{"id":6570,"date":"2025-12-23T03:29:31","date_gmt":"2025-12-23T03:29:31","guid":{"rendered":"https:\/\/independennews.id\/?p=6570"},"modified":"2025-12-23T03:29:31","modified_gmt":"2025-12-23T03:29:31","slug":"merajut-pelangi-adat-dan-budaya-nusantara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/independennews.id\/?p=6570","title":{"rendered":"Merajut Pelangi Adat dan Budaya Nusantara"},"content":{"rendered":"\n<p><em>independennews.id <\/em>\u2014 Indonesia bukan bangsa yang dibangun dari keseragaman. Sejak awal, Republik ini lahir dari keberanian para pendiri bangsa untuk menyatukan perbedaan, yakni : suku, adat, budaya, bahasa, dan keyakinan, ke dalam satu rumah besar bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia Tercinta ini. Karena itu, keberagaman bukan sekadar fakta sosiologis, melainkan &#8220;Fondasi Ideologis dan Kultural Bangsa.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam hubungan tersebut, metafora \u201cMerajut Pelangi Adat dan Budaya Nusantara\u201d menjadi sangat relevan. Ia menggambarkan ikhtiar sadar dan berkelanjutan untuk menjaga agar perbedaan tidak berubah menjadi jurang pemisah, melainkan menjadi spektrum keindahan yang saling menguatkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Merajut : Kerja Aktif Merawat Bangsa<\/p>\n\n\n\n<p>Keberagaman tidak otomatis menghadirkan harmoni. Ia membutuhkan proses, kesadaran, dan komitmen bersama. Kata &#8220;Merajut&#8221; menegaskan bahwa persatuan adalah hasil dari kerja aktif, bukan sesuatu yang terjadi dengan sendirinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Merajut berarti &#8220;Saling Menghargai,&#8221; yakni mengakui bahwa setiap adat dan tradisi memiliki nilai, martabat, serta sejarah panjang yang patut dihormati. Merajut juga berarti &#8220;Kolaborasi Antarbudaya,&#8221; di mana perjumpaan tradisi melahirkan harmoni baru tanpa meniadakan identitas asli. Dan yang tidak kalah penting, merajut membutuhkan &#8220;Toleransi&#8221;, benang halus yang menjaga agar tidak ada satu pun unsur budaya yang terlepas, tersisih, atau merasa tidak diakui.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sinilah semangat gotong royong menemukan relevansinya dalam kehidupan kebangsaan modern.<\/p>\n\n\n\n<p>Pelangi Nusantara : Kekayaan yang Membentuk Identitas<\/p>\n\n\n\n<p>Pelangi Adat dan Budaya Nusantara tersusun dari elemen-elemen yang luar biasa kaya. &#8220;Hukum Adat&#8221; : mengatur tata kehidupan masyarakat dari Aceh hingga Papua, menjadi penopang etika sosial jauh sebelum negara modern hadir. &#8220;Busana Tradisional&#8221; menghadirkan filosofi, nilai estetika, dan identitas daerah, dari Songkok, Passapu Sulawesi Selatan\/ Tenggara dan Barat, Songket Palembang, Tenun Ikat Nusa Tenggara Timur, hingga Kebaya Jawa.<\/p>\n\n\n\n<p>Di ranah &#8220;Kuliner,&#8221; keberagaman rasa mencerminkan sejarah panjang interaksi budaya dan kejayaan rempah Nusantara.<br \/>Sementara &#8220;Kesenian,&#8221; melalui tari, musik, dan tradisi lisan kalindaqdaq Mandar, menjadi bahasa universal yang mengekspresikan jiwa kolektif bangsa, dari Tari Saman yang enerjik hingga Tari Serimpi yang lembut dan Tari Erang Batu dari Arajang Binuang Mandar yang sarat makna.<\/p>\n\n\n\n<p>Seluruh elemen ini bukan fragmen terpisah, melainkan satu kesatuan identitas nasional Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"260\" height=\"300\" src=\"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/4892674d-efff-4499-a057-3abcce5ed380-260x300.jpg\" class=\"wp-image-6569\" srcset=\"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/4892674d-efff-4499-a057-3abcce5ed380-260x300.jpg 260w, https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/4892674d-efff-4499-a057-3abcce5ed380.jpg 635w\" sizes=\"auto, (max-width: 260px) 100vw, 260px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Muhibah Adat dan Budaya : Diplomasi Persaudaraan Nusantara<\/p>\n\n\n\n<p>Konsep &#8220;Muhibah Adat dan Budaya Keberagaman Nusantara&#8221; mencerminkan perjalanan niat baik untuk saling mengenal, memahami, dan menghormati warisan budaya bangsa. Melalui muhibah budaya, persaudaraan antardaerah diperkuat, toleransi dipraktikkan, dan identitas nasional diteguhkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Berbagai elemen masyarakat sipil dan organisasi adat telah mengambil peran strategis dalam ikhtiar ini, seperti Forum Keberagaman Nusantara (FKN) dengan semangat \u201cBeragam, Bersatu, Berdaya untuk Indonesia Raya\u201d, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) beserta jejaringnya, organisasi adat