Polman, independennews.id — Suasana penuh semangat dan warna-warni budaya tampak di halaman SMPN 2 Kuningan, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, saat memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2025. Upacara yang diikuti oleh seluruh guru, siswa, dan pegawai sekolah ini berlangsung khidmat dan meriah dengan nuansa kebudayaan dari berbagai daerah di Indonesia.
Kepala SMPN 2 Kuningan, Priyo Winarto, S.Pd., Fis., M.Pd., saat dikonfirmasi oleh wartawan media ini mengatakan bahwa seluruh peserta upacara mengenakan pakaian adat, termasuk baju adat Mandar, Makassar, Bugis, Jawa, hingga Toraja. Ia sendiri tampil dengan mengenakan baju adat Jawa.
“Ini merupakan bentuk penghormatan kita terhadap budaya Nusantara dan semangat nasionalisme dalam dunia pendidikan,” ujar Priyo.
Dalam kesempatan itu, Priyo juga menyampaikan bahwa sekolah saat ini sedang menjalani sejumlah perbaikan sarana dan prasarana. “Kami sedang memperbaiki WC, drainase saluran air, tempat wudu, dan penampungan air. Kami juga telah membeli satu proyektor, satu printer, empat kipas angin, dan satu speaker aktif. Semua ini menggunakan dana BOS,” jelasnya.
Saat ditanya tentang perjalanan kariernya, Priyo mengungkapkan bahwa ia diangkat menjadi guru sejak 1 Januari 1990 di SMPN 2 Kuningan dan mengabdi selama 25 tahun. Pada tahun 2015, ia dipromosikan menjadi kepala sekolah di SMPN 6 Wonomulyo. Kemudian, pada 1 Januari 2025, ia dimutasi kembali ke SMPN 2 Kuningan sebagai kepala sekolah, menggantikan kepala sekolah sebelumnya yang kini menjabat di SMPN 6 Wonomulyo.
“Saya merasa pulang ke rumah sendiri, karena di sekolah ini saya pernah menjadi guru selama 25 tahun,” tambahnya.
Saat ini, SMPN 2 Kuningan memiliki 456 siswa dan 39 orang guru serta staf, termasuk 9 guru P3K.
Peringatan Hardiknas 2025 ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan, pelestarian budaya, dan peningkatan mutu pendidikan di SMPN 2 Kuningan. (Muk)
