Kepala UPTD SMAN 1 Tommo, Dra. Arrang, M.Pd

MAMUJU, independennews.id “Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab saya di sini, sebagai Kepala UPTD SMAN 1 Tommo, saya membudayakan sikap dan prilaku saling menghormati, menghargai dan saling membantu satu sama lain. Jadi, tidak ada sistem atasan dan bawahan, melainkan yang ada adalah hubungan mitra kerja yang saling membutuhkan dan saling menghormati satu sama lain,” kata Kepala UPTD SMAN 1 Tommo Kabupaten Mamuju, Sulbar, Dra. Arrang, M.Pd, Sabtu 15/03/2025.

Sebab hal tersebut, lanjutnya, sangat mujarab untuk membangun kebersamaan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sekolah. Karena menurutnya, kebersamaan itu sendiri turut menjadi penentu kesuksesan dalam mewujudkan siswa berkarkater, bermutu, berkualitas dan berprestasi

Setelah kebersamaan terimplementasi dengan baik, paparnya lagi, ia menerapkan beberapa langkah yang dianggap sesuai dengan stuasi dan kondisi sekolah asuhannya. Trik yang dimaksudnya ialah 5K yakni: (1) Kedisiplinan; penerapan disiplin menjadi langkah pertamanya, karena sangat disadarinya bahwa hal itu merupakan kunci suksesnya setiap program. Disiplin yang diterapkannya meliputi disiplin masuk & pulang sekolah, disiplin waktu, disiplin kerja, disiplin dalam kegiatan pembelajaran, disiplin kinerja dan disiplin administrasi. (2) Selalu menghimbau masyarakat/orang tua siswa bahwa sekolah merupakan miliknya dan tempat anak-anak mereka dididik dan dibina, maka perlu menjaganya dengan baik. (3) Kekeluargaan; untuk menumbuhkan rasa ikhlas dan tanggung jawab pada diri masing-masing guru/staf terhadap tugasnya, ia melakukan pendekatan secara kekeluargaan yang dibarengi dengan sentuhan kasih sayang dan silaturrahmi. Caranya, ia tidak menganggap para guru/staf sebagai bawahan, akan tetapi ditempatkannya pada posisi mitra kerja yang saling membutuhkan dan saling menghormati satu sama lain. (4) Ketransparansian; wujud transparansi (keterbukaan) diutamakannya dalam setiap pengelolaan kegiatan sekolah. Caranya, mengadakan pembagian job yang relevan dengan skill, kemampuan dan pengalaman para guru/staf. Terutama pula pada pengelolaan keuangan seperti dana BOS, dimana ia mengangkat Bendahara dan diberdayakan sesuai dengan Tupoksi-nya (Tugas Pokok dan Fungsinya). (5) Konsisten; dalam berkinerja pihaknya konsisten dan bersinergi dengan program pemerintah, sebab disadarinya bahwa segala item kegiatan bersumber dari kebijakannya, mulai dari kurikulum sampai pada pelaksanaan prosesnya.

“Sejak awal masuk disini, saya akan berusaha mempertahankan atau meningkatkan kemajuan, prestasi, mutu dan kualitas yang telah dicapai kepala sekolah sebelumnya. Karena secara pribadi, saya tidak menginginkan adanya penurunan dari hasil yang diraih sekolah dalam kepemimpinan saya. Maka dari itulah, saya akan berupaya semaksimal mungkin menjaga nama baik sekolah dan kepercayaan masyarakat yang selama ini telah tertanam,” ujarnya.

Lebih jauh Dra. Arrang, M.Pd, menjelaskan, sejak dini pihaknya mengadakan pencerahan emosional dan spiritual question. Sebab sangat disadarinya, bukan hanya kemampuan intelegensi yang dibutuhkan, tetapi kemampuan emosional dan spiritual juga sangat penting bagi siswa. Agar ilmu pengatahuan yang dimiliki terarah dan dimanfaatkan dengan baik. Artinya, keajaiban tidak akan turun apabila emosional dan spiritual tidak berfungsi.

“Selanjutnya, saya juga mengadakan pembinaan secara classical dalam bentuk face to face dengan siswa, apabila dibutuhkan.Sebenarnya pencerahan emosional  dan spiritual question dapat menciptakan siswa yang pintar dan cerdas, sehingga menjadi insan yang berakhlak dan bermoral. Sementara untuk meningkatkan skill dan tingkat profesionalisme guru, saya selalu memotovasinya agar mengikuti pelatihan, workshop, diklat dan MGMP,” kuncinya.

Terkait dengan peningkatan komptensi guru, jelasnya lebih lanjut, saya juga selalu sampaikan kepada para guru, agar membuka dan belajar melalui aplikasi PMM, sebab pada dasarnya peran PMM (Platform Merdeka Mengajar) dalam implementasi Kurikulum Merdeka sangat besar,” jelasnya dengan serius.

