Parepare, independennews.id — Menjelang pelaksanaan Konferensi Kota (Konferkot) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Parepare yang akan digelar pada 14 Juni mendatang, dukungan terhadap calon Ketua PWI Parepare, Abdul Razak Arsyad atau yang akrab disapa Acha Doel, semakin menguat. Salah satu dukungan paling mencolok datang dari Agustin Efendy, yang secara resmi ditunjuk sebagai Ketua Tim Pemenangan Acha Doel.
Uniknya, Efendy bukan merupakan anggota aktif PWI. Namun, keyakinannya terhadap sosok Acha Doel mendorongnya untuk menyatakan kesiapan bergabung dalam organisasi tersebut demi ikut serta memperjuangkan kepemimpinan yang dianggapnya telah terbukti membawa kemajuan bagi insan pers di Parepare.
“Pendy itu bukan anggota PWI, tapi saya mau bergabung karena saya percaya dan suka dengan Pak Acha. Beliau sudah terbukti membawa saya meraih sertifikat UKW dari jenjang Muda hingga Madya,” ujar Efendy usai menyerahkan berkas dukungan resmi kepada Ketua Panitia Konferkot PWI Parepare.
Efendy tak hanya memberi dukungan moral, tetapi juga terjun langsung menjadi ketua tim pemenangan dan bertindak sebagai pihak yang mendaftarkan Abdul Razak Arsyad sebagai calon ketua. Dalam kesempatan tersebut, ia sempat melontarkan candaan yang sarat makna: “Mana rasa terima kasihmu?” — sebuah seruan halus yang mengajak para wartawan untuk mengenang kontribusi Acha Doel terhadap peningkatan kualitas profesi mereka.
Menurut Efendy, Acha Doel bukan hanya seorang ketua organisasi, tetapi sosok penggerak perubahan yang nyata. Di bawah kepemimpinannya, kantor PWI Parepare menjadi lebih representatif, sementara sistem pembinaan melalui bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK) serta pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) semakin aktif dan terarah.
“Saya memang belum memiliki hak pilih dalam Konferkot nanti, tapi sebagai insan yang menjunjung nilai moral dan rasa terima kasih, saya merasa perlu menyatakan apresiasi saya kepada sosok yang telah berjuang tanpa pamrih untuk para wartawan,” tegasnya.
Senada dengan Efendy, wartawan muda Parepare, Andi Kasma, juga menyampaikan kesan mendalam terhadap pembinaan yang ia terima dari Acha Doel. “Beliau tidak pernah lelah membimbing. Kalau tulisan saya salah, pasti ditegur. Sekarang saya sudah mengantongi sertifikat UKW jenjang Muda dari lembaga uji resmi Dewan Pers,” ujarnya.
Figur Acha Doel kini tak hanya dikenal sebagai pemimpin formal di PWI Parepare-Barru, tetapi juga sebagai pembina yang konsisten mendorong peningkatan kualitas jurnalisme. Ia dinilai memiliki jejaring luas dan visi yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan dunia pers ke depan.
Dengan derasnya dukungan moral dan struktural, peluang Acha Doel untuk kembali memimpin PWI Parepare periode 2025–2028 semakin terbuka. Namun lebih dari sekadar pemilihan, dukungan ini mencerminkan harapan banyak wartawan terhadap sosok pemimpin yang bekerja dalam senyap namun memberikan dampak besar. (**)
