{"id":7213,"date":"2026-02-20T13:24:39","date_gmt":"2026-02-20T13:24:39","guid":{"rendered":"https:\/\/independennews.id\/?p=7213"},"modified":"2026-02-20T13:27:31","modified_gmt":"2026-02-20T13:27:31","slug":"7213","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/independennews.id\/?p=7213","title":{"rendered":"Tomakaka Adaq: Akar Kepemimpinan Adat dan Pelita Peradaban"},"content":{"rendered":"\n<p><em>independennews.id <\/em>\u2014 Di tengah arus modernisasi yang kian deras, bangsa ini kerap lupa bahwa hasil terbesar peradaban tidak lahir dari gedung-gedung yang tinggi dan teknologi canggih semata, melainkan dari nilai, kearifan, dan struktur kepemimpinan adat yang telah mengakar jauh sebelum negara modern terbentuk. Di Tanah Malaqbi Mandar, Sulawesi Barat, salah satu fondasi peradaban itu bernama Tomakaka Adaq.<br \/>Tomakaka bukan sekadar gelar adat, melainkan cikal bakal kepemimpinan tertua yang menjadi dasar terbentuknya sistem sosial, politik, dan pemerintahan tradisional masyarakat di tanah Malaqbi Mandar. Ia hadir jauh sebelum kerajaan-kerajaan besar berdiri, menjadi simpul pemersatu dan penjaga keseimbangan kehidupan masyarakat adat.<\/p>\n\n\n\n<p>Tomakaka sebagai Pemimpin Adat Tertua<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam struktur masyarakat di tanah Malaqbi Mandar pra-kerajaan, Tomakaka Adaq berperan sebagai &#8220;Kepala Suku dan Pemimpin Adaq Tertinggi.&#8221; Ia memimpin musyawarah, menetapkan keputusan berdasarkan kesepakatan adat, serta memastikan norma dan hukum adat dijalankan secara adil. Kepemimpinan Tomakaka Adaq tidak bersandar pada kekuasaan koersif, melainkan pada legitimasi moral, kearifan, dan keteladanan.<br \/>Keputusan Tomakaka Adaq lahir dari proses musyawarah yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, keseimbangan, dan keadilan. Inilah cerminan awal demokrasi berbasis kearifan lokal yang tumbuh alami dalam masyarakat di tanah Malaqbi Mandar.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengayom dan Penjaga Harmoni Sosial<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih dari sekadar pemimpin struktural, Tomakaka Adaq adalah pengayom masyarakat adat. Ia bertanggung jawab menjaga rasa aman, melindungi kelompoknya dari ancaman, serta merawat keharmonisan sosial. Dalam hal ini, Tomakaka Adaq berfungsi sebagai penengah konflik, penjaga solidaritas, dan penuntun moral komunitasnya.<br \/>Peran pengayoman ini menjadikan Tomakaka Adaq bukan figur yang ditakuti, melainkan dihormati dan dipercaya. Hubungan pemimpin dan masyarakat bersifat organik, saling mengikat dalam nilai-nilai adat yang disepakati bersama.<\/p>\n\n\n\n<p>Struktur Pra-Kerajaan dan Evolusi Menuju Federasi<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelum lahirnya kerajaan-kerajaan besar di tanah Malaqbi Mandar, seperti Pitu Ulunna Salu (PUS) dan Pitu Ba&#8217;bana Binanga (PBB), masyarakat hidup dalam kelompok-kelompok adat yang dipimpin oleh Tomakaka Adaq. Struktur ini merupakan fase pra-kerajaan, di mana kekuasaan terdesentralisasi namun tetap terikat oleh kesadaran kolektif dan nilai adat yang sama.<br \/>Dalam perkembangannya, para Tomakaka dari berbagai wilayah melakukan kesepakatan adat untuk menyatukan kekuatan, membentuk federasi, dan melahirkan Kerajaan. Dari sinilah muncul transformasi kepemimpinan, di mana sebagian &#8220;Tomakaka Adaq berkembang menjadi Raja atau Pemimpin Kerajaan,&#8221; tanpa melepaskan akar adat yang melandasinya.<br \/>Artinya, kerajaan di tanah Malaqbi Mandar tidak lahir dari penaklukan, tetapi dari musyawarah dan konsensus adat, yakni sebuah pelajaran berharga tentang &#8220;Peradaban yang Beradab, Sibaliparriq dan Sipamandaq atau Sipamandar.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Rumah Adat Tomakaka sebagai Warisan Peradaban<\/p>\n\n\n\n<p>Keberadaan rumah-rumah adat Tomakaka, seperti yang masih dapat dijumpai di beberapa tempat, menjadi bukti konkret kebesaran sistem kepemimpinan adat ini. Rumah adat tersebut bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol otoritas, pusat musyawarah, dan ruang pengambilan keputusan dalam masyarakat tradisional.<br \/>Ia adalah arsip hidup peradaban yang menyimpan nilai, tata kelola, dan filosofi kepemimpinan yang diwariskan lintas generasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Menghidupkan Kembali Spirit Tomakaka<\/p>\n\n\n\n<p>Melestarikan budaya adat Tomakaka bukanlah langkah mundur, melainkan ikhtiar memajukan bangsa dengan pijakan nilai luhur. Di tengah krisis keteladanan, konflik sosial, dan degradasi moral, spirit Tomakaka Adaq menghadirkan pelajaran penting tentang membangun karakter kepemimpinan yang mengayomi, bermusyawarah, dan berkeadilan.