PAREPARE, independennews.id -– Suasana Ramadhan di Masjid Syekh Abdillah Mandar, yang beralamat di Jalan Puan Midding, RT 3 RW 1, Kelurahan Cappa Galung, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Minggu malam (22/2/2026), berlangsung khidmat pada malam ke-5 Ramadhan. Ceramah tarawih malam tersebut diisi oleh salah satu santriwati kelas Vll dari Pondok Pesantren Lil Banat Ujung Lare kota Parepare Andi Ainun Nishya Asri.

Santriwati yang merupakan putri dari pasangan Andi Asri Azis, S.Pd.,Gr, dan Fadliah Hamzah, S.Pd, itu membawakan tausiyah bertema makna dan hakikat puasa. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana pembinaan spiritual untuk membentuk pribadi yang sabar, ikhlas, serta mampu mengendalikan diri.

“Puasa adalah madrasah ruhani yang mendidik kita menjaga lisan, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan kepedulian sosial,” ujarnya di hadapan jamaah masjid.

Ceramah tersebut mendapat apresiasi dari jamaah karena disampaikan dengan penuh percaya diri, sistematis, dan menyentuh nilai-nilai kehidupan sehari-hari. Kehadiran generasi muda di mimbar Ramadhan menjadi warna tersendiri dalam rangkaian kegiatan ibadah selama bulan suci.

Imam Masjid Syekh Abdillah Mandar, Ayyub Hamid, menjelaskan bahwa pengurus masjid memang secara konsisten memberikan ruang kepada para santri, baik putra maupun putri dari berbagai pondok pesantren, untuk mengembangkan bakat dan kemampuan ceramah mereka. yg

“Kami ingin masjid bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan. Memberikan kesempatan kepada anak-anak santri untuk tampil adalah bagian dari proses kaderisasi dan latihan mental dakwah mereka,” ujar Ayyub Hamid.

Menurutnya, tampil di hadapan jamaah secara langsung merupakan pengalaman berharga yang membangun rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri. Ia menilai materi yang disampaikan para santri menunjukkan kualitas pembinaan pesantren yang baik serta kesiapan generasi muda dalam menyampaikan dakwah yang menyejukkan.

Pengurus masjid menerapkan pola pengisian ceramah yang terstruktur selama Ramadhan. Khusus malam-malam ganjil, ceramah diisi oleh para santri sebagai bentuk praktik dakwah dan pembinaan. Sementara pada malam genap, ceramah diisi oleh para mubaligh yang ditugaskan oleh Kementerian Agama Kota Parepare, sehingga kualitas materi tetap terjaga dan berimbang.

Ayyub Hamid menegaskan bahwa sinergi antara pengurus masjid, pondok pesantren, dan pemerintah merupakan langkah strategis dalam memperkuat syiar Islam di Kota Parepare. Ia berharap program tersebut mampu melahirkan dai dan da’iyah muda yang berilmu, berakhlak, dan siap menjadi penerus estafet dakwah.

“Ramadhan adalah momentum terbaik untuk membina generasi muda. Kami berharap dari mimbar ini akan lahir penerus dakwah yang membawa pesan Islam yang sejuk, toleran, dan rahmatan lil ‘alamin,” tutupnya. (MLP)

By admin