{"id":6549,"date":"2025-12-21T03:14:10","date_gmt":"2025-12-21T03:14:10","guid":{"rendered":"https:\/\/independennews.id\/?p=6549"},"modified":"2025-12-21T03:14:10","modified_gmt":"2025-12-21T03:14:10","slug":"membumikan-teosentrisme-kemanusiaan-dalam-merajut-tenun-persatuan-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/independennews.id\/?p=6549","title":{"rendered":"Membumikan Teosentrisme Kemanusiaan dalam Merajut Tenun Persatuan Indonesia"},"content":{"rendered":"\n<p><em>independennews.id<\/em> \u2014 Teosentrisme, sebagai pandangan bahwa Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa adalah pusat dari segala sesuatu, dapat diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan manusia melalui beberapa prinsip mendasar.<br>Di tengah kemajemukan bangsa yang membentang dari Sabang hingga Merauke, Pancasila berdiri tegak bukan sekadar sebagai pajangan formalitas negara, melainkan sebagai kompas moral yang hidup. Sila Pertama, &#8220;Ketuhanan Yang Maha Esa&#8221;, adalah inspirasi primordial yang memberikan nyawa bagi Sila Kedua, &#8220;Kemanusiaan yang Adil dan Beradab&#8221;. Hubungan dialektis ini menegaskan bahwa komitmen Kita pada Tuhan harus termanifestasi dalam cara Kita memanusiakan sesama manusia.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika Kita bicara tentang komitmen bangsa dalam menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, Kita sebenarnya sedang membicarakan manifestasi dari akal budi yang dianugerahkan Sang Pencipta. Dalam bingkai&nbsp;&#8220;Bhinneka Tunggal Ika&#8221;, nilai kemanusiaan adalah benang merah yang merajut keberagaman menjadi permadani persatuan yang kokoh.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemanusiaan: Cerminan Keilahian<\/p>\n\n\n\n<p>Hakikat kesetaraan manusia dalam perspektif Indonesia bukanlah kesetaraan yang sekuler semata. Sila kedua menegaskan bahwa setiap individu memiliki derajat, hak, dan kewajiban asasi yang sama karena Kita semua adalah ciptaan Allah SWT yang setara. Mengakui persamaan derajat berarti membuang jauh-jauh mentalitas superioritas kelompok dan diskriminasi. Relasi sosial yang adil hanya bisa tercipta jika Kita memandang wajah orang lain, apapun suku, agama, dan rasnya, yakni sebagai wajah saudara sebangsa yang memiliki martabat yang sama dengan diri Kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Menjadi bangsa yang &#8220;Beradab&#8221; menuntut lebih dari sekadar kepintaran intelektual; ia menuntut kecerdasan etika dan pengendalian diri. Keberadaban ini tecermin dalam tiga pilar utama:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Tenggang Rasa (Toleransi)<br>Kemampuan untuk menempatkan perasaan kita pada posisi orang lain guna menghindari tindakan yang melukai.<\/li>\n\n\n\n<li>Keadilan Berpikir<br>Ketegasan untuk tidak semena-mena dan keberanian membela kebenaran secara objektif.<\/li>\n\n\n\n<li>Kesantunan Komunikasi<br>Menggunakan bahasa yang mempersatukan, bukan yang memecah belah, dalam setiap penyampaian pendapat.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Empati sebagai Perekat Sosial<\/p>\n\n\n\n<p>Nilai kemanusiaan menuntut adanya empati yang nyata. Di tengah keberagaman, empati ini mewujud dalam&nbsp;&#8220;Gotong Royong Kemanusiaan&#8221;.<br \/>Saat bencana melanda atau kesulitan menghampiri, uluran tangan Kita tidak boleh terhenti oleh pertanyaan tentang identitas primordial. Kepedulian sosial adalah bukti nyata bahwa Kita saling menyayangi sebagai sesama warga negara, melampaui sekat-sekat perbedaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih jauh, menghargai hak dan kebebasan orang lain adalah kunci stabilitas. Kita harus menyadari bahwa kebebasan pribadi Kita senantiasa dibatasi oleh hak dan martabat orang lain. Tidak memaksakan kehendak adalah bentuk tertinggi dari penghormatan terhadap kedaulatan individu dalam bingkai kolektivitas dan inklusivitas bangsa. Ini adalah tentang merangkul keberagaman sebagai kekuatan, membangun keterbukaan, dan memastikan tidak ada yang dikecualikan, sehingga semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dan merasakan manfaatnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Menuju Persatuan yang Abadi<\/p>\n\n\n\n<p>Penerapan konsisten nilai kemanusiaan yang adil dan beradab adalah prasyarat mutlak bagi terwujudnya&nbsp;Persatuan Indonesia&nbsp;(Sila Ketiga). Ketika setiap warga negara merasa dihargai secara adil, diakui eksistensinya, dan dilindungi martabatnya, maka akan tumbuh&nbsp;&#8220;Sense of Belonging&#8221;&nbsp;(rasa memiliki) yang kuat terhadap tanah air Kita, yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia Tercinta ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Rasa memiliki inilah yang akan melahirkan stabilitas, kerukunan, dan kedamaian jangka panjang bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Persatuan yang dipaksakan akan rapuh, namun persatuan yang lahir dari rasa kemanusiaan yang mendalam akan abadi.<\/p>\n\n\n\n<p>Mari Kita jadikan nilai-nilai luhur ini sebagai napas dalam kehidupan berbangsa. Karena pada akhirnya, derajat kemuliaan sebuah bangsa diukur dari sejauh mana ia menghargai manusia-manusia di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n<p>May Peace Always Abide in Our Hearts.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Salam Keberagaman Nusantara dan Salam Hormat Penuh Takzim.<br>Penulis, YM. Sjahrir Tamsi.<br>Editor, Usman Laica.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>independennews.id \u2014 Teosentrisme, sebagai pandangan bahwa Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa adalah pusat dari segala sesuatu, dapat diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan manusia melalui beberapa prinsip mendasar.Di tengah kemajemukan bangsa yang membentang dari Sabang hingga Merauke, Pancasila berdiri tegak bukan sekadar sebagai pajangan formalitas negara, melainkan sebagai kompas moral yang hidup. Sila Pertama, &#8220;Ketuhanan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6548,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-6549","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Membumikan Teosentrisme Kemanusiaan dalam Merajut Tenun Persatuan Indonesia - independennews.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/independennews.id\/?p=6549\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Membumikan Teosentrisme Kemanusiaan dalam Merajut Tenun Persatuan Indonesia - independennews.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"independennews.id \u2014 Teosentrisme, sebagai pandangan bahwa Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa adalah pusat dari segala sesuatu, dapat diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan manusia melalui beberapa prinsip mendasar.Di tengah kemajemukan bangsa yang membentang dari Sabang hingga Merauke, Pancasila berdiri tegak bukan sekadar sebagai pajangan formalitas negara, melainkan sebagai kompas moral yang hidup. Sila Pertama, &#8220;Ketuhanan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/independennews.id\/?p=6549\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"independennews.