{"id":5485,"date":"2025-11-13T20:19:27","date_gmt":"2025-11-13T20:19:27","guid":{"rendered":"https:\/\/independennews.id\/?p=5485"},"modified":"2025-11-13T20:19:52","modified_gmt":"2025-11-13T20:19:52","slug":"penobatan-arung-dan-tomakaka-sakralitas-dalam-harmoni-kebudayaan-nusantara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/independennews.id\/?p=5485","title":{"rendered":"Penobatan Arung dan Tomakaka: Sakralitas dalam Harmoni Kebudayaan Nusantara"},"content":{"rendered":"\n<p><em>independennewa.id<\/em> \u2014 Tanah Malaqbi Mandar di Sulawesi Barat adalah bentang peradaban yang memadukan Sejarah, Adat, dan Nilai Luhur Bangsa. Di wilayah yang dijuluki \u201cTanah Malaqbi\u201d yakni bumi yang bermartabat dan penuh keagungan ini, di mana hidup dan tumbuh Tatanan Sosial yang berakar kuat pada Kearifan Lokal, salah satunya adalah Arajang Binuang Mandar XVIII, Kerajaan Adat yang dikenal sebagai Pintu Gerbang Adat dari Timur Sulawesi Barat.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai Lembaga Adat, Arajang Binuang Mandar XVIII tidak hanya menyimpan jejak sejarah, tetapi juga menegaskan &#8220;Jati Diri Kebudayaan Masyarakat Mandar&#8221; yang berlandaskan Sistem Pemerintahan Tradisional Tallu Bate, yaitu : Ulu Bate, Tangnga Bate, dan Cappa Bate. Sistem ini mencerminkan keseimbangan antara Kepemimpinan, Kebijaksanaan, dan Moralitas Sosial sebagai Fondasi kokoh bagi Harmoni Masyarakat Adatnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam waktu dekat, Arajang Binuang Mandar XVIII akan menggelar &#8220;Upacara Penobatan Arung dan Tomakaka,&#8221; sebuah prosesi adat sakral yang menandai kelanjutan mata rantai kepemimpinan tradisional di Tanah Malaqbi Mandar. Pemilihan istilah &#8220;Penobatan&#8221; bukan tanpa alasan; ia merepresentasikan momentum formal dan sakral yang menandai awal masa pemerintahan seorang Pemimpin Adat, lengkap dengan simbol-simbol legitimasi budaya seperti &#8220;Songkok\/Passapu&#8221; dan Pusaka Kerajaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam struktur sosialnya, dua figur utama menjadi poros kepemimpinan adat yaitu: Arung dan Tomakaka.<\/p>\n\n\n\n<p>Arung, berasal dari tradisi Kebangsawanan Bugis-Mandar, berarti &#8220;Raja atau Penguasa&#8221; yang mewarisi Legitimasi Adat dan Bertanggung jawab atas Keadilan serta Kesejahteraan Rakyatnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara Tomakaka adalah Bangsawan yang berasal dari bahasa Dinri kuno, berarti &#8220;Orang yang Dituakan, Cakap, dan menjadi Panutan&#8221;. Ia bukan sekadar Kepala Suku, tetapi Penjaga Moral, Penegak Keadilan, dan Pengayom Masyarakat yang memastikan Kehidupan Sosial tetap Harmonis.<\/p>\n\n\n\n<p>Keduanya bukan simbol kekuasaan semata, melainkan Penjaga Nilai-nilai Luhur yang Meneguhkan Martabat Manusia dan Menautkan Masa Lalu, Kini, dan Masa Depan. Penobatan ini sekaligus menegaskan bahwa Kepemimpinan Adat di Mandar tidak lekang oleh waktu, oleh karena ia tetap relevan di tengah arus modernisasi global.<\/p>\n\n\n\n<p>Di era ketika batas antara Kemajuan dan Akar Budaya kian kabur, &#8220;Arajang Binuang Mandar XVIII hadir sebagai Jangkar Kebudayaan yang menjaga Keseimbangan antara Tradisi dan Modernitas&#8221;. Pemerintah, Akademisi, dan Generasi Muda dapat menjadikannya Mitra Strategis dalam Pendidikan Karakter, Pelestarian Budaya, dan Pembangunan berbasis Kearifan Lokal.<\/p>\n\n\n\n<p>Upacara Penobatan ini bukan hanya Peristiwa Adat, tetapi &#8220;Titik Refleksi Nasional&#8221; : bahwa Kekuatan Bangsa terletak pada Kemampuannya Menghargai Akar Sejarah dan Kearifan Lokal. Dalam hubungan inilah, Mandar memberi pesan universal : bahwa Kemajuan Sejati adalah ketika Peradaban Modern tetap Berpijak pada Nilai-nilai Leluhur yang Menjunjung Keadilan, Kebijaksanaan, dan Kemanusiaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Salam Harmoni Keberagaman Nusantara dan Hormat Penuh Takzim,<br \/>YM. Drs. Sjahrir Tamsi, M.Pd.<br \/>Editor : Usman Laica.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>independennewa.id \u2014 Tanah Malaqbi Mandar di Sulawesi Barat adalah bentang peradaban yang memadukan Sejarah, Adat, dan Nilai Luhur Bangsa. Di wilayah yang dijuluki \u201cTanah Malaqbi\u201d yakni bumi yang bermartabat dan penuh keagungan ini, di mana hidup dan tumbuh Tatanan Sosial yang berakar kuat pada Kearifan Lokal, salah satunya adalah Arajang Binuang Mandar XVIII, Kerajaan Adat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5089,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-5485","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Penobatan Arung dan Tomakaka: Sakralitas dalam Harmoni Kebudayaan Nusantara - independennews.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"http:\/\/independennews.id\/?p=5485\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penobatan Arung dan Tomakaka: Sakralitas dalam Harmoni Kebudayaan Nusantara - independennews.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"independennewa.id \u2014 Tanah Malaqbi Mandar di Sulawesi Barat adalah bentang peradaban yang memadukan Sejarah, Adat, dan Nilai Luhur Bangsa. Di wilayah yang dijuluki \u201cTanah Malaqbi\u201d yakni bumi yang bermartabat dan penuh keagungan ini, di mana hidup dan tumbuh Tatanan Sosial yang berakar kuat pada Kearifan Lokal, salah satunya adalah Arajang Binuang Mandar XVIII, Kerajaan Adat [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"http:\/\/independennews.id\/?p=5485\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"independennews.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-13T20:19:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-13T20:19:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/60bb9566-765d-4173-bd7d-7a096d37dc95.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"380\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5485#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5485\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493\"},\"headline\":\"Penobatan Arung dan Tomakaka: Sakralitas dalam Harmoni Kebudayaan Nusantara\",\"datePublished\":\"2025-11-13T20:19:27+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-13T20:19:52+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5485\"},\"wordCount\":413,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5485#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/60bb9566-765d-4173-bd7d-7a096d37dc95.jpg\",\"articleSection\":[\"ARTIKEL\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5485\",\"url\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5485\",\"name\":\"Penobatan Arung dan Tomakaka: Sakralitas dalam Harmoni Kebudayaan Nusantara - independennews.