independennews.id — Pemajuan Pendidikan dan Kebudayaan merupakan pilar utama dalam membentuk generasi bangsa yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.
Di tengah tantangan zaman dan kompleksitas dinamika pendidikan di daerah, hadir sosok inspiratif bernama YM. Sjahrir Tamsi, seorang Tokoh Pendidikan dan Adat dari Sulawesi Barat. Beliau telah menunjukkan dedikasi dan kepemimpinan luar biasa dalam memajukan sektor pendidikan vokasi atau kejuruan dan pelestarian budaya lokal.

Profil Singkat dan Latar Belakang
YM. Sjahrir Tamsi, Pensiunan ASN dikenal sebagai Kepala UPTD SMKN 1 Tapalang Barat dan sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala SMKN Sulbar yang berfokus pada industri kakao, satu-satunya di Indonesia SMK yang berbasis Kakao dan Boarding School serta SMK yang disubsidi penuh APBD dan dibina khusus berdasarkan Perda Nomor 6 Tahun 2013 Tentang Sistem Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat, juga menjadi Ikon Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Barat. Di bawah kepemimpinannya, kedua sekolah tersebut tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan formal, namun juga menjadi pusat inovasi dan pemberdayaan masyarakat melalui sekolah vokasi atau kejuruan dan pelestarian budaya. Ia juga aktif dalam kegiatan adat sebagai Tomakaka Adaq Jambu Cappa Bate Dara’ Kerajaan Biniang Mandar XVIII yang memperkuat perannya sebagai jembatan antara Pendidikan dan Kebudayaan Lokal.

Inovasi dan Kepemimpinan Pendidikan
- SMK Tiada Hari Tanpa Praktik Kejuruan.
Program ini bertujuan membangun budaya praktik berkelanjutan di sekolah vokasi. Konsep ini menekankan bahwa siswa SMK harus terbiasa dengan dunia kerja melalui praktik harian berbasis kompetensi. Hal ini sejalan dengan amanat Peraturan Presiden RI Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas, relevansi, dan daya saing sumber daya manusia (SDM) vokasi agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
- Happy School.
Melalui pendekatan Happy School, Sjahrir Tamsi menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman, menyenangkan, dan mendorong Peserta Didik serta guru untuk berkembang secara emosional dan akademik. Ini mencerminkan pendekatan pendidikan holistik yang menyeimbangkan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.
- Digitalisasi Presensi.
Transformasi digital dilakukan dengan penerapan presensi digital berbasis QR code dan aplikasi daring. Inovasi ini meningkatkan efisiensi manajemen sekolah dan membangun budaya kerja yang transparan serta akuntabel.
Membangun “SMK OKE De”
Di UPTD SMKN 1 Tapalang Barat, ia memperkenalkan konsep “SMK OKE De”, akronim dari Otomotif, Komputer, Elektronika, dan Desain Komunikasi Visual. Empat Program Keahlian ini dikembangkan dengan pendekatan link and match terhadap kebutuhan industri. Sekolah ini juga dikenal sebagai pionir program “3 in 1”, yang terdiri dari :
- SMK Tiada Hari Tanpa Praktik Kejuruan;
- Happy School;
- Digitalisasi Presensi.
Program ini memperkuat identitas sekolah sebagai “Sekolah Modern Penuh Harapan Untuk Masa Depan Cemerlang.”

Kontribusi terhadap Kebudayaan Lokal, Nasional dan Internasional.

Sebagai “Tokoh Adat Mandar, YM. Sjahrir Tamsi juga dikenal karena keterlibatannya dalam pelestarian budaya dan nilai-nilai lokal. Ia terlibat aktif dalam berbagai kegiatan adat serta memperjuangkan pemahaman budaya lokal dalam lingkungan sekolah. Pelibatan Budaya Mandar di sekolahnya menjadikan pendidikan lebih kontekstual dan bermakna berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan dengan tujuan untuk melindungi, mengembangkan, memanfaatkan, dan membina kebudayaan Indonesia sebagai investasi dalam membangun masa depan bangsa.
Lebih dari itu, beliau turut mendorong “Produksi Lokal Kakao Sulbar” dengan merek “MALAQBI,” yang menjadi representasi sinergi antara kejuruan, ekonomi kreatif, dan budaya lokal. Produk ini telah menjadi “Karya Unggulan Peserta Didiknya dan Guru-Guru serta menjadi perhatian berbagai pihak di tingkat Provinsi, Nasional maupun Internasional.


