Mamuju, independennews.idMadrasah Ibtidaiyah Darul Muhajirin Mariri menjadi tuan rumah pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang berlangsung pada Sabtu, 15 November 2025 di Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Kegiatan ini diikuti oleh para guru dari MI Darul Muhajirin Mariri dan MI Nurul Iman Bunde.

Bimtek dipandu langsung oleh Pengawas Madrasah Ibtidaiyah Wilayah II, H. Basir Sagira, S.T., M.Pd, yang memberikan penguatan mengenai konsep utama Kurikulum Berbasis Cinta sebagai upaya transformasi pendidikan karakter di lingkungan madrasah.

Kepala MI Darul Muhajirin Mariri, Dirwan, S.Pd., M.Pd, menyampaikan bahwa Bimtek ini menjadi momen penting untuk meningkatkan pemahaman guru terhadap implementasi kurikulum bernilai humanis dan berlandaskan kasih sayang.

Panca Cinta sebagai Inti Kurikulum Berbasis Cinta

Dalam pemaparan narasumber, dijelaskan bahwa Panca Cinta dari Kementerian Agama merupakan lima pilar nilai utama yang menjadi dasar Kurikulum Berbasis Cinta, yaitu:

Cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa – Menanamkan cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya sebagai sumber utama segala cinta. Cinta kepada Diri dan Sesama – Mendorong peserta didik untuk mencintai diri sendiri sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap orang lain. Cinta kepada Ilmu Pengetahuan – Memotivasi siswa untuk memandang ilmu sebagai cahaya kehidupan dan menumbuhkan semangat belajar. Cinta kepada Lingkungan – Mengajak siswa menjaga serta merawat alam sebagai amanah dari Tuhan. Cinta kepada Bangsa dan Negeri – Menanamkan cinta tanah air sebagai bagian dari iman (hubbul wathan minal iman).

Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta

Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) diterapkan mulai RA hingga PTKI sebagai gerakan nasional pembentukan karakter peserta didik melalui pendekatan kasih sayang. Beberapa bentuk implementasi yang disampaikan dalam Bimtek antara lain:

Sesi Pilar Rutin: Dilaksanakan setelah doa dan dzikir pagi untuk menyentuh batin siswa dan memperkuat nilai-nilai Panca Cinta. Materi Pembelajaran: Memuat nilai akhlak terpuji, moderasi beragama, persatuan, dan toleransi yang diajarkan secara terintegrasi dalam pembelajaran.

Dirwan berharap, melalui kegiatan ini guru-guru MI dapat semakin siap melaksanakan KBC dan menghadirkan suasana belajar yang penuh cinta, damai, dan bermartabat.

“Kami sangat berterima kasih atas pendampingan dari pengawas. Semoga pemahaman yang diperoleh dalam Bimtek ini dapat diimplementasikan secara maksimal demi peningkatan kualitas pendidikan di madrasah,” ujarnya.

Kegiatan Bimtek berjalan lancar dan penuh antusiasme, mencerminkan komitmen madrasah untuk terus menguatkan pendidikan karakter yang holistik dan berbasis cinta. (

Usman Laica)

By admin