<br \/>Tomakaka Adaq adalah pelita jiwa bangsa yang merdeka dan mengingatkan Kita bahwa jati diri Indonesia dibangun dari keberagaman budaya dan kearifan lokal yang beragam, bersatu, berdaya dan saling menguatkan.<br \/>Karena itu, menjaga dan merawat warisan Tomakaka Adaq adalah tanggung jawab bersama: negara, masyarakat adat, akademisi, generasi muda, dan seluruh elemen bangsa. Agar kearifan lokal tidak hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi terus hidup, berdenyut, dan memberi arah bagi masa depan Kita semua.<br \/>Mari Kita jaga.<br \/>Mari Kita rawat.<br \/>Agar Adat, Martabat, dan Kebijaksanaan Leluhur Abadi Selamanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Salam Keberagaman Nusantara dan Hormat Penuh Takzim.<br \/>Penulis: YMT. Sjahrir Tamsi (Pemerhati Pendidikan, Kebudayaan, Adat dan Keberagaman Nusantara. Aktif menulis tentang budaya dan adat Keberagaman Nusantara. DPD-FKN Provinsi Sulawesi Barat).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>independennews.id \u2014 Di tengah arus modernisasi yang kian deras, bangsa ini kerap lupa bahwa hasil terbesar peradaban tidak lahir dari gedung-gedung yang tinggi dan teknologi canggih semata, melainkan dari nilai, kearifan, dan struktur kepemimpinan adat yang telah mengakar jauh sebelum negara modern terbentuk. Di Tanah Malaqbi Mandar, Sulawesi Barat, salah satu fondasi peradaban itu bernama [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7212,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-7213","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Tomakaka Adaq: Akar Kepemimpinan Adat dan Pelita Peradaban - independennews.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/independennews.id\/?p=7213\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tomakaka Adaq: Akar Kepemimpinan Adat dan Pelita Peradaban - independennews.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"independennews.id \u2014 Di tengah arus modernisasi yang kian deras, bangsa ini kerap lupa bahwa hasil terbesar peradaban tidak lahir dari gedung-gedung yang tinggi dan teknologi canggih semata, melainkan dari nilai, kearifan, dan struktur kepemimpinan adat yang telah mengakar jauh sebelum negara modern terbentuk. Di Tanah Malaqbi Mandar, Sulawesi Barat, salah satu fondasi peradaban itu bernama [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/independennews.id\/?p=7213\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"independennews.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-20T13:24:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-02-20T13:27:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/05189782-0397-4340-9973-22730314784b.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"380\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=7213#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=7213\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493\"},\"headline\":\"Tomakaka Adaq: Akar Kepemimpinan Adat dan Pelita Peradaban\",\"datePublished\":\"2026-02-20T13:24:39+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-20T13:27:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=7213\"},\"wordCount\":609,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=7213#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/05189782-0397-4340-9973-22730314784b.jpg\",\"articleSection\":[\"ARTIKEL\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=7213\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=7213\",\"name\":\"Tomakaka Adaq: Akar Kepemimpinan Adat dan Pelita Peradaban - independennews.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=7213#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=7213#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/05189782-0397-4340-9973-22730314784b.jpg\",\"datePublished\":\"2026-02-20T13:24:39+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-20T13:27:31+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=7213#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=7213\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=7213#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/05189782-0397-4340-9973-22730314784b.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/05189782-0397-4340-9973-22730314784b.jpg\",\"width\":400,\"height\":380},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=7213#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tomakaka Adaq: Akar Kepemimpinan Adat dan Pelita Peradaban\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\",\"name\":\"independennews.id\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\",\"name\":\"independennews.id\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/cropped-independennews.id_.