Parepare, independennews.id — RSUD Andi Makkasau Kota Parepare terus melakukan pembenahan layanan kesehatan guna meningkatkan mutu dan kenyamanan pasien, khususnya pada layanan rawat jalan Poliklinik Urologi. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya jumlah kunjungan pasien dalam beberapa bulan terakhir yang berdampak pada kepadatan antrean dan lamanya waktu tunggu.
Direktur RSUD Andi Makkasau, dr. Hj. Renny Anggaeny Sari, MARS., FISQua., MQM, menjelaskan bahwa lonjakan pasien urologi menjadi perhatian serius manajemen rumah sakit. Selain memengaruhi kenyamanan pasien, kondisi tersebut juga berdampak pada kelancaran administrasi dan proses klaim BPJS Kesehatan.
“Untuk mengatasi hal ini, kami melakukan penyesuaian kuota pasien rawat jalan layanan urologi sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan BPJS. Tujuannya agar pelayanan lebih tertib, antrian berkurang, dan waktu tunggu pasien dapat diminimalkan,” ujar dr. Renny, Sabtu (30/1/2026).
Menurutnya, penyesuaian kuota merupakan bagian dari penataan layanan agar sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) rumah sakit. Ia menegaskan bahwa kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya diukur dari jumlah pasien yang dilayani, tetapi juga dari aspek keselamatan, ketepatan waktu, dan kenyamanan pasien.
“Kami sangat mengapresiasi tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan urologi di RSUD Andi Makkasau. Namun, di sisi lain jumlah dokter spesialis urologi yang tersedia saat ini masih terbatas, sehingga diperlukan pengaturan layanan yang lebih ketat agar tetap optimal,” jelasnya.
Sebagai ilustrasi, pada Sabtu (31/1/2026) jumlah pasien urologi yang datang mencapai sekitar 150 orang, jauh melebihi kapasitas pelayanan harian yang ideal. Kondisi tersebut mengharuskan pihak rumah sakit melakukan edukasi kepada sebagian pasien untuk dijadwalkan kembali pada hari pelayanan berikutnya.
“Keputusan ini tentu tidak mudah, tetapi harus diambil demi menjaga kualitas layanan. Kami ingin memastikan setiap pasien mendapatkan pelayanan medis yang maksimal, aman, dan nyaman,” tambah dr. Renny.
Ia juga mengungkapkan bahwa tingginya kunjungan pasien tidak terlepas dari peran RSUD Andi Makkasau sebagai salah satu rumah sakit rujukan utama layanan urologi di luar Kota Makassar. Pasien tidak hanya berasal dari Kota Parepare, tetapi juga dari berbagai kabupaten di sekitarnya.
“Ini menjadi kebanggaan sekaligus tantangan bagi kami untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan urologi,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, manajemen RSUD Andi Makkasau menyampaikan permohonan maaf kepada pasien atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat kebijakan penyesuaian kuota. Pihak rumah sakit berharap masyarakat dapat memahami bahwa kebijakan ini diambil demi kebaikan bersama.
“Saat ini terdapat tiga dokter kami yang sedang menempuh pendidikan spesialis urologi. Kami berharap ke depan kapasitas layanan poli urologi dapat meningkat dan melayani lebih banyak pasien,” tuturnya.
RSUD Andi Makkasau menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan melalui penguatan sumber daya manusia, peningkatan sarana dan prasarana, serta optimalisasi sistem pelayanan berbasis digital, demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang profesional, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan serta kepuasan pasien. (MLP)
