Jakarta, independennews.id -– Nama Harjo Sutanto, pendiri Wings Group, kembali menjadi sorotan setelah lini bisnis minuman miliknya meluncurkan produk air kemasan bernama Aquviva. Meski terbilang baru di pasar, Aquviva berhasil mencuri perhatian dan mulai mendominasi industri air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia.
Diluncurkan di bawah naungan Wings Food, anak perusahaan Wings Group, Aquviva menyasar gaya hidup sehat dengan mengusung filosofi “air kehidupan”. Nama Aquviva sendiri merupakan gabungan dari kata “aqua” (air) dan “viva” (hidup). Produk ini diklaim sebagai air mineral murni berkualitas tinggi yang telah melalui 7 tahap nano purifikasi, teknologi pemurnian yang diklaim pertama di Indonesia.
Aquviva hadir dalam tiga ukuran kemasan: 250 ml, 700 ml, dan 1.600 ml, dan telah tersedia luas dari toko modern hingga warung kecil. Dalam waktu kurang dari setahun sejak peluncurannya, Aquviva telah menembus pasar hingga ke pelosok daerah di Indonesia berkat dukungan distribusi luas dari Wings Group.
Dukungan modal besar dan jaringan distribusi yang kuat menjadi keunggulan utama Aquviva di tengah ketatnya persaingan pasar AMDK. Produk ini juga diklaim memiliki pH seimbang antara 7-8, menjaga keseimbangan tubuh, serta isi yang lebih banyak 100 ml dibanding air mineral sejenis.
Jejak Sukses Harjo Sutanto
Kesuksesan Aquviva tidak terlepas dari tangan dingin Harjo Sutanto, sosok di balik imperium Wings Group. Lahir tahun 1926 di masa Hindia Belanda, Harjo memulai perjalanan bisnisnya dari nol bersama sahabatnya, Johannes Ferdinand Katuari.
Enam dekade lalu, keduanya memulai usaha dengan menjual sabun colek dari rumah ke rumah di wilayah Jawa Timur. Pada 1949, mereka mendirikan Fa Wings, cikal bakal Wings Group, yang memproduksi sabun secara rumahan dan memasarkannya dari kampung ke kampung di Surabaya.
Berbekal inovasi dan kerja keras, Wings Group berkembang pesat. Salah satu terobosannya adalah produk deterjen krim – solusi praktis dan ekonomis bagi keluarga Indonesia. Popularitas produk ini melejit, membuat Wings Group mampu memperluas cakupan bisnis ke seluruh Indonesia.
Saat ini, Wings Group menjadi salah satu perusahaan FMCG (Fast Moving Consumer Goods) terbesar di Indonesia, memproduksi beragam produk kebutuhan sehari-hari mulai dari deterjen, makanan, minuman, hingga produk perawatan pribadi.
Ekspansi bisnis juga dilakukan ke sektor ritel melalui PT Fajar Mitra Indah yang mengelola jaringan minimarket Family Mart.
Menurut daftar majalah Forbes, total kekayaan Harjo Sutanto ditaksir mencapai USD 530 juta atau sekitar Rp 7,5 triliun. Kekayaan ini mencerminkan keberhasilan transformasi dari penjual sabun keliling menjadi pemilik salah satu perusahaan raksasa di Indonesia.
Dengan hadirnya Aquviva, Wings Group kembali menunjukkan taji dan daya saingnya di industri nasional. Harjo Sutanto, lewat visinya yang panjang, terbukti mampu membaca peluang bisnis dan menjadikan inovasi sebagai kunci sukses jangka panjang. (Usm)
