Roman Perdana
Karya: Y.M. Sjamsi
Di sebuah kota kecil yang dikelilingi perbukitan hijau dan sungai yang mengalir tenang serta desiran ombak laut di sepanjang pantai Bahari, hiduplah seorang pemuda bernama YM. Pangeran Arya. Anak dari pasangan YM. Sjamsi dan YM. Putri Mirah, keduanya Pensiunan ASN-PNS Guru.
YM. Pangeran Arya adalah Jejaka yang Sopan dan Santun penuh Wibawa, Pria Idaman bagi kaum Hawa. Terpuji cara-cara berbusana dan langkah jalannya yang indah sedap dipandang mata.
Ia seorang Guru ASN P3K yang baru saja diangkat setahun lalu. Dari kota Besar kembali ke kampung halamannya dengan penuh semangat untuk mengabdi di sebuah SMA tempat ia kini mengajar.
Bagi Arya, pulang ke tanah kelahirannya bukan sekadar mencari pekerjaan, akan tetapi juga melabuhkan hati pada tanah tumpah darah yang membesarkannya.
Di tempat kerja (sekolah) barunya, Arya bertemu dengan seorang kolega dan langsung menarik perhatiannya. Anak dari pasangan YM. Mahamud dan YM. Nursam bernama : YM. Putri Hikma, seorang Guru Penggerak yang anggun, cerdas, dan penuh dedikasi. Cara Hikma mengajar, membimbing Peserta Didiknya dengan penuh kelembutan dan kesabaran, membuat Arya tak bisa mengalihkan pandangannya. Ia begitu kagum, bukan hanya pada kecantikannya dan bukan pula secara kebetulan, melainkan takdir yang telah tertulis di langit ke-7. Saat YM. Pangeran Arya melihat YM. Putri Hikma untuk pertama kalinya. Ia terpesona pada senyumnya yang khas, kelembutan tutur kata dan perangainya, pun matanya laksana safir biru yang sayu merayu, yang senantiasa memancarkan kehangatan, begitu pula bibirnya yang selalu basa bagai mangga muda yang belum pernah ia temui sebelumnya, juga yang pasti pada ketulusan hatinya dalam mendidik generasi muda.
Setiap hari, ada saja alasan bagi Arya untuk berbicara dengan Hikma.
Berbincang dan berdiskusi mulai tentang Kurikulum Sekolah, berbagi Pengalaman dan Model Pembelajaran Kekinian, termasuk membahas Pendekatan Pembelajaran “Deep Laarning” yang dapat tercapai melalui 3 elemen utama, yakni “Meaningful Learning, Mindful Learning, dan Joyful, hingga “Sekadar” mengomentari cuaca di pagi hari.
Lambat laun, obrolan mereka semakin akrab. Arya menyadari bahwa Hatinya telah jatuh pada Hikma, akan tetapi ia masih ragu untuk mengungkapkan perasaannya.
Suatu sore menjelang senja, ketika matahari mulai tenggelam di ufuk barat, Pangeran Arya dan Putri Hikma pulang bareng (bersama) setelah menghadiri sebuah acara di sekolah tempat mereka bertugas sebagai ASN-P3K. Di bawah langit jingga, Arya akhirnya memberanikan diri secara langsung untuk menyampaikan sesuatu yang tersirat di hatinya : “Adindaku Hikma, sesungguhnya aku ingin mengatakannya sejak lama… Bahwa Aku kagum padamu, bukan hanya sebagai rekan kerja, akan tetapi lebih dari itu.”
Hikma terdiam sejenak, tersenyum lembut, lalu berkata : “Aku juga merasakan hal yang sama, Kanda Arya.”
Sejak hari itu, mereka semakin dekat. Cinta mereka tumbuh dalam kebersamaan, dalam canda tawa bersama Peserta Didiknya, dalam diskusi panjang tentang pendidikan, dan dalam doa-doa yang mereka panjatkan di setiap heningnya malam.
