Tarakan, independennews.idDalam upaya meningkatkan literasi masyarakat terhadap keaslian uang Rupiah dan pemanfaatan sistem pembayaran digital, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar kegiatan edukasi kepada para pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Mulawarman, Kota Tarakan, pada Sabtu (17/5/2025) malam.

Kegiatan ini difokuskan pada dua poin utama, yakni pengenalan ciri-ciri keaslian uang Rupiah serta sosialisasi penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai metode pembayaran nontunai yang dinilai lebih cepat, mudah, murah, aman, dan andal.

Kepala KPwBI Kaltara, Hasiando G. Manik, melalui stafnya Muh. Zuni Ristiyanto, menjelaskan bahwa masyarakat diharapkan mampu mengenali ciri-ciri keaslian uang Rupiah secara mandiri untuk mencegah peredaran uang palsu. Selain itu, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan apabila menemukan uang yang diragukan keasliannya.

“Jika masyarakat menemukan uang yang mencurigakan, langkah yang tepat adalah tidak menyebarkannya kembali dan segera melapor kepada pihak berwenang. Jika tidak ada Kantor BI di wilayah tersebut, laporan dapat disampaikan melalui bank terdekat yang kemudian akan diteruskan ke Bank Indonesia untuk diklarifikasi,” jelasnya dalam rilis resmi, Kamis (22/5/2025).

Dalam sesi edukasi, masyarakat diperkenalkan dengan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) untuk memverifikasi keaslian uang. Beberapa fitur yang dijelaskan antara lain benang pengaman, gambar tersembunyi (latent image), perubahan warna pada gambar (color shifting), serta cetakan timbul (intaglio).

Fitur-fitur keamanan uang Rupiah juga meliputi watermark bergambar pahlawan nasional, electrotype berupa angka nominal, blind code untuk tunanetra, serta rectoverso berupa logo Bank Indonesia yang tampak utuh saat diterawang.

Zuni menegaskan bahwa Bank Indonesia adalah satu-satunya pihak yang berwenang menentukan keaslian Rupiah, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

Kegiatan edukasi ini akan terus dilakukan secara rutin di berbagai lokasi seperti pasar, sekolah, dan komunitas masyarakat, serta disebarluaskan melalui platform digital untuk menjangkau lebih banyak warga.

“Kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya mengenali uang asli dan mulai beralih ke pembayaran digital seperti QRIS demi transaksi yang lebih aman dan efisien,” pungkasnya. (Ridas)

By admin