MAROS, independennews.id – Pemadaman listrik yang terjadi hingga empat kali dalam satu malam di Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menuai keluhan dan keresahan masyarakat. Kondisi tersebut memicu sorotan terhadap kualitas pelayanan PLN ULP Maros yang dinilai perlu segera dievaluasi.

Salah seorang warga, Mifta Fajrin, mengaku kecewa dengan pemadaman listrik yang terjadi berulang kali dalam satu malam. Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan rumah tangga, tetapi juga berdampak pada pekerjaan dan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Jujur, saya sangat risih dengan kondisi seperti ini. Bagaimana tidak, dalam satu malam listrik bisa padam sampai empat kali. Kami sebagai masyarakat tentu merasa dirugikan. Pekerjaan menjadi terganggu, aktivitas tidak berjalan normal, bahkan kami selalu dihantui kekhawatiran barang-barang elektronik di rumah mengalami kerusakan akibat listrik yang berulang kali padam dan kembali menyala,” ungkap Mifta.

Ia menegaskan, pemadaman listrik yang terjadi berulang kali tidak seharusnya dianggap sebagai gangguan biasa tanpa disertai penjelasan yang transparan kepada masyarakat.

Menurutnya, listrik merupakan kebutuhan mendasar yang sangat penting dalam menunjang kehidupan sehari-hari. Karena itu, masyarakat berhak mendapatkan pelayanan kelistrikan yang stabil, sekaligus informasi yang jelas apabila terjadi gangguan maupun pemeliharaan jaringan.

Atas kondisi tersebut, Mifta secara terbuka mendesak DPRD Kabupaten Maros untuk menjalankan fungsi pengawasannya terhadap pelayanan publik dengan meminta penjelasan langsung dari pihak PLN ULP Maros.

Ia meminta agar DPRD segera memanggil pihak PLN ULP Maros guna mengklarifikasi penyebab pemadaman listrik yang terjadi hingga empat kali dalam satu malam di Kecamatan Camba.

“Saya sangat berharap kepada anggota DPRD Kabupaten Maros agar memperlihatkan keseriusannya. Tolong panggil pihak PLN ULP Maros! Tanyakan apa sebenarnya permasalahan yang terjadi sehingga listrik bisa padam sampai empat kali dalam semalam. Jangan hanya masyarakat yang harus menerima dampaknya, sementara kami tidak mengetahui apa penyebab sebenarnya,” tegasnya.

Mifta juga berharap DPRD Kabupaten Maros tidak hanya menampung keluhan masyarakat, tetapi mengambil langkah konkret dengan meminta pertanggungjawaban penjelasan dari pihak terkait serta mendorong evaluasi terhadap kualitas pelayanan kelistrikan.

Di tengah keluhan tersebut, masyarakat mempertanyakan penyebab pasti pemadaman listrik yang terjadi berulang kali. Apakah disebabkan gangguan jaringan, kerusakan teknis, pemeliharaan instalasi, atau faktor lainnya, hingga kini masih membutuhkan penjelasan resmi dari pihak PLN.

Masyarakat berharap PLN ULP Maros dapat memberikan klarifikasi secara terbuka agar tidak muncul spekulasi dan keresahan berkepanjangan.

Warga menegaskan bahwa tuntutan mereka bukan sesuatu yang berlebihan. Masyarakat hanya menginginkan pasokan listrik yang stabil, pemberitahuan yang jelas apabila terdapat pemeliharaan jaringan, serta penanganan yang cepat dan responsif ketika terjadi gangguan.

Kini, perhatian masyarakat tertuju kepada PLN ULP Maros dan DPRD Kabupaten Maros. Warga menantikan penjelasan resmi sekaligus langkah nyata untuk membenahi pelayanan kelistrikan, khususnya di Kecamatan Camba.

Jangan sampai keluhan masyarakat hanya menjadi catatan tanpa tindak lanjut. Sebab, pelayanan listrik yang andal merupakan kebutuhan penting yang menyangkut kenyamanan, aktivitas, dan perekonomian masyarakat.

(Syamsir)

By admin