MAKASSAR, independennews.id — Estafet kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan resmi bergulir. Kepengurusan periode 2021–2026 menyerahkan aset dan operasional kantor kepada pengurus baru periode 2026–2031 dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan di Markas PWI Sulsel, Jalan Maccini Sawah No. 12, Makassar, Senin (15/6/2026).
Prosesi serah terima dilakukan oleh Sekretaris PWI Sulsel periode 2021–2026, Faisal Palapa, kepada Ketua PWI Sulsel terpilih periode 2026–2031, Suwardi Thahir. Kegiatan tersebut turut disaksikan sejumlah tokoh pers Sulawesi Selatan, di antaranya Mappiar HS, Amrullah Basri, dan Abdullah Rattingan.
Dalam kesempatan itu, Faisal Palapa menegaskan bahwa seluruh aset dan operasional kantor kini menjadi tanggung jawab penuh pengurus baru di bawah kepemimpinan Suwardi Thahir.
“Melalui pertemuan ini, kami resmi menyerahkan Kantor PWI Sulsel kepada Ketua periode 2026–2031, Bapak Suwardi Thahir. Secara hukum, mulai saat ini operasional gedung beserta seluruh aset di dalamnya menjadi tanggung jawab penuh Bapak Suwardi bersama jajaran pengurus baru,” ujar Faisal.
Menanggapi hal tersebut, Suwardi Thahir menyampaikan apresiasi kepada pengurus sebelumnya dan tim transisi yang telah bekerja maksimal sehingga proses inventarisasi dan serah terima aset dapat berlangsung lancar.
“Alhamdulillah, proses serah terima kantor ini berjalan lancar. Terima kasih kepada jajaran pengurus periode sebelumnya serta tim transisi yang telah memastikan agenda penting ini terlaksana dengan baik,” kata Suwardi.
Usai menerima aset kantor, Suwardi menegaskan bahwa dirinya bersama jajaran pengurus tidak ingin berlama-lama beristirahat dan akan segera menjalankan agenda organisasi yang telah disiapkan.
“Setelah ini tidak ada waktu untuk bersantai, kita langsung gaspol. Kami sedang mematangkan sejumlah agenda penting, mulai dari pelantikan pengurus PWI Sulsel dan IKWI periode 2026–2031 hingga pelaksanaan rapat kerja organisasi,” ungkapnya.
Suwardi Thahir sebelumnya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PWI Sulsel periode 2026–2031 dalam Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Sulsel yang berlangsung di Graha Pena Makassar pada 2 Juni 2026.
Sebagai tokoh senior di dunia jurnalistik, Suwardi dikenal aktif mendorong peningkatan kompetensi wartawan dan kerap dipercaya sebagai penguji Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI. Di bawah kepemimpinannya, ia berkomitmen memperkuat kualitas sumber daya manusia jurnalis sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota.
Menurutnya, tantangan industri pers saat ini semakin kompleks akibat disrupsi digital, maraknya hoaks, serta tuntutan profesionalisme yang semakin tinggi. Karena itu, peningkatan kapasitas wartawan menjadi salah satu fokus utama kepengurusannya.
“Mari kita bergandengan tangan untuk membesarkan organisasi dan menjaga marwah profesi ini agar diisi oleh jurnalis yang benar-benar kompeten. Kita harus bergerak bersama mendongkrak kualitas wartawan di tengah gempuran era digital,” tegasnya.
Tak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi, Suwardi juga membawa visi menjadikan PWI Sulsel sebagai organisasi yang inklusif dan terbuka bagi seluruh anggota.
“Motivasi terbesar saya memimpin PWI Sulsel adalah ingin menciptakan organisasi yang inklusif, bukan kelompok yang eksklusif,” ujarnya.
Ia menilai organisasi profesi harus menjadi ruang kolaborasi yang mampu merangkul seluruh insan pers tanpa membedakan latar belakang media maupun kelompok tertentu.
Dengan resmi bergulirnya kepengurusan baru, harapan besar kini tertuju pada kepemimpinan Suwardi Thahir untuk memperkuat soliditas internal organisasi, meningkatkan kompetensi wartawan, serta menjaga independensi dan profesionalisme pers di Sulawesi Selatan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Mandat yang diemban hingga 2031 menjadi momentum bagi PWI Sulsel untuk terus bertransformasi menjadi organisasi yang lebih inklusif, adaptif, dan relevan di tengah dinamika industri media yang terus berkembang. (*)
