{"id":6769,"date":"2026-01-14T05:43:17","date_gmt":"2026-01-14T05:43:17","guid":{"rendered":"https:\/\/independennews.id\/?p=6769"},"modified":"2026-01-14T05:44:23","modified_gmt":"2026-01-14T05:44:23","slug":"6769","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/independennews.id\/?p=6769","title":{"rendered":"Pencemaran Nama Baik dan Ujian Akal Sehat Demokrasi"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"p1\"><em>independennews.id <\/em>\u2014 <strong>Di era digital yang serba terbuka, hukum pencemaran nama baik menghadapi krisis relevansi yang serius. Informasi bergerak melintasi ruang dan waktu dalam hitungan detik, sulit dikendalikan, dan kerap meninggalkan jejak permanen. Karena itu, persoalan mendasarnya bukan sekadar bagaimana melindungi reputasi seseorang, melainkan pertanyaan yang lebih fundamental: apakah hukum pencemaran nama baik masih sejalan dengan nalar demokrasi, kebebasan berekspresi, dan pencarian kebenaran?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\">Secara prinsip, hukum pencemaran nama baik memang dimaksudkan untuk melindungi individu dari fitnah dan informasi bohong. Namun secara konseptual, hukum ini menyimpan persoalan mendasar. Reputasi bukanlah benda konkret yang melekat pada diri seseorang, melainkan persepsi sosial yang hidup di benak publik. Ia bersifat subjektif, dinamis, serta dipengaruhi oleh konteks sosial, budaya, dan waktu. Menjadikan persepsi sebagai dasar pemidanaan berarti membangun bangunan hukum di atas fondasi yang rapuh dan mudah goyah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\">Polemik dugaan terkait ijazah seorang pejabat atau mantan pejabat tinggi negara memperlihatkan problem tersebut secara nyata. Tuduhan yang secara substansi serupa diperlakukan secara berbeda oleh aktor dan institusi hukum yang berbeda pula. Sebagian diproses secara pidana atas dasar pencemaran nama baik, sementara sebagian lain dipandang sebagai pertanyaan publik yang sah dan seharusnya dijawab dengan bukti. Perbedaan perlakuan ini mencerminkan ketidakpastian hukum sekaligus membuka ruang tafsir yang sangat bergantung pada relasi kuasa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\">Dalam sistem demokrasi, pejabat publik bukanlah subjek yang kebal kritik. Justru sebaliknya, semakin tinggi jabatan seseorang, semakin besar kewajiban akuntabilitasnya kepada publik. Kritik, pertanyaan, bahkan kecurigaan yang disampaikan secara terbuka merupakan bagian dari mekanisme pengawasan rakyat. Apabila setiap kritik berpotensi dipidana, maka demokrasi akan kehilangan fungsi korektifnya dan berubah menjadi prosedur tanpa substansi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\">Persoalan ini semakin serius ketika hukum pencemaran nama baik digunakan sebagai alat untuk membungkam partisipasi publik, yang dikenal sebagai Strategic Lawsuit Against Public Participation (SLAPP). Gugatan dan laporan pidana kerap diajukan bukan untuk mencari kebenaran, melainkan untuk menakut-nakuti, melelahkan, dan membungkam suara kritis\u2014terutama jurnalis, akademisi, aktivis, serta warga biasa yang memiliki keterbatasan sumber daya. Dalam kondisi demikian, hukum tidak lagi berfungsi sebagai pelindung keadilan, melainkan berubah menjadi instrumen kekuasaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\">Ambiguitas dalam menilai niat, kaburnya batas antara opini dan fakta, serta penggunaan standar \u201corang waras\u201d dalam menafsirkan suatu pernyataan semakin memperlemah kepastian hukum. Satire, riset ilmiah, dan kritik kebijakan publik pun dapat dengan mudah diseret ke ranah pidana. Dalam situasi ini, hakim berisiko tidak lagi bertindak sebagai penegak keadilan berbasis fakta, melainkan sebagai penilai rasa tersinggung dan selera sosial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\">Di era digital, pendekatan represif terhadap arus informasi juga terbukti tidak efektif. Upaya membungkam suatu isu sering kali justru memperluas penyebarannya, sebagaimana dikenal dalam Streisand Effect. Dengan demikian, hukum pencemaran nama baik tidak hanya bermasalah secara prinsip, tetapi juga gagal secara praktis dalam mengelola dinamika informasi publik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\">Jika Indonesia sungguh-sungguh ingin meneguhkan diri sebagai negara demokrasi, maka kritik terhadap pejabat publik harus ditempatkan sebagai bagian sah dari kehidupan berbangsa, bukan sebagai ancaman terhadap ketertiban. Negara yang kuat bukanlah negara yang anti-kritik, melainkan negara yang percaya diri menjawab kritik dengan data, transparansi, dan keterbukaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\">Sudah saatnya hukum pencemaran nama baik ditinjau ulang secara serius dan berani. Keadilan tidak boleh bertumpu pada subjektivitas, persepsi, atau rasa tersinggung, terlebih pada kepentingan kekuasaan. Kebenaran yang rasional, dapat diverifikasi, dan terbuka untuk diuji harus menjadi kompas utama hukum.