As-Sultan Iskandar Hidayatullah Sjah (Kesultanan Ternate Maluku Utara), YM. H. Sutan Muhammad Yusuf Tuanku Mudo Rajo Disambah Adityadiningrat, YM. KPH. Andi Sirajuddin Oddang Daeng Parani Nitinagoro, S.S., M.Si., MH., YM. Tengku Puan Putri Candra Kirana Debbie Sianturi, YM. Maspanji Satria Wangsa, SH. (Kedatuan Pejanggik Lombok NTB), YM. KP. H. Hengky Novaron Arsil, SE., MM., YM. Dt. Tan Malaka Baeh Satu Lantak Salapan Kusomojatiningrat.
YM. KPP R. D.M. Johan Johor Mulyadi Anggadirja, YM. Evi Tampinek, YM. Rato Sangaji Kae Muhammad Ihram, YM. H.M. Anwar, SH., MH., YM. Rumah Parewa, YM. Jagad Aditya Dewantara, YM. Subhan Tomaito, dan YM. Aris Syarifuddin, serta berbagai tokoh adat lainnya dari seluruh penjuru Indonesia.

Mereka datang tidak hanya membawa simbol budaya, tetapi juga semangat kebangsaan yang kuat untuk memperkuat identitas Indonesia.

Arah Baru Menuju Indonesia Berakar Budaya

Pertemuan ini diharapkan menjadi tonggak awal dari kemitraan jangka panjang antara Negara dan Masyarakat Adat Nusantara. Lebih dari sekadar pelestarian budaya, program-program yang ditawarkan MATRA mencerminkan visi pembangunan Indonesia yang berakar kuat pada nilai-nilai luhur, kearifan lokal, dan adat istiadat.

Dalam dunia yang semakin homogen, MATRA berdiri sebagai benteng keberagaman dan penjaga identitas bangsa. Dengan dukungan negara melalui Kementerian Kebudayaan RI, Masyarakat Adat dapat menjadi subjek aktif dalam pembangunan bukan hanya objek pelestarian.

Sebagaimana ditegaskan dalam semangat pertemuan tersebut : Masa depan Indonesia bukanlah tentang meninggalkan tradisi, melainkan membawanya melangkah bersama ke masa depan yang lebih beradab dan bermartabat.

“Bersama MATRA, Kita Kuatkan Identitas Bangsa, Kita Bangun Masa Depan dari Akar Budaya. MATRA Satu Tumbuh Indonesia.”

YM. Sjahrir Tamsi (Tomakaka Adaq Jambu Cappa Bate Dara’ Kerajaan Binuang Mandar XVIII).

By admin