{"id":5264,"date":"2025-10-23T13:08:47","date_gmt":"2025-10-23T13:08:47","guid":{"rendered":"https:\/\/independennews.id\/?p=5264"},"modified":"2025-10-23T13:08:47","modified_gmt":"2025-10-23T13:08:47","slug":"jangan-didik-anak-untuk-takut-salah-didiklah-dia-untuk-berani-belajar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/independennews.id\/?p=5264","title":{"rendered":"Jangan Didik Anak untuk Takut Salah, Didiklah Dia untuk Berani Belajar"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Oleh : Drs. Sjahrir Tamsi, M.Pd.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>independennews.id<\/em> \u2014 Kita hidup di zaman di mana nilai ujian sering dianggap lebih penting dari proses berpikir. Anak-anak lebih takut mendapat nilai jelek daripada kehilangan rasa ingin tahu. Ironisnya, banyak Orang tua dan bahkan Pendidik merasa telah berhasil mendidik hanya karena Anak \u201cTidak Pernah Salah\u201d. Padahal, di situlah justru letak kesalahan terbesar pendidikan modern : oleh karena, membentuk generasi yang pandai meniru, tetapi takut mencoba.<\/p>\n\n\n\n<p>Penelitian Carol Dweck dari Stanford University membuktikan bahwa Anak-anak yang dididik dengan &#8220;Growth Mindset&#8221;, yaitu berani gagal dan melihat kesalahan sebagai proses belajar yakni, tumbuh jauh lebih Kreatif, Mandiri, dan Tangguh dibanding mereka yang diajarkan untuk selalu benar. Dengan kata lain, bukan kesalahan yang berbahaya, melainkan &#8220;Ketakutan untuk Berbuat Salah yang membuat Manusia Berhenti Belajar&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Kesalahan adalah Ruang Belajar yang Disembunyikan Sistem<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>&#8220;Di sekolah, Anak yang salah diberi nilai rendah,&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Di rumah, Anak yang gagal dimarahi&#8221;,<\/p>\n\n\n\n<p>Lama-kelamaan, Otak mereka belajar satu hal yakni : Jangan ambil risiko.<\/p>\n\n\n\n<p>Padahal, hampir semua penemuan besar di dunia lahir dari serangkaian kesalahan. Thomas Edison gagal ribuan kali sebelum menemukan bola lampu, dan setiap kegagalan bukan dianggap aib, melainkan informasi berharga.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika sejak dini Anak diajarkan bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar, ia tidak akan takut mencoba. Ia akan berani bereksperimen, bertanya, dan menemukan jalan baru.<br \/>Pendidikan seharusnya menumbuhkan rasa ingin tahu, bukan rasa takut. Di sinilah peran Orang tua dan Guru menjadi penting, untuk menciptakan &#8220;Ruang Aman untuk Salah&#8221;, bukan dengan memanjakan, melainkan mengajak anak &#8220;Merefleksikan Pelajaran di balik Kesalahan itu&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"2\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Rasa Takut Salah Membunuh Kecerdasan Alami<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang luar biasa. Mereka bertanya tanpa henti :<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKenapa langit biru?\u201d,<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKenapa hujan turun?\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, ketika pertanyaan itu dianggap remeh atau mengganggu, mereka belajar untuk diam. Di situlah benih \u201cKetakutan 8ntelektual\u201d tumbuh.<\/p>\n\n\n\n<p>Psikolog pendidikan menyebutnya sebagai &#8220;Anxiety of Failure&#8221;, yakni kecemasan akan kesalahan yang membuat anak menghindari tantangan dan kehilangan kemampuan berpikir mandiri. Padahal, dunia nyata tidak menilai benar-salah sesederhana soal ujian, tetapi &#8220;Seberapa Cepat Seseorang Belajar dari Kesalahan&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Mengoreksi bukan Mempermalukan<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Cara Kita mengoreksi Anak menentukan bagaimana ia memandang dirinya. Koreksi yang penuh emosi menanamkan rasa rendah diri;<br \/>Koreksi yang bijak menumbuhkan kesadaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika Anak salah menjawab, alih-alih berkata \u201cKamu ini Salah Terus!\u201d, Cobalah \u201cMenarik, Kenapa Kamu Berpikir Begitu?\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan begitu, kesalahan berubah menjadi pintu dialog, bukan hukuman.<\/p>\n\n\n\n<p>Pendidikan Sejati bukan tentang menunjukkan siapa yang benar, tetapi &#8220;Membimbing agar Anak Mampu Menemukan Kebenaran dengan Pikirannya Sendiri&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"4\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Orang tua yang Takut Salah Menurunkan Ketakutan yang Sama<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Anak belajar bukan hanya dari kata, tapi dari teladan. Ketika Orang tua menolak mengakui kesalahan, Anak menyerap pesan bahwa menutupi kelemahan lebih penting daripada memperbaikinya. Inilah awal terbentuknya generasi defensif, yakni mudah tersinggung ketika dikritik dan sulit berkembang.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, Orang tua yang berani berkata, \u201cAyah Salah, tapi Ayah Belajar,\u201d sedang menanamkan nilai keberanian. Dari sanalah tumbuh Generasi Pembelajar yang Jujur, Reflektif, dan Tangguh Menghadapi Kehidupan.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"5\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Dunia modern Menghargai Pembelajar, bukan yang selalu Benar<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Di era digital dan kecerdasan buatan, bukan pengetahuan yang mahal, melainkan kemampuan beradaptasi. Anak yang berani belajar dari kesalahan akan selalu relevan di dunia yang berubah cepat. Sebaliknya, yang takut salah akan tertinggal karena menolak mencoba hal baru.