Oleh: YM. Drs. Sjahrir Tamsi, M.Pd.
independennews.id — Di tengah arus globalisasi yang kian deras dan realitas sosial yang penuh dinamika, Bangsa Indonesia diingatkan kembali pada Hakikat Jati Dirinya: “Bhinneka Tunggal Ika”. Sebuah semboyan yang bukan sekadar Motto, melainkan Napas dan Nadi Kebangsaan yang Menyatukan Beragam Kesultanan/Kerajaan, Agama, Suku, Budaya, Bahasa, Seni Tradisional dan Adat Istiadat dalam satu Harmoni Kebangsaan yang Indah. Semangat itulah yang bergema dalam Manifesto Keberagaman Nusantara melalui Deklarasi Nasional Forum Keberagaman Nusantara (FKN) yang digelar di Kedaton Kesultanan Sao Sio, Ternate, Maluku Utara, pada 27 Oktober 2025.
Kegiatan Monumental ini menjadi Momentum Kebangkitan Kesadaran Kebangsaan dalam Menyongsong 1 Abad Kemerdekaan Indonesia (2045), sebuah fase sejarah penting yang menuntut Bangsa ini untuk semakin Matang, Kuat, dan Berkarakter dalam Keberagamannya.

- Penguatan Persatuan di Tengah Keberagaman
Deklarasi ini lahir bukan sekadar sebagai seremonial, melainkan sebagai Simbol Nyata Penguatan Persatuan di Tengah Perbedaan. Forum Keberagaman Nusantara (FKN) menegaskan bahwa Indonesia Berdiri Kokoh karena Fondasinya dibangun di atas “Rasa Saling Menghormati dan Menghargai Perbedaan”. Dalam perbedaan itulah Bangsa ini menemukan identitas dan kekuatan untuk terus melangkah ke depan.
- Kolaborasi Tokoh Adat, Agama, dan Budaya
Acara ini dihadiri oleh Tokoh-tokoh penting dari berbagai elemen: Pemuka Agama, Perwakilan Kesultanan/Kerajaan, Tokoh Adat, dan Perwakilan Daerah dari seluruh Nusantara.
Ketua Dewan Pembina DPN-FKN, YM. Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin, menekankan pentingnya Kolaborasi Lintas Tokoh dalam Menjaga Keutuhan Bangsa. Beliau mengingatkan bahwa Harmoni Nasional tidak mungkin terwujud tanpa Sinergi antara Nilai Keagamaan, Kebudayaan, dan Kearifan Lokal.
Sementara itu, Sultan Ternate, YM. Jou Kolano Malamo-lamo, Sultan Hidayatullah Mudaffar Syah, menegaskan posisi Ternate sebagai salah satu Kesultanan Tertua di Nusantara dan sebagai “Kota Rempah Dunia” yang memiliki Sejarah Panjang sebagai Simpul Peradaban dan Interaksi antar-Bangsa. Dari bumi Rempah inilah, telah Tumbuh Semangat Persaudaraan dan Keterbukaan Lintas Agama, Budaya, Adat dan Kearifan Lokal yang ada sejak Berabad-abad silam.
Ketua Umum DPN-FKN, YM. Tuanku Rahmansyah Marbun Tuanku Alamsyah, menyebut momen ini sebagai “Mozaik Keberagaman Nusantara”, sebuah gambaran utuh tentang Indonesia yang tersusun dari ribuan kepingan berbeda, namun berpadu menjadi satu keindahan yang utuh. Setiap kepingan melambangkan Kekayaan Budaya dan Spiritual Bangsa: Kesultanan, Kerajaan, Agama, Suku, Adat, Seni Tradisi, Bahasa, dan Nilai-nilai luhur yang membentuk wajah Indonesia yang Beradab.

