Mamuju, independennews.id — Gedung MTs Ainun Syahab Ma’arif Karampuang saat ini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Bangunan yang telah berusia puluhan tahun tersebut mengalami kerusakan serius di hampir seluruh bagian. Dinding yang terbuat dari plesteran semen kini banyak yang terkelupas dan lapuk, sehingga membuat gedung madrasah tidak lagi layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Peralatan sekolah seperti kursi, meja, dan lemari penyimpanan berkas juga telah mengalami pelapukan. Bagian plafon banyak yang rusak dan jebol, sementara material bangunan berbahan kayu—termasuk pintu dan jendela—mengalami kerusakan akibat dimakan rayap dan usia bangunan yang sudah tua.

Kerusakan semakin parah sejak gempa yang melanda wilayah tersebut pada tahun 2020 lalu. Guncangan kuat yang terjadi kala itu menyebabkan struktur gedung melemah dan merusak sejumlah ruang kelas.

Kepala MTs Ainun Syahab Ma’arif Karampuang, Muh. Ansar, S.Pd., M.Pd, menyampaikan bahwa proses belajar mengajar berjalan dengan keterbatasan dan penuh kekhawatiran akan keselamatan siswa maupun guru.

“Kami sangat membutuhkan bantuan untuk rehabilitasi gedung. Kondisinya sudah sangat tidak layak pakai, dan setelah gempa 2020, hampir seluruh bagian mengalami kerusakan. Kami berharap pemerintah mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat dapat membantu memperbaiki gedung madrasah kami,” ujar Muh. Ansar, S.Pd., M.Pd, Sabtu 06/12/2025.

Pihak madrasah berharap ada perhatian serius dari pemerintah karena gedung yang rusak ini berdampak langsung pada kualitas pendidikan dan kenyamanan siswa dalam belajar. Rehabilitasi diharapkan bisa segera dilakukan agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan aman dan optimal.

Madrasah Tsanawiyah Ainun Syahab Ma’arif Karampuang merupakan salah satu lembaga pendidikan yang menjadi tumpuan masyarakat sekitar, sehingga keberadaan gedung yang layak menjadi kebutuhan mendesak demi keberlanjutan pendidikan di daerah tersebut. (Usman Laica)