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\">Dalam semangat Pancasila dan amanat UUD 1945, kebebasan menyatakan pendapat merupakan hak konstitusional warga negara sekaligus fondasi moral kehidupan demokratis. Menjaga ruang kritik berarti menjaga akal sehat bangsa, martabat hukum, dan masa depan Indonesia sebagai negara yang adil, beradab, dan berkeadaban.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\">Namun demikian, kebebasan berekspresi bukanlah kebebasan tanpa batas. Kritik dan pertanyaan publik harus dibedakan secara tegas dari serangan personal yang bersifat menghina, memfitnah, atau merendahkan martabat manusia, termasuk tindakan menganalogikan seseorang seperti hewan atau ternak di ruang publik\u2014terlebih jika dilakukan secara berulang dan sistematis melalui media. Tindakan semacam ini bertentangan dengan nilai agama, nalar kemanusiaan, dan etika publik. Ia tidak lagi berada dalam ranah pencarian kebenaran atau kepentingan umum, melainkan telah bergeser menjadi kekerasan simbolik yang merusak ruang dialog yang sehat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\">Negara tetap memiliki kewajiban melindungi setiap warga negara dari praktik penghinaan dan fitnah yang disengaja, berulang, dan tidak berbasis fakta. Namun perlindungan tersebut harus dilaksanakan secara proporsional, objektif, dan ketat, dengan memastikan bahwa hukum tidak digunakan untuk membungkam kritik yang sah, riset ilmiah, atau ekspresi opini yang disampaikan dengan itikad baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\">Dengan pembedaan yang tegas antara kritik berbasis fakta dan serangan personal yang destruktif, hukum dapat kembali pada fungsi hakikinya, yakni menjaga martabat manusia sekaligus menjamin kebebasan berpikir dan berbicara. Di titik inilah keadilan, kebebasan, dan kemanusiaan dapat berjalan beriringan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"p3\"><em>Salam Keberagaman Nusantara. Hormat Penuh Takzim, YM. Sjahrir Tamsi (Pemerhati Pendidikan, Kebudayaan, Adat, dan Keberagaman Nusantara)<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>independennews.id \u2014 Di era digital yang serba terbuka, hukum pencemaran nama baik menghadapi krisis relevansi yang serius. Informasi bergerak melintasi ruang dan waktu dalam hitungan detik, sulit dikendalikan, dan kerap meninggalkan jejak permanen. Karena itu, persoalan mendasarnya bukan sekadar bagaimana melindungi reputasi seseorang, melainkan pertanyaan yang lebih fundamental: apakah hukum pencemaran nama baik masih sejalan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6768,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-6769","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pencemaran Nama Baik dan Ujian Akal Sehat Demokrasi - independennews.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/independennews.id\/?p=6769\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pencemaran Nama Baik dan Ujian Akal Sehat Demokrasi - independennews.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"independennews.id \u2014 Di era digital yang serba terbuka, hukum pencemaran nama baik menghadapi krisis relevansi yang serius. Informasi bergerak melintasi ruang dan waktu dalam hitungan detik, sulit dikendalikan, dan kerap meninggalkan jejak permanen. Karena itu, persoalan mendasarnya bukan sekadar bagaimana melindungi reputasi seseorang, melainkan pertanyaan yang lebih fundamental: apakah hukum pencemaran nama baik masih sejalan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/independennews.id\/?p=6769\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"independennews.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-01-14T05:43:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-01-14T05:44:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/48ec8af7-3080-4223-a1fd-642605ec83c3-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"908\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=6769#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=6769\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493\"},\"headline\":\"Pencemaran Nama Baik dan Ujian Akal Sehat Demokrasi\",\"datePublished\":\"2026-01-14T05:43:17+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-14T05:44:23+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=6769\"},\"wordCount\":767,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=6769#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/01\\\/48ec8af7-3080-4223-a1fd-642605ec83c3-1.jpg\",\"articleSection\":[\"OPINI\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=6769\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=6769\",\"name\":\"Pencemaran Nama Baik dan Ujian Akal Sehat Demokrasi - independennews.