- Merajut Kebhinekaan sebagai Kekuatan Utama Bangsa
Dalam Manifesto Keberagaman Nusantara ini, FKN menyerukan agar perbedaan tidak lagi dipandang sebagai sumber perpecahan, tetapi sebagai energi kolektif yang menyatukan. Keberagaman merupakan “Modal sosial yang harus Dirajut menjadi Kekuatan Moral dan Kultural Bangsa”.
Keutuhan Indonesia tidak akan lahir dari keseragaman, tetapi dari Kemampuan Bangsa ini Menghormati Perbedaan dan Menumbuhkan Toleransi. Di sinilah FKN menempatkan dirinya sebagai Wadah Strategis Lintas Sektoral, yakni Ruang dialog yang Mempertemukan berbagai Kesultanan, Kerajaan, Agama, Suku, Etnis, dan Seni Tradisi dalam Satu Ikatan Kebangsaan yang Utuh.
- Menyongsong Indonesia Emas 2045
Deklarasi ini merupakan bagian dari Ikhtiar Kolektif Bangsa menuju Indonesia Emas 2045, yaitu sebuah cita-cita luhur untuk melahirkan Generasi Unggul, Berkarakter, Berdaya Saing, dan tetap Berakar pada Nilai-nilai Keindonesiaan. FKN menegaskan bahwa cita-cita Indonesia Emas tidak akan tercapai hanya melalui kemajuan ekonomi atau teknologi, tetapi harus disertai dengan “Pembangunan Spiritual, Budaya, dan Moralitas Kebangsaan”.
- Dukungan Pemerintah dan Tokoh Nasional
Momentum Deklarasi ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia, YM. Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin, yang juga merupakan Tokoh Pendiri DPN-FKN. Beliau memberikan apresiasi mendalam atas inisiatif FKN dalam menjaga Kerukunan dan Harmoni Sosial di tengah arus disrupsi global.
Dukungan ini menjadi penguat legitimasi moral bahwa gerakan keberagaman bukan hanya milik komunitas tertentu, tetapi bagian dari Tanggung Jawab Bersama seluruh Anak Bangsa.

- Tanda Tangan Manifesto dan Spirit Nusantara
Sebagai bagian dari komitmen kolektif tersebut, seluruh Perwakilan Daerah membubuhkan tanda tangan pada Manifesto Deklarasi Forum Keberagaman Nusantara: “Menyongsong 1 Abad Indonesia — Merajut Akar Bangsa, Membangkitkan Rasa Nusantara untuk Mewujudkan Indonesia Emas.”
Sebagai Perwakilan Daerah dari Provinsi Sulawesi Barat, Penulis merasa “Terhormat” dapat menjadi bagian dari Momentum Bersejarah ini. Manifesto tersebut tidak hanya simbol, melainkan “Ikrar Kebangsaan” untuk terus menjaga dan menumbuhkan semangat Persaudaraan Lintas Daerah, Adat, Agama, dan Budaya demi Indonesia yang Damai, Berdaulat, dan Bermartabat.

Merajut Masa Depan dari Akar Budaya
Manifesto Keberagaman Nusantara di Ternate bukan sekadar Peristiwa Kebudayaan, tetapi Refleksi Spiritual dan sosial tentang Pentingnya Merawat Akar Bangsa. Di tengah dunia yang kian mengglobal, Indonesia harus tetap berpijak pada Nilai-nilai Lokal yang menumbuhkan Nasionalisme dan Kemanusiaan.
Dari Ternate, Bumi Rempah, Simpul Peradaban, dan Saksi Sejarah Kebesaran Nusantara, di mana Bangsa ini kembali diingatkan bahwa “Indonesia tidak bisa Besar tanpa Beberagaman, dan Keberagaman tidak akan Bermakna tanpa Persatuan”.
Melalui Forum Keberagaman Nusantara, Kita diajak menatap masa depan dengan keyakinan: bahwa dari Akar Budaya, akan Tumbuh Pohon Kebangsaan yang Rindang, Menaungi seluruh Anak Negeri dalam Damai, Cinta dan Kasih Sayang sesama Anak Bangsa.
Salam Keberagaman Nusantara.
Merajut Akar Bangsa, Membangkitkan Rasa Nusantara, Menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan Penuh Hormat dan Takzim,
Penulis : YM. Drs. Sjahrir Tamsi, M.Pd. (Perwakilan DPD-FKN Provinsi Sulawesi Barat).
Editor : Usman Laica