regional, hingga Dewan Kerajaan dan Kesultanan Adat Nusantara (DEKKAN) yang berperan sebagai Mitra Strategis Pemerintah dalam pelestarian adat, hukum adat, dan perekat kebangsaan. Organisasi atau Lembaga Adat lainnya, seperti ; Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) atau Dewan Adat Nasional Republik Indonesia (DAN-RI) yang memiliki Peran Legislatif, Yudikatif (Hukum Adat) dan Eksekutif Adat yang berperan untuk Melestarikan kekayaan Budaya dan Hukum Adat di wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n<p>Merajut Pelangi Adat dan Budaya Nusantara adalah &#8220;Tanggung jawab Lintas Generasi&#8221;. Ia menuntut kesadaran, keteladanan, dan keberanian untuk merawat perbedaan dengan kebijaksanaan. Dengan menjaga keberagaman tetap hidup dan bermartabat, Indonesia tidak menjadi bangsa dengan satu warna yang monoton, melainkan bangsa besar dengan spektrum keindahan yang menyatu dalam persatuan.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sanalah Indonesia berdiri tegak : &#8220;Beragam dalam Ekspresi, Satu dalam Cita-cita, dan Kokoh dalam Jati diri.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Salam Keberagaman Nusantara dan Hormat Penuh Takzim.<br>Penulis : YM. Sjahrir Tamsi.<br>Editor : Usman Laica.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>independennews.id \u2014 Indonesia bukan bangsa yang dibangun dari keseragaman. Sejak awal, Republik ini lahir dari keberanian para pendiri bangsa untuk menyatukan perbedaan, yakni : suku, adat, budaya, bahasa, dan keyakinan, ke dalam satu rumah besar bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia Tercinta ini. Karena itu, keberagaman bukan sekadar fakta sosiologis, melainkan &#8220;Fondasi Ideologis dan Kultural Bangsa.&#8221; [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6568,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-6570","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Merajut Pelangi Adat dan Budaya Nusantara - independennews.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/independennews.id\/?p=6570\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Merajut Pelangi Adat dan Budaya Nusantara - independennews.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"independennews.id \u2014 Indonesia bukan bangsa yang dibangun dari keseragaman. Sejak awal, Republik ini lahir dari keberanian para pendiri bangsa untuk menyatukan perbedaan, yakni : suku, adat, budaya, bahasa, dan keyakinan, ke dalam satu rumah besar bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia Tercinta ini. Karena itu, keberagaman bukan sekadar fakta sosiologis, melainkan &#8220;Fondasi Ideologis dan Kultural Bangsa.&#8221; [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/independennews.id\/?p=6570\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"independennews.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-12-23T03:29:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/4ab88c1d-e2c1-418a-8965-5bc79beb7b4a.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"853\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=6570#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=6570\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493\"},\"headline\":\"Merajut Pelangi Adat dan Budaya Nusantara\",\"datePublished\":\"2025-12-23T03:29:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=6570\"},\"wordCount\":546,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=6570#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/12\\\/4ab88c1d-e2c1-418a-8965-5bc79beb7b4a.jpg\",\"articleSection\":[\"ARTIKEL\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=6570\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=6570\",\"name\":\"Merajut Pelangi Adat dan Budaya Nusantara - independennews.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=6570#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=6570#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/12\\\/4ab88c1d-e2c1-418a-8965-5bc79beb7b4a.jpg\",\"datePublished\":\"2025-12-23T03:29:31+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=6570#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=6570\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=6570#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/12\\\/4ab88c1d-e2c1-418a-8965-5bc79beb7b4a.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/12\\\/4ab88c1d-e2c1-418a-8965-5bc79beb7b4a.jpg\",\"width\":1280,\"height\":853},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=6570#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Merajut Pelangi Adat dan Budaya Nusantara\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\",\"name\":\"independennews.id\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\",\"name\":\"independennews.id\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/cropped-independennews.id_.