Pasalnya, tambahnya lagi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) yang sekarang berubah nama menjadi Kemendikdasmen (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah) mengembangkan Platform Merdeka Mengajar (PMM) yang merupakan platform edukasi yang menjadi teman penggerak untuk pendidik dalam mewujudkan Pelajar Pancasila yang memiliki fitur Belajar, Mengajar, dan Berkarya. Yakni: Pertama, Platform Merdeka Mengajar menyediakan referensi bagi guru untuk mengembangkan praktik mengajar sesuai dengan Kurikulum Merdeka, dalam fitur Mengajar, ada fitur Perangkat Ajar yang dapat digunakan oleh Guru dan Tenaga Kependidikan dalam mengembangkan diri, saat ini tersedia lebih dari 2000 referensi perangkat ajar berbasis Kurikulum Merdeka. Fitur asesmen murid yang dikembangkan untuk membantu guru dan tenaga kependidikan melakukan analisis diagnostik terkait kemampuan peserta didik dalam literasi dan numerasi dengan cepat sehingga dapat menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan tahap capaian dan perkembangan peserta didik. Kedua, Platform Merdeka Mengajar memberikan kesempatan yang setara bagi guru untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensinya kapan pun dan di mana pun guru berada. Fitur Belajar pada Platform Merdeka Mengajar memberikan fasilitas Pelatihan Mandiri yang memberikan kesempatan kepada guru dan tenaga kependidikan untuk dapat memperoleh materi pelatihan berkualitas dengan mengaksesnya secara mandiri. Fitur lain dari Belajar adalah Video Inspirasi, fitur ini memberikan kesempatan kepada Guru dan tenaga kependidikan bisa mendapatkan beragam video inspiratif untuk mengembangkan diri dengan akses tidak terbatas yang pada akhirnya adalah mengembangkan kualitas dari komptensinya dalam implementasi kurikulum merdeka. Ketiga, Platform Merdeka Mengajar mendorong guru untuk terus berkarya dan menyediakan wadah berbagi praktik baik. Fitur lainnya adalah Berkarya, dimana fitur ini adalah memberikan “Bukti Karya Saya” yang merupakan best praktis dari hasil implementasi pembelajaran terutama terkait best praktis pembelajaran pada kurikulum merdeka, Guru dan tenaga kependidikan dapat membangun portofolio hasil karyanya agar dapat saling berbagi inspirasi dan berkolaborasi sehingga guru dapat maju bersama.

“Sejalan dengan itulah, PMM yang dikembangkan diharapkan mampu menjadi partner guru dalam implementasi kurikulum merdeka dengan semangat kolaborasi dan saling berbagi. Konten-konten yang dikembangkan oleh Kemendikbudristek memberikan pemahaman lebih saat implementasi dan pembelajaran di satuan pendidikan yang telah ikut serta dalam implementasi kurikulum merdeka,” paparnya sambil tersenyum.

Selanjutnya jelasnya lagi, untuk meningkatkan mutu dan kualitas sekolah, pihaknya akan mengimplementasikan Sekolah Ramah Anak, genjot pembinaan semua sektor agar peserta didik dapat berkompetisi di tingkat nasional, selalu melakukan evaluasi kinerja guru dalam mendidik, sering melakukan uji coba kompetisi, maksimalkan pembinaan MIPA, Olahraga dan Seni, dan berusaha melobi bantuan sarana/prasarana kepada pemerintah.

“Patut saya syukuri, berkat usaha dan kerja keras para guru dan stafnya, UPTD SMAN 1 Tommo ini mampu unjuk kebolehan dalam beberapa kompetisi yang dikuti peserta didiknya seperti Juara I TIK, Juara III tingkat kabupaten FLS2N Cerpen tahun 2024, 2 orang siswa lolos Paskib di provinsi 2 orang dan 2 orang siswa di kabupaten serta lebih orang siswa di Paskib kecamatan pada tahun 2024, Juara III O2SN Karate tingkat kabupaten, pada tahun 2023 Juara III olimpiade APBN oleh Kemenkeu tingkat regional, Juara I tingkat kabupaten OSN Matematika tahun 2022, Juara I dan II OSN Ekonomi tingkat kabupaten tahun 2022 sekaligus mewakili kabupaten ke tingkat provinsi, pada tahun 2021 Juara I, II dan III OSN Ekonomi tingkat kabupaten, Juara I tingkat provinsi FLS2N dan mewakili provinsi tingkat nasional,” kuncinya Dra. Arrang, M.Pd, sambil tersenyum.

Diakui pula orang tua siswa dan tokoh masyarakat, sejak dalam binaan Dra. Arrang, M.Pd, UPTD SMAN 1 Tommo juga mengalami kemajuan fisik yang sangat signifikan. Pasalnya, telah beberapa kali memperoleh bantuan gedung dari pemerintah, mulai rehab 7 gedung, dapat lagi pada tahun 2020 sebanyak 9 gedung. Pada tahun 2024 juga meperoleh 1 ruang Kepsek, 1 ruang BK, 1 ruang guru, 1 ruang UKS. Ada juga rehab Gedung yakni 3 rung kelas, 1 ruang OSIS, dan 1 ruang TU pada TA.2024 pula. “Jujur, kepala sekolah kami sangat transparan dalam setiap kegiatan sekolah. Dimana, dia memberdayakan para guru dan staf sesuai dengan Tupoksinya masing-masing, serta membagi habis job kepada para guru dan staf sesuai dengan kemampuan dan bakatnya masing-maisng pula. Begitu pula dalam hal pengelolaan anggaran seperti Dana BOS dan dana-dana lainnya yang diperoleh sekolah. Dimana, dalam hal ini, ia mengangkat salah seorang guru/staf untuk menjabat sebagai bendahara yang diberdayakan sesuai dnegan Tupoksinya (Tugas Pokok dan Fungsinya),” aku beberapa guru dan stafnya penuh haru, pada tempat terpisah. (Usman)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *