independennews.idPenggunaan eSIM atau Embedded Subscriber Identity Module semakin dianjurkan di Indonesia. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengimbau masyarakat untuk mulai beralih dari kartu SIM fisik ke eSIM demi meningkatkan keamanan digital.

“eSIM adalah solusi masa depan. Dengan integrasi sistem digital dan pendaftaran biometrik, teknologi ini memberikan perlindungan ganda terhadap penyalahgunaan data serta kejahatan digital yang marak seperti spam, phishing, dan judi online,” ujar Meutya, dikutip dari KompasTekno.

Meski belum menjadi kewajiban, masyarakat yang menggunakan perangkat yang mendukung eSIM diimbau untuk segera melakukan migrasi. Sejumlah operator seluler seperti Telkomsel, XL Axiata, Indosat Ooredoo Hutchison, Smart Telecom, dan 3 Indonesia telah menyediakan layanan migrasi eSIM baik secara daring maupun di gerai fisik.

Cara Ganti SIM Fisik ke eSIM di Berbagai Operator:

1. Telkomsel

Pastikan perangkat mendukung eSIM dan digunakan secara resmi di Indonesia. Layanan migrasi dikenakan biaya dan benefit dari kartu lama akan tetap sama. Harus berada di jaringan Telkomsel saat melakukan migrasi. Siapkan KTP dan KK untuk verifikasi. Kartu SIM fisik akan dinonaktifkan setelah migrasi, proses hanya memakan waktu sekitar 2–3 menit.

2. XL Axiata

Kunjungi XL Center terdekat. Tim XL akan membantu proses pendaftaran nomor dan migrasi. Pengguna akan mendapatkan QR Code yang dapat langsung dipindai ke perangkat untuk aktivasi eSIM.

3. Axis

Kunjungi gerai XL Center karena Axis tergabung dalam XL Axiata. Proses serupa dengan XL, cukup scan QR Code setelah verifikasi untuk mengaktifkan eSIM.

4. Indosat Ooredoo Hutchison (IM3)

Kunjungi situs IM3.ID/Shop atau gerai IM3. Pilih beli eSIM baru atau tukar dari kartu fisik ke eSIM. Lakukan verifikasi data pribadi, kemudian pengguna akan menerima QR eSIM untuk di-scan.

5. 3 (Tri Indonesia)

Kunjungi perdana.tri.co.id, retail outlet, atau 3Store (cek lokasi via store locator). Setelah data terverifikasi, pelanggan akan mendapat QR eSIM via email. Scan QR dengan koneksi internet aktif, dan eSIM akan terpasang maksimal dalam 1×24 jam. Pastikan nomor sudah teregistrasi dalam 30 hari sejak pembelian.

Meutya Hafid juga menyampaikan apresiasi kepada operator yang telah mendukung langkah ini dan berharap kampanye edukasi terus dijalankan sebagai bagian dari Gerakan Nasional Kebersihan Data Digital.

“Gerakan ini adalah untuk keamanan kita bersama. Migrasi eSIM dan pembaruan data pelanggan akan menjadi fondasi penting menuju ruang digital Indonesia yang lebih sehat dan terpercaya,” tutup Meutya. (Rid)

By admin