Mamuju, independennews.id – MTs DDI Tapandullu menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis Cinta yang berlangsung pada Jumat (19/06/2026). Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ma’ruf D., S.Pd., selaku Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Mamuju.

Bimtek tersebut diikuti oleh para guru dari MTs DDI Tapandullu, MA DDI Tapandullu, MTs DDI Sumare, dan MA DDI Sumare. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi pendidik dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang humanis, inklusif, dan berkarakter.
Dalam pemaparannya, Ma’ruf D., S.Pd. menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis antara guru, peserta didik, orang tua, serta lingkungan sekitar. Melalui pendekatan ini, proses pembelajaran diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan.
Kepala MTs DDI Tapandullu, Abdul Kadir D., S.Pd.I., saat diwawancarai menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta menjadi momentum penting bagi para guru untuk memperkuat komitmen dalam menghadirkan pendidikan yang lebih bermakna dan berorientasi pada pengembangan karakter peserta didik.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para pendidik dalam memahami dan menerapkan konsep Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran sehingga tercipta suasana belajar yang nyaman, menyenangkan, dan penuh kasih sayang,” ujar Abdul Kadir.
Kegiatan berlangsung dengan antusias dan diwarnai sesi diskusi interaktif antara narasumber dan peserta. Para guru yang hadir aktif berbagi pengalaman serta berdiskusi mengenai strategi penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah masing-masing.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat mengimplementasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta secara optimal sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk generasi yang berakhlak mulia, berkarakter, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. (Usm)
