Mamuju (Sulbar), INDEPENDENnews.id — Kepala Desa Bambu, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, Hartono, terus menunjukkan komitmennya dalam membangun desa melalui pelayanan publik tanpa batas waktu serta pengelolaan Dana Desa dan ADD secara transparan dan akuntabel.
Dikenal sebagai pemimpin yang responsif, Hartono menyediakan pelayanan 24 jam bagi warganya. Tak hanya saat berada di kantor desa, Hartono bahkan siap memberikan pelayanan di rumah, di perjalanan, maupun di lokasi lain, kapan pun masyarakat membutuhkan.
“Beliau tidak pernah membatasi waktu dalam melayani kami. Bahkan tengah malam pun, jika dibutuhkan, beliau tetap menerima warga dengan ikhlas,” ungkap beberapa warga yang ditemui terpisah.
Tak hanya unggul dalam pelayanan, pembangunan fisik dan pemberdayaan masyarakat di Desa Bambu juga mengalami kemajuan pesat di bawah kepemimpinannya. Sejumlah infrastruktur penting telah dibangun seperti rabat beton, talud, akses jalan produksi, serta sarana pendukung lainnya.
Semua program pembangunan dilakukan dengan pendekatan musyawarah berjenjang, dimulai dari Musyawarah Dusun (Musdus) hingga Musyawarah Desa (Musdes), guna menyerap aspirasi dan menentukan skala prioritas kebutuhan warga.
“Kami selalu mendahulukan usulan warga dalam setiap perencanaan kegiatan. Prinsip kami jelas: pembangunan berdasarkan asas manfaat dan kebutuhan prioritas,” jelas Kades Bambu, Hartono, (11/09/2025)
Dana Desa Dikelola Sesuai Juknis
Hartono juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Dana Desa. Seluruh alur — mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan — dilakukan terbuka dan sesuai Petunjuk Teknis (Juknis) yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Untuk Tahun Anggaran 2025, Dana Desa digunakan untuk beberapa sektor prioritas, antara lain:
BLT Dana Desa (Penanganan Kemiskinan Ekstrem) – Maksimal 15% dari total anggaran. Ketahanan Pangan dan Hewani – Minimal 20%, melalui pengembangan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Operasional Pemerintahan Desa – Maksimal 3%. Program Pencegahan Stunting dan Kesehatan Masyarakat. Pembangunan Infrastruktur dan Penguatan BUMDes.
Penetapan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT Dana Desa dilakukan secara selektif dan transparan. Prosesnya diawali dengan musyawarah bersama BPD, kepala dusun, tokoh masyarakat, dan pendamping desa. Kemudian dilakukan pendataan oleh tim desa dan kepala dusun, yang hasilnya kembali dibahas dan ditetapkan secara bersama-sama, dengan disaksikan oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
“Kami ingin bantuan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, proses pendataan dilakukan sesuai aturan yang berlaku dan melalui tahapan yang ketat,” tegas Hartono.
Menuju Desa Agro Wisata Buah
Dalam visi jangka panjang, Kades Hartono bertekad membawa Desa Bambu menjadi Desa Mandiri dengan mengembangkan Desa Agro Wisata Buah. Langkah ini dimulai dengan pembagian bibit durian unggul, seperti Musang King, Duri Hitam, dan Super Tembaga, serta alpukat Aligator dan Miki, dan kakao sambung pucuk kepada masyarakat.
Lahan desa juga telah dibebaskan dan disiapkan sebagai pusat agrowisata yang dikelola oleh BUMDes untuk mendukung Pendapatan Asli Desa (PAD).
“Jika satu warga menanam 20 pohon durian, maka dalam 6 bulan bisa menghasilkan Rp3 miliar. Kalau ada 14.000 pohon, potensi ekonomi desa bisa mencapai Rp300 miliar per tahun. Maka, inilah strategi kami meningkatkan kesejahteraan dan IDM Desa Bambu,” terang Hartono optimis.
Dukungan Program Lain: Perikanan dan Kesehatan
Tak hanya sektor pertanian, Hartono juga menggencarkan pengembangan sektor perikanan dengan mendistribusikan bibit ikan nila serta melepas bibit kepiting ekspor di wilayah mangrove desa. Ini sebagai upaya menjaga ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya nelayan, saat cuaca buruk.
Di bidang kesehatan, program pencegahan stunting digencarkan melalui Posyandu, PMT (Pemberian Makanan Tambahan), kelas ibu hamil, penyuluhan gizi, dan pembagian makanan bergizi kepada ibu hamil dan balita.
Jumat Bersih: Budaya Baru di Desa Bambu
Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, Hartono juga menggagas program Jumat Bersih setiap pekan. Ia mengimbau masyarakat untuk bergotong royong membersihkan lingkungan, saluran drainase, pekarangan rumah, dan fasilitas umum.
“Kebersihan adalah sebagian dari iman. Jika lingkungan bersih, maka kita semua yang akan merasakan kenyamanannya. Karena itu, setiap Jumat sebelum salat Jumat, saya sampaikan imbauan melalui masjid agar warga ikut serta dalam Jumat Bersih,” tutup Hartono.
Pemerintahan yang Solid dan Profesional
Kesuksesan Hartono juga tidak lepas dari dukungan perangkat desa yang solid, di antaranya:
Sekretaris Desa: Januar Tomadai Kaur TU & Umum: Dinda Reski Ayu, Amd. Kep Kaur Perencanaan: Innang Susito, S.A.N Kaur Keuangan: Herlinawati, S.E Kasi Pemerintahan: Saldy SA, S.I.P Kasi Kesejahteraan: Erwan, S.Pd Kasi Pelayanan: Nilam Purnama Putri
Serta para Kepala Dusun dari Tumuki, Taruminding, Barambajabu, Baobatu, Batu Papan, Buadao, Bone-Bone, Salulampio, Babana Pantai, dan dusun baru Kampung Baru.
Dengan semangat kolektif dan tata kelola yang profesional, Desa Bambu di bawah kepemimpinan Hartono terus melaju menuju desa mandiri, produktif, dan berdaya saing. (Usman Laica)