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan perusahaan-perusahaan Inovatif seperti Google mengembangkan budaya \u201cFail Fast, Learn Faster\u201d, Gagal lebih cepat agar bisa belajar lebih cepat. Prinsip ini sejalan dengan hakikat pendidikan : bukan menghindari kesalahan, melainkan &#8220;Mengubah Kesalahan menjadi Pengetahuan Baru&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"6\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Pendidikan Sejati adalah Proses Keberanian Berpikir<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Kita sering salah kaprah memahami pendidikan sebagai proses menghafal kebenaran yang sudah ada. Padahal, hakikatnya adalah &#8220;Melatih Akal untuk Berani Berpikir Mandiri&#8221;. Anak yang takut salah akan menjadi pengikut. Anak yang berani salah akan menjadi penemu.<\/p>\n\n\n\n<p>Tugas Utama Pendidik dan Orang tua bukan memastikan Anak selalu benar, tetapi memastikan ia &#8220;Tidak Berhenti Belajar&#8221;. Saat Anak mampu berkata, \u201cAku salah, tapi Aku paham kenapa,\u201d di situlah pendidikan sejati bekerja dan di sanalah akal menemukan kemerdekaannya.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"7\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Mari Ubah Paradigma Pendidikan Kita<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Sudah saatnya bangsa ini meninggalkan paradigma lama yang menilai kesalahan sebagai aib. Mari ubah cara Kita mendidik yaitu : Dengarkan cara Snak berpikir sebelum menilai jawabannya. Anak yang berani berpikir \u201cSalah\u201d justru sedang melatih otaknya menemukan jalan baru.<\/p>\n\n\n\n<p>Pendidikan Indonesia yang inklusif dan memerdekakan harus menghidupkan Budaya Reflektif, bukan Represif. Pemerintah, Pemerintah Daerah, para Pendidik, dan seluruh elemen masyarakat, termasuk Tokoh Keberagaman, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Budayawan, Akademisi, Pemuda, dan Mahasiswa, perlu bersinergi menumbuhkan ekosistem pendidikan yang menghargai proses, bukan hanya hasil.<\/p>\n\n\n\n<p>Bangsa ini tidak butuh generasi yang sempurna tanpa kesalahan, tetapi &#8220;Generasi yang Berani Mencoba, Berani Salah, dan Berani Belajar&#8221;. Karena sejatinya, kemajuan suatu bangsa tidak diukur dari seberapa sering ia benar, tetapi seberapa cepat ia belajar dari kesalahannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Salam Pendidikan Inklusif,<br>Salam Empati dan Kebijaksanaan,<br>Penulis : Drs. Sjahrir Tamsi, M.Pd. (S1 Psikologi Pendidikan dan Bimbingan FIP-IKIP Ujung Pandang)<br>Editor : Usman Laica.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Drs. Sjahrir Tamsi, M.Pd. independennews.id \u2014 Kita hidup di zaman di mana nilai ujian sering dianggap lebih penting dari proses berpikir. Anak-anak lebih takut mendapat nilai jelek daripada kehilangan rasa ingin tahu. Ironisnya, banyak Orang tua dan bahkan Pendidik merasa telah berhasil mendidik hanya karena Anak \u201cTidak Pernah Salah\u201d. Padahal, di situlah justru [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4847,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-5264","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Jangan Didik Anak untuk Takut Salah, Didiklah Dia untuk Berani Belajar - independennews.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/independennews.id\/?p=5264\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jangan Didik Anak untuk Takut Salah, Didiklah Dia untuk Berani Belajar - independennews.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh : Drs. Sjahrir Tamsi, M.Pd. independennews.id \u2014 Kita hidup di zaman di mana nilai ujian sering dianggap lebih penting dari proses berpikir. Anak-anak lebih takut mendapat nilai jelek daripada kehilangan rasa ingin tahu. Ironisnya, banyak Orang tua dan bahkan Pendidik merasa telah berhasil mendidik hanya karena Anak \u201cTidak Pernah Salah\u201d. Padahal, di situlah justru [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/independennews.id\/?p=5264\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"independennews.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-23T13:08:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/7b10256e-f8bc-45e9-92f1-39862120f998-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"952\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5264#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5264\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493\"},\"headline\":\"Jangan Didik Anak untuk Takut Salah, Didiklah Dia untuk Berani Belajar\",\"datePublished\":\"2025-10-23T13:08:47+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5264\"},\"wordCount\":787,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5264#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/7b10256e-f8bc-45e9-92f1-39862120f998-1.jpg\",\"articleSection\":[\"ARTIKEL\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5264\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5264\",\"name\":\"Jangan Didik Anak untuk Takut Salah, Didiklah Dia untuk Berani Belajar - independennews.