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/cropped-independennews.id_.png\",\"width\":1149,\"height\":217,\"caption\":\"independennews.id\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/independennews.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tomakaka Adaq: Akar Kepemimpinan Adat dan Pelita Peradaban - independennews.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/independennews.id\/?p=7213","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tomakaka Adaq: Akar Kepemimpinan Adat dan Pelita Peradaban - independennews.id","og_description":"independennews.id \u2014 Di tengah arus modernisasi yang kian deras, bangsa ini kerap lupa bahwa hasil terbesar peradaban tidak lahir dari gedung-gedung yang tinggi dan teknologi canggih semata, melainkan dari nilai, kearifan, dan struktur kepemimpinan adat yang telah mengakar jauh sebelum negara modern terbentuk. Di Tanah Malaqbi Mandar, Sulawesi Barat, salah satu fondasi peradaban itu bernama [&hellip;]","og_url":"https:\/\/independennews.id\/?p=7213","og_site_name":"independennews.id","article_published_time":"2026-02-20T13:24:39+00:00","article_modified_time":"2026-02-20T13:27:31+00:00","og_image":[{"width":400,"height":380,"url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/05189782-0397-4340-9973-22730314784b.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=7213#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=7213"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/person\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493"},"headline":"Tomakaka Adaq: Akar Kepemimpinan Adat dan Pelita Peradaban","datePublished":"2026-02-20T13:24:39+00:00","dateModified":"2026-02-20T13:27:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=7213"},"wordCount":609,"publisher":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=7213#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/05189782-0397-4340-9973-22730314784b.jpg","articleSection":["ARTIKEL"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=7213","url":"https:\/\/independennews.id\/?p=7213","name":"Tomakaka Adaq: Akar Kepemimpinan Adat dan Pelita Peradaban - independennews.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=7213#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=7213#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/05189782-0397-4340-9973-22730314784b.jpg","datePublished":"2026-02-20T13:24:39+00:00","dateModified":"2026-02-20T13:27:31+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=7213#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/independennews.id\/?p=7213"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=7213#primaryimage","url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/05189782-0397-4340-9973-22730314784b.jpg","contentUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/05189782-0397-4340-9973-22730314784b.jpg","width":400,"height":380},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=7213#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/independennews.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tomakaka Adaq: Akar Kepemimpinan Adat dan Pelita Peradaban"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/independennews.id\/#website","url":"https:\/\/independennews.id\/","name":"independennews.id","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/independennews.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization","name":"independennews.id","url":"https:\/\/independennews.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cropped-independennews.id_.png","contentUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cropped-independennews.id_.png","width":1149,"height":217,"caption":"independennews.id"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/person\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["http:\/\/independennews.id"],"url":"https:\/\/independennews.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7213","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7213"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7213\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7225,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7213\/revisions\/7225"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7212"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7213"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7213"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7213"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}