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-12-21T03:14:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/2f679254-3502-458f-8c2b-95682aae80eb-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"661\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"670\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=6549#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=6549\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493\"},\"headline\":\"Membumikan Teosentrisme Kemanusiaan dalam Merajut Tenun Persatuan Indonesia\",\"datePublished\":\"2025-12-21T03:14:10+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=6549\"},\"wordCount\":553,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=6549#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/12\\\/2f679254-3502-458f-8c2b-95682aae80eb-1.jpg\",\"articleSection\":[\"ARTIKEL\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=6549\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=6549\",\"name\":\"Membumikan Teosentrisme Kemanusiaan dalam Merajut Tenun Persatuan Indonesia - independennews.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=6549#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=6549#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/12\\\/2f679254-3502-458f-8c2b-95682aae80eb-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-12-21T03:14:10+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=6549#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=6549\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=6549#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/12\\\/2f679254-3502-458f-8c2b-95682aae80eb-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/12\\\/2f679254-3502-458f-8c2b-95682aae80eb-1.jpg\",\"width\":661,\"height\":670},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=6549#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Membumikan Teosentrisme Kemanusiaan dalam Merajut Tenun Persatuan Indonesia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\",\"name\":\"independennews.id\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\",\"name\":\"independennews.id\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/cropped-independennews.id_.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/cropped-independennews.id_.png\",\"width\":1149,\"height\":217,\"caption\":\"independennews.id\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/independennews.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Membumikan Teosentrisme Kemanusiaan dalam Merajut Tenun Persatuan Indonesia - independennews.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/independennews.id\/?p=6549","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Membumikan Teosentrisme Kemanusiaan dalam Merajut Tenun Persatuan Indonesia - independennews.id","og_description":"independennews.id \u2014 Teosentrisme, sebagai pandangan bahwa Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa adalah pusat dari segala sesuatu, dapat diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan manusia melalui beberapa prinsip mendasar.Di tengah kemajemukan bangsa yang membentang dari Sabang hingga Merauke, Pancasila berdiri tegak bukan sekadar sebagai pajangan formalitas negara, melainkan sebagai kompas moral yang hidup. Sila Pertama, &#8220;Ketuhanan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/independennews.id\/?p=6549","og_site_name":"independennews.id","article_published_time":"2025-12-21T03:14:10+00:00","og_image":[{"width":661,"height":670,"url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/2f679254-3502-458f-8c2b-95682aae80eb-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=6549#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=6549"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/person\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493"},"headline":"Membumikan Teosentrisme Kemanusiaan dalam Merajut Tenun Persatuan Indonesia","datePublished":"2025-12-21T03:14:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=6549"},"wordCount":553,"publisher":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=6549#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/2f679254-3502-458f-8c2b-95682aae80eb-1.jpg","articleSection":["ARTIKEL"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=6549","url":"https:\/\/independennews.id\/?p=6549","name":"Membumikan Teosentrisme Kemanusiaan dalam Merajut Tenun Persatuan Indonesia - independennews.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=6549#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=6549#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/2f679254-3502-458f-8c2b-95682aae80eb-1.jpg","datePublished":"2025-12-21T03:14:10+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=6549#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/independennews.id\/?p=6549"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=6549#primaryimage","url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/2f679254-3502-458f-8c2b-95682aae80eb-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/2f679254-3502-458f-8c2b-95682aae80eb-1.jpg","width":661,"height":670},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=6549#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/independennews.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Membumikan Teosentrisme Kemanusiaan dalam Merajut Tenun Persatuan Indonesia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/independennews.id\/#website","url":"https:\/\/independennews.id\/","name":"independennews.id","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/independennews.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization","name":"independennews.id","url":"https:\/\/independennews.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cropped-independennews.id_.png","contentUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cropped-independennews.id_.png","width":1149,"height":217,"caption":"independennews.id"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/person\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["http:\/\/independennews.id"],"url":"https:\/\/independennews.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6549","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6549"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6549\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6550,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6549\/revisions\/6550"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6548"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6549"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6549"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6549"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}