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/cropped-independennews.id_.png\",\"width\":1149,\"height\":217,\"caption\":\"independennews.id\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/independennews.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Merajut Pelangi Adat dan Budaya Nusantara - independennews.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/independennews.id\/?p=6570","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Merajut Pelangi Adat dan Budaya Nusantara - independennews.id","og_description":"independennews.id \u2014 Indonesia bukan bangsa yang dibangun dari keseragaman. Sejak awal, Republik ini lahir dari keberanian para pendiri bangsa untuk menyatukan perbedaan, yakni : suku, adat, budaya, bahasa, dan keyakinan, ke dalam satu rumah besar bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia Tercinta ini. Karena itu, keberagaman bukan sekadar fakta sosiologis, melainkan &#8220;Fondasi Ideologis dan Kultural Bangsa.&#8221; [&hellip;]","og_url":"https:\/\/independennews.id\/?p=6570","og_site_name":"independennews.id","article_published_time":"2025-12-23T03:29:31+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":853,"url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/4ab88c1d-e2c1-418a-8965-5bc79beb7b4a.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=6570#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=6570"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/person\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493"},"headline":"Merajut Pelangi Adat dan Budaya Nusantara","datePublished":"2025-12-23T03:29:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=6570"},"wordCount":546,"publisher":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=6570#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/4ab88c1d-e2c1-418a-8965-5bc79beb7b4a.jpg","articleSection":["ARTIKEL"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=6570","url":"https:\/\/independennews.id\/?p=6570","name":"Merajut Pelangi Adat dan Budaya Nusantara - independennews.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=6570#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=6570#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/4ab88c1d-e2c1-418a-8965-5bc79beb7b4a.jpg","datePublished":"2025-12-23T03:29:31+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=6570#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/independennews.id\/?p=6570"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=6570#primaryimage","url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/4ab88c1d-e2c1-418a-8965-5bc79beb7b4a.jpg","contentUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/4ab88c1d-e2c1-418a-8965-5bc79beb7b4a.jpg","width":1280,"height":853},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=6570#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/independennews.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Merajut Pelangi Adat dan Budaya Nusantara"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/independennews.id\/#website","url":"https:\/\/independennews.id\/","name":"independennews.id","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/independennews.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization","name":"independennews.id","url":"https:\/\/independennews.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cropped-independennews.id_.png","contentUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cropped-independennews.id_.png","width":1149,"height":217,"caption":"independennews.id"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/person\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["http:\/\/independennews.id"],"url":"https:\/\/independennews.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6570","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6570"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6570\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6571,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6570\/revisions\/6571"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6568"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6570"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6570"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6570"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}