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5264#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5264#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/7b10256e-f8bc-45e9-92f1-39862120f998-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-10-23T13:08:47+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5264#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5264\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5264#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/7b10256e-f8bc-45e9-92f1-39862120f998-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/7b10256e-f8bc-45e9-92f1-39862120f998-1.jpg\",\"width\":720,\"height\":952},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5264#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Jangan Didik Anak untuk Takut Salah, Didiklah Dia untuk Berani Belajar\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\",\"name\":\"independennews.id\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\",\"name\":\"independennews.id\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/cropped-independennews.id_.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/cropped-independennews.id_.png\",\"width\":1149,\"height\":217,\"caption\":\"independennews.id\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/independennews.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jangan Didik Anak untuk Takut Salah, Didiklah Dia untuk Berani Belajar - independennews.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/independennews.id\/?p=5264","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Jangan Didik Anak untuk Takut Salah, Didiklah Dia untuk Berani Belajar - independennews.id","og_description":"Oleh : Drs. Sjahrir Tamsi, M.Pd. independennews.id \u2014 Kita hidup di zaman di mana nilai ujian sering dianggap lebih penting dari proses berpikir. Anak-anak lebih takut mendapat nilai jelek daripada kehilangan rasa ingin tahu. Ironisnya, banyak Orang tua dan bahkan Pendidik merasa telah berhasil mendidik hanya karena Anak \u201cTidak Pernah Salah\u201d. Padahal, di situlah justru [&hellip;]","og_url":"https:\/\/independennews.id\/?p=5264","og_site_name":"independennews.id","article_published_time":"2025-10-23T13:08:47+00:00","og_image":[{"width":720,"height":952,"url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/7b10256e-f8bc-45e9-92f1-39862120f998-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5264#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5264"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/person\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493"},"headline":"Jangan Didik Anak untuk Takut Salah, Didiklah Dia untuk Berani Belajar","datePublished":"2025-10-23T13:08:47+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5264"},"wordCount":787,"publisher":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5264#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/7b10256e-f8bc-45e9-92f1-39862120f998-1.jpg","articleSection":["ARTIKEL"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5264","url":"https:\/\/independennews.id\/?p=5264","name":"Jangan Didik Anak untuk Takut Salah, Didiklah Dia untuk Berani Belajar - independennews.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5264#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5264#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/7b10256e-f8bc-45e9-92f1-39862120f998-1.jpg","datePublished":"2025-10-23T13:08:47+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5264#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/independennews.id\/?p=5264"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5264#primaryimage","url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/7b10256e-f8bc-45e9-92f1-39862120f998-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/7b10256e-f8bc-45e9-92f1-39862120f998-1.jpg","width":720,"height":952},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5264#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/independennews.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Jangan Didik Anak untuk Takut Salah, Didiklah Dia untuk Berani Belajar"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/independennews.id\/#website","url":"https:\/\/independennews.id\/","name":"independennews.id","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/independennews.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization","name":"independennews.id","url":"https:\/\/independennews.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cropped-independennews.id_.png","contentUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cropped-independennews.id_.png","width":1149,"height":217,"caption":"independennews.id"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/person\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["http:\/\/independennews.id"],"url":"https:\/\/independennews.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5264","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5264"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5264\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5265,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5264\/revisions\/5265"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4847"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5264"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5264"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5264"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}