Para Guru dan Staf sekolah menaruh perhatian penuh. Termasuk YM. Mami Sri Fat, seorang Guru TIK di sekolah itu (dari Kota Besar) Penghubung Terpercaya antara kedua Keluarga Calon Mempelai dan merupakan sahabat setia YM. Pangeran Arya. Kepala Sekolah pun turut mendukungnya kepada kedua insan yang dilanda Asmara membahana.
Beberapa bulan kemudian, ada waktu senggang saat istirahat jam kedua di sudut Aula Sekolah, YM. Pangeran Arya membangun komunikasi atau obrolan yang Romantis dengan membuka perbincangan tentang sesuatu hal : “Adinda Hikma, Aku ingin melantunkan dua buah lagu untukmu. Apakah Engkau berkenan untuk mendengarnya..? Tentu dong.., Kakandaku Arya. Sahut YM. Putri Hikma dengan suaranya yang lembut.
Lagu I ini berjudul “Kisah Kasih di Sekolah” Ciptaan : Obbie Messakh.
YM. Pangeran Arya langsung meraih Gitar Akustik kesayangannya. Sebuah jenis gitar di mana suara yang dihasilkan berasal dari getaran senar gitar yang dialirkan melalui sadel dan jembatan tempat pengikat senar ke dalam ruang suara.
“Resah dan gelisah
menunggu disini
di sudut Aula Sekolah
tempat yang kau janjikan
ingin jumpa denganku
walau mencuri waktu
berdusta pada Kasek…
Malu aku malu
pada semut merah
yang berbaris di dinding
menatapku curiga
seakan penuh tanya :
sedang apa disini..?
Menanti Hikma, jawabku
Sungguh aneh tapi nyata
tak kan terlupa
kisah kasih di sekolah
dengan Kekasih
Tiada masa paling indah
masa-masa di sekolah
tiada kisah paling indah
kisah kasih di sekolah.”
Lagu II. “Anugerah Cinta” Ciptaan : Rosac Tanjung.
“Cinta punya sejuta rasa
Dipenuhi indah berjuta warna
Cinta memberi jalan
Untuk kita bersama
Kau sempurnakan hidupku
Lengkapi kekurangan diriku
Anugerah terindah yang
Ku miliki
Kamu lah satu satunya
Yang paling teristimewa
Kamu lah satu-satunya
Bidadari Cinta
Kamu lah satu-satunya
Yang paling teristimewa
Kamu lah satu-satunya
Bidadari Cinta
Oh Tuhan
Terimalah doa ku
Jaga aku untuk nya
Jaga dia untukku
Oh Kasih
Tulus cinta mu suci
Tak mungkin terganti
Hingga akhir hidup ku ini
Kamu lah satu-satunya
Yang paling teristimewa
Kamu lah satu-satunya
Bidadari cinta
Kau sempurnakan hidupku
Lengkapi kekurangan diriku
Anugerah terindah yang
Ku miliki
Kamu lah satu satunya
Yang paling teristimewa
Kamu lah satu-satunya
Bidadari Cinta
Kamu lah satu-satunya
Yang paling teristimewa
Kamu lah satu-satunya
Bidadari Cinta
Oh Tuhan
Terimalah doa ku
Jaga aku untuk nya
Jaga dia untukku
Oh Kasih
Tulus cinta mu suci
Tak mungkin terganti
Hingga akhir hidup ku ini
Kamu lah satu-satunya
Yang paling teristimewa
Kamu lah satu-satunya
Bidadari cinta”
Selanjutnya YM. Pangeran Arya dengan terbata-bata menyatakan hasrat cintanya yang suci kepada YM. Putri Hikma dalam sebuah momen yang penuh haru : Adindaku Hikma Sayang, Engkau telah sempurnakan hidupku, Lengkapi kekurangan diriku.
Dikau adalah Anugerah terindah yang Ku miliki.
