{"id":5191,"date":"2025-10-16T12:33:08","date_gmt":"2025-10-16T12:33:08","guid":{"rendered":"https:\/\/independennews.id\/?p=5191"},"modified":"2025-10-16T12:40:01","modified_gmt":"2025-10-16T12:40:01","slug":"5191","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/independennews.id\/?p=5191","title":{"rendered":"Guru yang Direndahkan, Martabat Pendidikan yang Dipertaruhkan"},"content":{"rendered":"\n<p>Oleh: Drs. Sjahrir Tamsi, M.Pd.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Guru Bukan Malaikat, Tapi Penjaga Nilai dan Nurani Bangsa&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p><em>independennews.id <\/em>\u2014 Guru bukanlah manusia yang tak pernah bersalah. Guru juga bukan manusia yang tidak bisa marah. Namun, marah seorang Guru bukanlah karena benci, melainkan bentuk kasih sayang yang keras; sebuah energi moral untuk mendidik dan meluruskan perilaku anak didiknya. Di balik suara tegas seorang Guru, tersimpan niat luhur untuk menuntun, bukan menghukum.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, kini Kita menyaksikan ironi besar di negeri ini. Ketika seorang Anak Didik merokok di lingkungan sekolah, kemudian berbohong kepada Gurunya, justru Guru yang menegur dianggap bersalah. Bahkan, ketika tindakan pendisiplinan dilakukan dengan tujuan pendidikan, Guru seringkali dihakimi publik, dijadikan sasaran pemberitaan sepihak, dan dihukum secara sosial maupun hukum.<\/p>\n\n\n\n<p>Fenomena Pilu: Guru Dikriminalisasi, Pendidikan Dihinakan<\/p>\n\n\n\n<p>Kasus demi kasus menunjukkan betapa rapuhnya Posisi Guru di mata sebagian masyarakat Kita hari ini. Guru Honorer Ibu Suryani di Konawe Selatan ditahan polisi dan dituntut membayar 50 juta rupiah, dituduh memukul Anak Didiknya.<\/p>\n\n\n\n<p>Bapak Zaharman, guru SMA di Rejang Lebong, kehilangan salah satu matanya akibat ketapel Orang tua siswa.<\/p>\n\n\n\n<p>Ibu Dini Fitria, Kepala SMA Negeri 1 Cimarga, Lebak Banten, diberhentikan oleh Wakil Gubernur karena menegur Anak Didiknya yang merokok di sekolah.<\/p>\n\n\n\n<p>Fakta-fakta ini menggambarkan betapa Rendahnya Penghormatan terhadap Profesi Profesional Guru. Betapa mudahnya Guru dijatuhkan, bahkan oleh mereka yang seharusnya menjadi pelindung nilai dan penegak moral publik.<br \/>Guru kini seolah berdiri di ruang hampa antara dedikasi dan tuduhan, antara niat baik dan salah tafsir kekuasaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika Guru Tak Lagi Dimuliakan<\/p>\n\n\n\n<p>Negeri ini, tampaknya, semakin jauh dari akar nilai budaya bangsa yang menjunjung tinggi &#8220;Tatakrama, Sopan Santun, dan Penghormatan terhadap Guru&#8221;.<br \/>Di banyak Masyarakat Adat dan Pesantren, Guru atau Kiai dianggap lebih mulia dari Orang tua dalam hal ilmu. Tapi kini, tradisi luhur itu berubah menjadi ejekan di media sosial. Bahkan, Teguran Guru dianggap Pelanggaran Hak Asasi Siswa.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Orang tua tidak lagi rela anaknya ditegur Guru, maka biarlah mereka mengambil alih peran itu sepenuhnya, seperti mendidik sendiri anak-anaknya di rumah, dengan segala konsekuensinya. Atau, mungkin Kita perlu mendirikan sekolah yang \u201cBebas Aturan\u201d, di mana Siswa Boleh Berbohong, Merokok, dan Menolak Disiplin : Agar publik bisa melihat hasilnya di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p>Krisis Keteladanan dan Erosi Kewibawaan<\/p>\n\n\n\n<p>Filsuf pendidikan Kontemporer, Paulo Freire, menegaskan bahwa \u201cPendidikan Sejati adalah dialog antara Hati Nurani dan Tanggung jawab Sosial.\u201d Bila Guru kehilangan wibawa, maka pendidikan kehilangan nuraninya. Begitu pula Ki Hajar Dewantara pernah berpesan: \u201cIng ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani.\u201d Nilai luhur itu kini terancam hilang, karena teladan Guru tak lagi dihargai, dan upaya mendidik dengan disiplin dianggap kekerasan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita perlu kembali memahami bahwa Guru bukan musuh anak-anak Kita. Guru adalah Mata Air Pengetahuan, Penuntun Moral, dan Penjaga Masa Depan Bangsa.<br \/>Mereka bukan Penguasa Kelas, tetapi Pengasuh Akal dan Hati.<br \/>Ketika Guru dimuliakan, maka niscaya Bangsa akan Beradab. Namun ketika Guru direndahkan, maka peradaban akan perlahan runtuh.<\/p>\n\n\n\n<p>Seruan untuk Bangkit: Pulihkan Marwah Guru Indonesia<\/p>\n\n\n\n<p>Kini saatnya seluruh elemen bangsa : Pemerintah, Pemerintah Daerah, Lembaga Pendidikan, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Pemuda, dan Mahasiswa : Bersatu Memulihkan Martabat Guru. Pemerintah harus hadir bukan sebagai hakim, tetapi sebagai Pelindung Profesi Profesional dan Mulia ini. Masyarakat perlu kembali belajar menghormati Guru sebagai Mitra Orang tua dalam membangun generasi berkarakter.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena hanya Guru yang \u201cSakit Jiwa\u201d yang menghukum Siswanya tanpa sebab.