Lombok, independennews.id – Sosok Agam Rinjani mendadak menjadi sorotan publik usai tindakannya yang penuh kemanusiaan dan keberanian dalam proses evakuasi jenazah Juliana, seorang pendaki asal Brasil, viral di media sosial. Aksi heroiknya menyentuh hati ribuan netizen dan menuai pujian dari berbagai kalangan.
Juliana dilaporkan terjatuh dan meninggal dunia saat mendaki Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat, pada rute ekstrem yang curam dan dipenuhi batuan tajam. Proses pencarian jasad dilakukan oleh tim SAR lokal, termasuk Agam yang dikenal sebagai relawan senior dengan pengalaman mendaki dan evakuasi di medan ekstrem.
Setelah beberapa jam menyusuri jalur berbahaya, tim akhirnya menemukan jasad Juliana di lokasi yang sangat terjal dan sulit dijangkau. Namun, kondisi cuaca yang memburuk dan risiko tanah longsor membuat proses evakuasi tidak bisa langsung dilakukan.
Dalam situasi yang penuh risiko itu, Agam memutuskan untuk tetap tinggal di lokasi bersama jasad Juliana hingga proses evakuasi bisa dilakukan dengan aman keesokan harinya.
“Saya tidak tega meninggalkan dia sendiri di situ. Saya tidur di tebing, di samping jasadnya. Saya rasa ini yang paling manusiawi saya bisa lakukan,” ujar Agam dalam wawancara video yang diunggah oleh Tribun Sumsel.
Dalam video tersebut, Agam tampak menahan air mata saat menyampaikan permintaan maaf kepada publik dan keluarga Juliana karena tidak berhasil menyelamatkan nyawa sang pendaki.
“Saya minta maaf… saya tidak bisa selamatkan dia. Kami sudah berusaha sekuat tenaga. Medannya terlalu berat…,” ucapnya dengan suara bergetar.
Aksi tulus dan penuh empati dari Agam ini langsung viral di media sosial. Kolom komentar dipenuhi oleh doa, ucapan terima kasih, dan pujian dari netizen yang menyebut Agam sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa” dan simbol nyata dari keberanian serta kemanusiaan.
“Orang seperti Agam layak mendapat penghargaan. Tidak semua orang sanggup melakukan itu,” tulis seorang netizen.
“Terima kasih Agam, dunia butuh lebih banyak orang seperti kamu,” komentar lainnya.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik tragedi, masih ada cahaya kemanusiaan yang menyentuh dan menginspirasi. Agam Rinjani bukan hanya seorang relawan, tapi sosok yang menunjukkan bahwa keberanian sejati tidak selalu tentang kekuatan, tetapi tentang hati.
