Mamuju (Sulbar), independennews.idKlaster Tambak Udang Vaname “Kampung Berseri Astra” di Desa Bonda, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, kembali menunjukkan langkah strategis dalam pengembangan sektor perikanan budidaya. Pada Kamis, 19/06/2025, sebanyak 3 juta ekor benih udang (benur) ditebar ke dalam enam kolam tambak sebagai bagian dari siklus pembesaran udang vaname (Litopenaeus vannamei).

Kegiatan ini menjadi bukti nyata keseriusan kelompok budidaya dalam meningkatkan produksi udang vaname, varietas unggulan yang dipilih karena pertumbuhan cepat, daya tahan tinggi, serta nilai jual yang kompetitif di pasar lokal maupun nasional.

Masing-masing kolam menerima sekitar 500.000 ekor benur, dengan tingkat kepadatan mencapai 330 ekor per meter persegi. Menurut Eko, salah satu anggota klaster yang berasal dari Jawa, masa budidaya berlangsung selama 90 hingga 100 hari hingga mencapai ukuran panen ideal.

“Panen raya dilakukan saat udang mencapai size 30 hingga 28 ekor per kilogram,” ujar Eko, Kamis 19/06/2025.

Menariknya, selain panen utama, sistem budidaya di Klaster Desa Bonda juga menerapkan panen parsial yang dimulai sejak usia udang menginjak 40 hari. Dalam fase ini, udang biasanya berukuran 120 hingga 150 ekor per kilogram dan dipanen secara berkala setiap 7 hingga 10 hari sekali. Strategi ini dinilai efektif dalam menjaga siklus produktivitas tambak sekaligus mendukung keberlanjutan ekonomi kelompok.

Eko juga menambahkan bahwa udang vaname menjadi pilihan utama karena memiliki keunggulan ekonomi yang signifikan dibandingkan udang lokal seperti udang windu.

“Vaname lebih cepat tumbuh, lebih tahan penyakit, dan lebih menguntungkan dari sisi pasar,” jelasnya.

Klaster budidaya ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat “Kampung Berseri Astra”, dengan dukungan dari pemerintah melalui Dinas Perikanan Pusat yang menyalurkan bantuan teknis dan pembangunan ekosistem tambak dalam bentuk kolam,bangunan,serta semua peralatan pendukung budidaya melalui Balai Besar Takalar. Program ini dijalankan secara kolaboratif oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) bersama beberapa investor lokal.

Dengan dukungan teknologi, manajemen yang baik, serta peran aktif masyarakat, Klaster Tambak Udang Vaname Desa Bonda diharapkan dapat menjadi model pengembangan budidaya udang berkelanjutan, tidak hanya di Sulawesi Barat tetapi juga di tingkat nasional. (Usman Laica)

By admin