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=6769#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=6769#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/01\\\/48ec8af7-3080-4223-a1fd-642605ec83c3-1.jpg\",\"datePublished\":\"2026-01-14T05:43:17+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-14T05:44:23+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=6769#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=6769\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=6769#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/01\\\/48ec8af7-3080-4223-a1fd-642605ec83c3-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/01\\\/48ec8af7-3080-4223-a1fd-642605ec83c3-1.jpg\",\"width\":720,\"height\":908},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=6769#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pencemaran Nama Baik dan Ujian Akal Sehat Demokrasi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\",\"name\":\"independennews.id\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\",\"name\":\"independennews.id\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/cropped-independennews.id_.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/cropped-independennews.id_.png\",\"width\":1149,\"height\":217,\"caption\":\"independennews.id\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/independennews.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pencemaran Nama Baik dan Ujian Akal Sehat Demokrasi - independennews.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/independennews.id\/?p=6769","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pencemaran Nama Baik dan Ujian Akal Sehat Demokrasi - independennews.id","og_description":"independennews.id \u2014 Di era digital yang serba terbuka, hukum pencemaran nama baik menghadapi krisis relevansi yang serius. Informasi bergerak melintasi ruang dan waktu dalam hitungan detik, sulit dikendalikan, dan kerap meninggalkan jejak permanen. Karena itu, persoalan mendasarnya bukan sekadar bagaimana melindungi reputasi seseorang, melainkan pertanyaan yang lebih fundamental: apakah hukum pencemaran nama baik masih sejalan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/independennews.id\/?p=6769","og_site_name":"independennews.id","article_published_time":"2026-01-14T05:43:17+00:00","article_modified_time":"2026-01-14T05:44:23+00:00","og_image":[{"width":720,"height":908,"url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/48ec8af7-3080-4223-a1fd-642605ec83c3-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=6769#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=6769"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/person\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493"},"headline":"Pencemaran Nama Baik dan Ujian Akal Sehat Demokrasi","datePublished":"2026-01-14T05:43:17+00:00","dateModified":"2026-01-14T05:44:23+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=6769"},"wordCount":767,"publisher":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=6769#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/48ec8af7-3080-4223-a1fd-642605ec83c3-1.jpg","articleSection":["OPINI"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=6769","url":"https:\/\/independennews.id\/?p=6769","name":"Pencemaran Nama Baik dan Ujian Akal Sehat Demokrasi - independennews.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=6769#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=6769#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/48ec8af7-3080-4223-a1fd-642605ec83c3-1.jpg","datePublished":"2026-01-14T05:43:17+00:00","dateModified":"2026-01-14T05:44:23+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=6769#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/independennews.id\/?p=6769"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=6769#primaryimage","url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/48ec8af7-3080-4223-a1fd-642605ec83c3-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/48ec8af7-3080-4223-a1fd-642605ec83c3-1.jpg","width":720,"height":908},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=6769#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/independennews.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pencemaran Nama Baik dan Ujian Akal Sehat Demokrasi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/independennews.id\/#website","url":"https:\/\/independennews.id\/","name":"independennews.id","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/independennews.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization","name":"independennews.id","url":"https:\/\/independennews.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cropped-independennews.id_.png","contentUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cropped-independennews.id_.png","width":1149,"height":217,"caption":"independennews.id"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/person\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["http:\/\/independennews.id"],"url":"https:\/\/independennews.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6769","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6769"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6769\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6772,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6769\/revisions\/6772"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6768"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6769"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6769"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6769"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}