PAREPARE, indendennews.idSemarak demokrasi di tubuh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Parepare kian terasa. Lima kandidat telah menyatakan kesiapannya untuk bertarung dalam Konferensi Kota (Konferkot) PWI, dan di antara mereka tetap berdiri tegak figur berpengalaman: Abdul Razak Arsyad, S.H., M.H., atau yang akrab dikenal sebagai Acha Doel.

Dalam suasana hangat dan penuh apresiasi, Acha Doel menyambut baik geliat demokrasi yang tumbuh subur di organisasi yang dipimpinnya. Bukan dengan sikap eksklusif, namun justru dengan semangat kolaboratif.

“Ini adalah momentum luar biasa. Saya bangga melihat wajah demokrasi begitu kuat di PWI Parepare. Visi dan misi para calon luar biasa. Ini pertanda PWI Parepare sudah berada di jalur yang tepat,” ujarnya.

Meski turut mencalonkan diri kembali, Acha Doel menegaskan bahwa pencalonannya bukan sekadar ambisi pribadi. Ia menawarkan visi kepemimpinan yang merangkul, mengajak seluruh figur calon untuk bersama-sama membangun PWI yang lebih kokoh.

“Siapa pun yang terpilih nanti, mari kita rangkul semua calon. Mereka adalah pemimpin potensial, dan PWI butuh kebersamaan, bukan kompetisi yang memecah,” tegasnya.

Pujian juga datang dari Anju Mandji, Sekretaris PWI Parepare periode 2022–2025, yang telah mendampingi Acha Doel dalam menakhodai organisasi. Ia menilai gaya kepemimpinan Acha Doel sebagai contoh nyata dari kolaborasi dan kerja tim.

“Beliau memimpin dengan metode gotong royong, terbuka berdiskusi, dan tidak berjalan sendiri. Ini yang harus jadi teladan bagi siapa pun nanti yang terpilih. Kepemimpinan itu bukan hanya bicara, tapi juga membuktikan,” ungkap Anju.

Dalam atmosfir yang penuh persaingan sehat, PWI Parepare menunjukkan kedewasaan organisasi. Dan di tengah riuhnya dinamika pemilihan, sosok Acha Doel tampil sebagai pemimpin yang tak hanya siap maju, tetapi juga siap mengajak semua pihak untuk ikut maju bersama.

Demokrasi bukan soal siapa yang menang, tetapi siapa yang mampu merangkul setelahnya. Dan di sinilah Acha Doel menapaki jejak sebagai pemimpin yang layak diteladani. (*)

By admin