<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi lebih berbahaya lagi, hanya Guru yang \u201cTidak Waras\u201d yang membiarkan siswanya melanggar aturan tanpa teguran.<\/p>\n\n\n\n<p>Mari Kita kembalikan marwah pendidikan sebagai &#8220;Taman Budi Pekerti, bukan ruang kriminalisasi&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebab di tangan Guru yang Dihormati, Lahir Generasi yang Beradab.<br \/>Tapi di tangan Bangsa yang Merendahkan Gurunya, akan tumbuh generasi yang kehilangan arah.<\/p>\n\n\n\n<p>Menghormati Guru bukan berarti membenarkan semua tindakannya, tetapi memahami niat tulus di balik setiap langkah pendidikannya. Karena Bangsa Besar bukan diukur dari banyaknya gedung sekolah, melainkan dari sejauh mana Rakyatnya Menghormati Gurunya.<\/p>\n\n\n\n<p>Salam Keberagaman Nusantara dan Salam Hormat Penuh Takzim.<br \/>Beragam, Bersatu, Berdaya Untuk Indonesia Raya.<br \/>Tentang Penulis :<br \/>Drs. Sjahrir Tamsi, M.Pd. (Pensiunan ASN-PNS Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas dari Sulawesi Barat. Pemerhati Pendidikan, Adat dan Seni Budaya Nusantara).<br \/>Editor : Usman Laica<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Drs. Sjahrir Tamsi, M.Pd. &#8220;Guru Bukan Malaikat, Tapi Penjaga Nilai dan Nurani Bangsa&#8221; independennews.id \u2014 Guru bukanlah manusia yang tak pernah bersalah. Guru juga bukan manusia yang tidak bisa marah. Namun, marah seorang Guru bukanlah karena benci, melainkan bentuk kasih sayang yang keras; sebuah energi moral untuk mendidik dan meluruskan perilaku anak didiknya. Di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4847,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"class_list":["post-5191","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Guru yang Direndahkan, Martabat Pendidikan yang Dipertaruhkan - independennews.id<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/independennews.id\/?p=5191\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Guru yang Direndahkan, Martabat Pendidikan yang Dipertaruhkan - independennews.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Drs. Sjahrir Tamsi, M.Pd. &#8220;Guru Bukan Malaikat, Tapi Penjaga Nilai dan Nurani Bangsa&#8221; independennews.id \u2014 Guru bukanlah manusia yang tak pernah bersalah. Guru juga bukan manusia yang tidak bisa marah. Namun, marah seorang Guru bukanlah karena benci, melainkan bentuk kasih sayang yang keras; sebuah energi moral untuk mendidik dan meluruskan perilaku anak didiknya. Di [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/independennews.id\/?p=5191\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"independennews.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-16T12:33:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-16T12:40:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/7b10256e-f8bc-45e9-92f1-39862120f998-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"952\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5191#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5191\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493\"},\"headline\":\"Guru yang Direndahkan, Martabat Pendidikan yang Dipertaruhkan\",\"datePublished\":\"2025-10-16T12:33:08+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-16T12:40:01+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5191\"},\"wordCount\":667,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5191#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/7b10256e-f8bc-45e9-92f1-39862120f998-1.jpg\",\"articleSection\":[\"ARTIKEL\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5191\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5191\",\"name\":\"Guru yang Direndahkan, Martabat Pendidikan yang Dipertaruhkan - independennews.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5191#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5191#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/7b10256e-f8bc-45e9-92f1-39862120f998-1.jpg\",\"datePublished\":\"2025-10-16T12:33:08+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-16T12:40:01+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5191#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5191\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5191#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/7b10256e-f8bc-45e9-92f1-39862120f998-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/7b10256e-f8bc-45e9-92f1-39862120f998-1.jpg\",\"width\":720,\"height\":952},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?p=5191#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Guru yang Direndahkan, Martabat Pendidikan yang Dipertaruhkan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\",\"name\":\"independennews.id\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#organization\",\"name\":\"independennews.id\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/cropped-independennews.id_.