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5485#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5485#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/60bb9566-765d-4173-bd7d-7a096d37dc95.jpg\",\"datePublished\":\"2025-11-13T20:19:27+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-13T20:19:52+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5485#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5485\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5485#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/60bb9566-765d-4173-bd7d-7a096d37dc95.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/10\\\/60bb9566-765d-4173-bd7d-7a096d37dc95.jpg\",\"width\":400,\"height\":380},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"http:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5485#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penobatan Arung dan Tomakaka: Sakralitas dalam Harmoni Kebudayaan Nusantara\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\",\"name\":\"independennews.id\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\",\"name\":\"independennews.id\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/cropped-independennews.id_.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/cropped-independennews.id_.png\",\"width\":1149,\"height\":217,\"caption\":\"independennews.id\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/independennews.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penobatan Arung dan Tomakaka: Sakralitas dalam Harmoni Kebudayaan Nusantara - independennews.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"http:\/\/independennews.id\/?p=5485","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Penobatan Arung dan Tomakaka: Sakralitas dalam Harmoni Kebudayaan Nusantara - independennews.id","og_description":"independennewa.id \u2014 Tanah Malaqbi Mandar di Sulawesi Barat adalah bentang peradaban yang memadukan Sejarah, Adat, dan Nilai Luhur Bangsa. Di wilayah yang dijuluki \u201cTanah Malaqbi\u201d yakni bumi yang bermartabat dan penuh keagungan ini, di mana hidup dan tumbuh Tatanan Sosial yang berakar kuat pada Kearifan Lokal, salah satunya adalah Arajang Binuang Mandar XVIII, Kerajaan Adat [&hellip;]","og_url":"http:\/\/independennews.id\/?p=5485","og_site_name":"independennews.id","article_published_time":"2025-11-13T20:19:27+00:00","article_modified_time":"2025-11-13T20:19:52+00:00","og_image":[{"width":400,"height":380,"url":"http:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/60bb9566-765d-4173-bd7d-7a096d37dc95.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"http:\/\/independennews.id\/?p=5485#article","isPartOf":{"@id":"http:\/\/independennews.id\/?p=5485"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/person\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493"},"headline":"Penobatan Arung dan Tomakaka: Sakralitas dalam Harmoni Kebudayaan Nusantara","datePublished":"2025-11-13T20:19:27+00:00","dateModified":"2025-11-13T20:19:52+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"http:\/\/independennews.id\/?p=5485"},"wordCount":413,"publisher":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization"},"image":{"@id":"http:\/\/independennews.id\/?p=5485#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/60bb9566-765d-4173-bd7d-7a096d37dc95.jpg","articleSection":["ARTIKEL"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"http:\/\/independennews.id\/?p=5485","url":"http:\/\/independennews.id\/?p=5485","name":"Penobatan Arung dan Tomakaka: Sakralitas dalam Harmoni Kebudayaan Nusantara - independennews.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"http:\/\/independennews.id\/?p=5485#primaryimage"},"image":{"@id":"http:\/\/independennews.id\/?p=5485#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/60bb9566-765d-4173-bd7d-7a096d37dc95.jpg","datePublished":"2025-11-13T20:19:27+00:00","dateModified":"2025-11-13T20:19:52+00:00","breadcrumb":{"@id":"http:\/\/independennews.id\/?p=5485#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["http:\/\/independennews.id\/?p=5485"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"http:\/\/independennews.id\/?p=5485#primaryimage","url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/60bb9566-765d-4173-bd7d-7a096d37dc95.jpg","contentUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/60bb9566-765d-4173-bd7d-7a096d37dc95.jpg","width":400,"height":380},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"http:\/\/independennews.id\/?p=5485#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/independennews.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penobatan Arung dan Tomakaka: Sakralitas dalam Harmoni Kebudayaan Nusantara"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/independennews.id\/#website","url":"https:\/\/independennews.id\/","name":"independennews.id","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/independennews.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization","name":"independennews.id","url":"https:\/\/independennews.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cropped-independennews.id_.png","contentUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cropped-independennews.id_.png","width":1149,"height":217,"caption":"independennews.id"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/person\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["http:\/\/independennews.id"],"url":"https:\/\/independennews.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5485","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5485"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5485\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5487,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5485\/revisions\/5487"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5089"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5485"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5485"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5485"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}