Karya Kreatif dan Aspirasi Pendidikan
YM. Sjahrir Tamsi juga menuangkan dedikasinya melalui karya seni dan lagu, seperti lagu berjudul “Pendidikan untuk Semua” yang mengangkat pentingnya akses pendidikan merata tanpa diskriminasi. Karya ini menjadi medium kampanye yang menyentuh hati, dan menunjukkan bahwa pendidikan harus membumi dan menyapa semua kalangan berdasarkan UUD RI Tahun 1945. Begitu pula dedikasinya dalam rangka Pelestarian Budaya dan Kearifan Lokal melalui karyanya yang monumental berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan diantaranya lagu : Cinta Budaya Nusantara, dan Nusantara Kaya Budaya.
Pengakuan dan Kolaborasi

Berbagai pihak telah mengapresiasi kiprah beliau, mulai dari Wapres RI ke-10 dan 12, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian PPI / BAPPENAS, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan dan Perindustrian RI, Gubernur Sulbar Periode 2006-2016, Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar Periode 2017-2022, Kepala BKN Pusat / Mantan Pj. Gubernur Sulbar dan Sulsel, Kedubes dan Konjen USA, Kedubes Swiss, Instansi Daerah, BPPMPV-KPTK Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek RI, Sektor Swasta seperti Swisscontact dari USA, Dirut PT ICCRI / PUSLITKOKA Jember, Dirut PT. Nestle Indonesia, Dirut PT. Mars Indonesia, hingga Lembaga Adat seperti DPP-MATRA, DEKKAN, PMPA, serta Pemimpin Redaksi Wartamerdeka.Info, serta Pemimpin Redaksi Independennews.id, dan lain-lain. Banyak Pejabat dan Tokoh Masyarakat mengunjungi sekolahnya untuk melihat langsung implementasi model pendidikan inovatif berbasis “Kearifan Lokal dan Teknologi.”

Kembali Secara Intensif Memahami Pusat Literasi Antara lain (Kesimpulan) :
YM. Sjahrir Tamsi merupakan figur langka yang mampu menyatukan semangat “Inovasi Pendidikan, Pelestarian Budaya, dan Pengabdian Sosial” dalam Satu Tarikan Napas Perjuangan. Kiprah beliau menunjukkan bahwa kemajuan pendidikan tidak selalu menuntut infrastruktur megah, tetapi membutuhkan “Kepemimpinan yang Kreatif, Empatik, dan Berbasis Nilai-Nilai Lokal.”
Model kepemimpinan beliau layak dijadikan inspirasi nasional, terutama dalam membangun pendidikan vokasi yang bermartabat, relevan, dan mencerdaskan.
Ketika Agama memberi arah, Pendidikan memberi bekal atau pengetahuan dan keterampilan, Adat memberi Tata, Budaya memberi Jiwa, maka niscaya Hidup Beradab dan Bermarwah dengan menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur dan reputasi baik dalam berbagai aspek kehidupan.
Dengan semangat “Malaqbi”, YM. Sjahrir Tamsi telah membuktikan bahwa pendidikan dan budaya dapat berjalan beriringan untuk mencetak Generasi masa depan yang Unggul, Berkarakter, Maju dan Sejahtera menyongsong Indonesia Emas Tahun 2045.
Referensi :
- UUD RI Tahun 1945;
- Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional;
- Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 adalah Undang-Undang tentang Pemajuan Kebudayaan;
- Peraturan Presiden RI Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi;
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI. (2023). Panduan Penguatan SMK Berbasis Industri dan Budaya Lokal;
- Webside Direktorat PSMK dan Radar Sulbar. SMKN Kakao Sulbar Mulai Priduksi Cokelat, 2016;
- Majalah SMK Bisa Hebat. Edisi Khusus Inovasi SMK Sulbar, 2024;
- Profil Produk Unggulan Sulbar – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Barat, 2023;
- Kementerian Dalam Negeri RI. (2023). Tokoh Inspiratif Pendidikan Daerah Terpencil;
- Wawancara dan dokumentasi internal SMKN Sulbar (Industri Kakao, 2018) dan UPTD SMKN 1 Tapalang Barat, (2024);
- Sjahrir Tamsi : Lagu ciptaan dan rekaman pribadi ; Sulbar Maju Terus, SMK OKE De, Sulbar Malaqbi (2023), Sulbar Bangkit, IKN Rumah Kita, (2024), Kampung Dara Kita Masa Depan, Polman Rumah Kita, Ibu, Segalanya Bagiku, Cinta Pendidik Cahaya Masa Depan, Pendidikan untuk Semua, Semarak Lebaran, Cinta Membahana, Cinta Budaya Nusantara, Nusantara Kaya Budaya, MATRA Jaya, MATRA Satu Tumbuh Indonesua, Anwar Bapak Pembangunan Sulbar, Sulbar Maju Sejahtera, TBM Selalu di Hati, Prabowo Kuat Indonesia Hebat, Indonesia Emas (2025).
Editor : Usman Laica