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/04\\\/cropped-independennews.id_.png\",\"width\":1149,\"height\":217,\"caption\":\"independennews.id\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/independennews.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/independennews.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Guru yang Direndahkan, Martabat Pendidikan yang Dipertaruhkan - independennews.id","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/independennews.id\/?p=5191","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Guru yang Direndahkan, Martabat Pendidikan yang Dipertaruhkan - independennews.id","og_description":"Oleh: Drs. Sjahrir Tamsi, M.Pd. &#8220;Guru Bukan Malaikat, Tapi Penjaga Nilai dan Nurani Bangsa&#8221; independennews.id \u2014 Guru bukanlah manusia yang tak pernah bersalah. Guru juga bukan manusia yang tidak bisa marah. Namun, marah seorang Guru bukanlah karena benci, melainkan bentuk kasih sayang yang keras; sebuah energi moral untuk mendidik dan meluruskan perilaku anak didiknya. Di [&hellip;]","og_url":"https:\/\/independennews.id\/?p=5191","og_site_name":"independennews.id","article_published_time":"2025-10-16T12:33:08+00:00","article_modified_time":"2025-10-16T12:40:01+00:00","og_image":[{"width":720,"height":952,"url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/7b10256e-f8bc-45e9-92f1-39862120f998-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5191#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5191"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/person\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493"},"headline":"Guru yang Direndahkan, Martabat Pendidikan yang Dipertaruhkan","datePublished":"2025-10-16T12:33:08+00:00","dateModified":"2025-10-16T12:40:01+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5191"},"wordCount":667,"publisher":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5191#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/7b10256e-f8bc-45e9-92f1-39862120f998-1.jpg","articleSection":["ARTIKEL"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5191","url":"https:\/\/independennews.id\/?p=5191","name":"Guru yang Direndahkan, Martabat Pendidikan yang Dipertaruhkan - independennews.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5191#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5191#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/7b10256e-f8bc-45e9-92f1-39862120f998-1.jpg","datePublished":"2025-10-16T12:33:08+00:00","dateModified":"2025-10-16T12:40:01+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5191#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/independennews.id\/?p=5191"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5191#primaryimage","url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/7b10256e-f8bc-45e9-92f1-39862120f998-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/7b10256e-f8bc-45e9-92f1-39862120f998-1.jpg","width":720,"height":952},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/independennews.id\/?p=5191#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/independennews.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Guru yang Direndahkan, Martabat Pendidikan yang Dipertaruhkan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/independennews.id\/#website","url":"https:\/\/independennews.id\/","name":"independennews.id","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/independennews.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/independennews.id\/#organization","name":"independennews.id","url":"https:\/\/independennews.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cropped-independennews.id_.png","contentUrl":"https:\/\/independennews.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/cropped-independennews.id_.png","width":1149,"height":217,"caption":"independennews.id"},"image":{"@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/independennews.id\/#\/schema\/person\/c41af49098bce985dc9d5a2b7c86a493","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cee70a6da372fbd73298373a88144de257e384574408ea8ac1f5de3d9202e637?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["http:\/\/independennews.id"],"url":"https:\/\/independennews.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5191","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5191"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5191\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5199,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5191\/revisions\/5199"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4847"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5191"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5191"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/independennews.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5191"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}