Kamu lah satu satunya
Yang paling teristimewa.
Kamu lah satu-satunya
Bidadari Cintaku laksana Hasrat Murni dan Renjana Cinta yang Abadi.
“Sudikah kiranya Adinda Hikma menjadi teman hidupku, berbagi suka dan duka, mengajar bersama hingga usia senja..?” tanyanya dengan mata penuh harapan.
Tanpa ragu, Hikma pun mengangguk dan merespon : “Aku mau, mau, mau… Kanda Arya.”
Lamaran Secara Adat Berlangsung Sukses.
Hari baik yakni Senin di bulan Sya’ban. Pilihan di bulan Sya’ban, karena pada bulan ini, orang Arab atau Kaum Muslim di waktu silam memaknai bahwa bulan Sya’ban merupakan bulan persiapan untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Oleh karenanya, Lamaran pun dilangsungkan secara Adat dan Alhamdulillah berjalan dengan lancar, damai dan sukses.
Rombongan Keluarga Besar Calon Mempelai Laki-laki hadir membawa hantaran ke rumah Calon Mempelai Perempuan berupa : Uang Belanja (sesuai kesepakatan), 1 (satu) Buah Cincin Emas Pengikat, Beras sebanyak 2 Kwintal atau 200 Kg., Gula Pasir (kristal) sebanyak 1 Karung atau 50 Kg., Tepung Terigu sebanyak 1 Karung. dan lain-lain sebagai pelengkap.
Hadir : Keluarga Besar Puang Lembang., dan Ketua Lembaga Adat Arayang Balanipa sekaligus berindak Mewakili Keluarga Calon Mempelai Laki-laki. Juga Hadir Saudara Kandung bersama Suami atau Kakak dari Ibunda (Ummi) Calon Mempelai Laki-laki, Keluarga Besar Kerajaan Pamboang dari domisili Palu.
Hadir pula Saudara atau Kakak Tertua dari Ayahanda Calon Mempelai Laki-laki, Keluarga Besar Tomakaka Adaq Jambu Cappa Bate Dara’ Kerajaan Binuang dari Domisili Pare-Pare.
Saudara atau Kakak Kandung Calon Mempelai Laki-laki, sekaligus bertindak Menyematkan Cincin Emas Pengikat kepada Calon Mempelai Perempuan. Ia hadir bersama Suami dan 3 orang Anaknya. Juga hadir Saudara atau Adik Kandung (bungsu) Calon Mempelai Laki-laki, bersama Suami dan 3 orang Anaknya. Mereka dari domisili Kota Besar Makassar.

Pernikahan
Sementara Pernikahan secara resmi oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) setempat segera digelar secara Adat sepekan setelah Hari Raya Lebaran Idul Fitri tahun ini juga di kediaman orang tua dari YM. Putri Hikma.
Selanjutnya Resepsi akan diselenggarakan di Aula Sekolah, tempat mereka bertemu dan jatuh cinta serta mengikat janji suci.
Niscaya Keluarga Besar dan seluruh kerabat kedua calon mempelai, Rekan-rekan Guru dan Staf sekolah, para Peserta Didiknya ikut bersuka cita, menyaksikan dua hati yang dipertemukan dalam pengabdian yang kelak akan bersatu dalam ikatan resmi pernikahan.
Romansa Cinta mereka adalah kisah tentang kesederhanaan, ketulusan, dan pengabdian. Di sekolah yang sama, di kota kecil yang damai, mereka terus melangkah bersama, bukan hanya sebagai Pendidik anak-anak bangsa yang menyenangkan dan menyejukkan Hati Peserta Didiknya, akan tetapi juga sebagai Sejoli yang In Sha Allah kan menjadi Calon Pemimpin Masa Depan Pembelajaran yang saling mendukung dan menginspirasi Kita semua.
Semoga “SAMAWA” Sakinah, Mawaddah, Warahmah.
(Bersambung)
