Jakarta, independennews.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) mengawali tahun 2025 dengan kinerja impresif. Pada kuartal I/2025, BSI mencatat laba bersih sebesar Rp1,87 triliun, tumbuh 10,05% secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan ini melampaui rata-rata industri dan menjadi cerminan dari fundamental keuangan yang sehat.
Plt Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta, menyampaikan bahwa capaian tersebut ditopang oleh peningkatan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), penyaluran pembiayaan, serta pertumbuhan fee-based income yang mencatatkan angka dua digit. Total aset BSI pun tumbuh 12,01% yoy menjadi Rp401 triliun per akhir Maret 2025.
“Alhamdulillah, BSI mampu menunjukkan kinerja solid dari tahun ke tahun. Pertumbuhan di atas rata-rata industri ini merupakan hasil kerja keras seluruh elemen BSI, dukungan nasabah, investor, serta para pemangku kepentingan,” ujar Bob.
Dalam rangka memperluas pengaruh global, BSI sukses menyelenggarakan BSI Global Islamic Finance Summit (GIFS) 2025 di Jakarta. Forum berskala internasional ini mengangkat tema “Transformative Islamic Finance as Catalyst for Growth” dan menegaskan kontribusi ekonomi syariah dalam pembangunan nasional.
Lebih lanjut, BSI juga memperoleh persetujuan prinsip untuk membuka kantor cabang di Jeddah, Arab Saudi, setelah sebelumnya sukses membuka cabang di Dubai. Menteri BUMN Erick Thohir menyebut pencapaian ini sebagai hasil kerja keras hampir dua tahun, yang menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi BSI di Timur Tengah.
Bob menjelaskan bahwa izin yang diterima dari otoritas Arab Saudi merupakan izin prinsip yang memungkinkan pembukaan cabang secara fisik, meski masih menunggu proses perizinan lanjutan untuk layanan penuh.
Sebagai pemimpin baru dalam masa transisi, Bob membawa semangat dan visi kuat dalam mendorong transformasi BSI menjadi bank syariah kelas dunia. Berbekal pengalaman lebih dari 30 tahun di industri perbankan, Bob menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat posisi BSI sebagai lokomotif keuangan syariah nasional.
Perjalanan Bob dalam dunia keuangan syariah dimulai dari refleksi mendalam saat bertugas di BNI Cabang London pada 2006, ketika pertanyaan dari Duta Besar RI mengenai penempatan dana syariah global membangkitkan kesadaran dan passion-nya terhadap Islamic finance. Sejak saat itu, Bob menempuh perjalanan panjang yang kini mengantarkannya pada posisi strategis di BSI.
Tak hanya dari sisi keuangan, Bob juga mendorong penguatan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG). Awal 2025, BSI mencatat peningkatan skor ESG Bloomberg dari 2.24 menjadi 3.86, yang membawa BSI ke dalam kategori ‘Leading’ secara global dan menduduki peringkat ke-4 bank syariah dunia.
Selama kuartal I/2025, BSI telah mengoleksi 44 penghargaan, melengkapi deretan rekognisi atas kinerja luar biasa sejak bank hasil merger ini berdiri pada 2021. Bob menegaskan BSI akan terus memberikan produk dan layanan terbaik dengan pendekatan yang lincah dan inovatif.
“Kami akan terus bertumbuh dan belajar, mengelola risiko secara komprehensif, serta menjaga kepercayaan semua pihak,” tutup Bob. (Rid)
