PINRANG, independennews.id -– Sengketa batas tanah hampir memicu keributan antara Ridwan dan Humaira Burhan di Kelurahan Lanrisang, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang, pada Senin (—). Perselisihan tersebut dipicu oleh klaim pihak Ridwan yang menilai atap rumah milik Humaira Burhan diduga telah melewati batas tanahnya.

Situasi sempat memanas di lokasi kejadian karena kedua belah pihak masih memiliki hubungan keluarga dekat. Adu mulut dan cekcok terjadi sehingga berpotensi menimbulkan konflik yang lebih besar apabila tidak segera ditangani.
Menindaklanjuti laporan warga, Bhabinkamtibmas Kelurahan Lanrisang Aiptu Rahmat, S.H., bersama Babinsa Lanrisang Sertu Muhlis dan Lurah Lanrisang Firman Sahuddin, S.H., M.AP, segera turun ke tempat kejadian perkara (TKP). Kehadiran aparat gabungan tersebut berhasil meredam emosi kedua belah pihak dan mencegah terjadinya keributan fisik.
Di lokasi, aparat memberikan imbauan agar kedua pihak menahan diri, menjaga ketertiban, serta tidak menyelesaikan persoalan dengan kekerasan. Mereka juga mengarahkan agar sengketa batas tanah diselesaikan melalui musyawarah dan pendekatan kekeluargaan.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Lanrisang, Aiptu Rahmat, S.H., menegaskan bahwa pertikaian tidak akan menyelesaikan masalah, justru dapat memperbesar konflik dan merusak hubungan keluarga.
“Keributan tidak akan menyelesaikan masalah, malah bisa menimbulkan persoalan baru. Dengan kepala dingin dan musyawarah, setiap permasalahan dapat diselesaikan secara baik-baik,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Lurah Lanrisang, Firman Sahuddin, S.H., M.AP. Ia menekankan pentingnya menjaga persaudaraan dan keharmonisan warga, terlebih karena kedua pihak masih memiliki ikatan keluarga.
“Pemerintah kelurahan mengedepankan penyelesaian secara musyawarah dan kekeluargaan. Sengketa seperti ini jangan sampai merusak hubungan keluarga maupun ketenteraman lingkungan,” ungkapnya.
Setelah dilakukan pendekatan persuasif, kedua belah pihak akhirnya sepakat berdamai dan berkomitmen menyelesaikan sengketa batas tanah tersebut melalui musyawarah tanpa menimbulkan konflik lanjutan.
Sebagai penutup, kedua pihak menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta Lurah Lanrisang atas respons cepat dan kehadiran langsung di lapangan sehingga situasi tetap aman, kondusif, dan harmonis. (Mlp)
